PUWERMAN PUWERMAN
SMA Negeri 16 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK MENGGUNAKAN POINT SYSTEM BAGI SISWA KELAS X SMAN 16 TEBO PUWERMAN PUWERMAN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v1i4.633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi belajar bahasa Indonesia melalui metode diskusi kelompok menggunakan point system bagi siswa kelas X di SMA Negeri 16 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 16 Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 30 siswa. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Teggart, terdiri dari II siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan (Plan), tindakan (action), pengamatan (observation), dan kontemplasi (reflection). Pelaksanaan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dengan rincian dua pertemuan untuk melaksanakan proses pembelajaran satu sesi (2 x 45 menit) untuk ulangan harian. Hal ini dibuktikan pada pertemuan I persentase yang mengajukan pertanyaan hanya 10,2%, yang mengeluarkan pendapat 5,25%, mencatat sebanyak 15,78%, dan yang mengikuti pembelajaran sebesar 14,42% dengan total jumlah persentase sejumlah 45,65%. Kemudian selanjutnya meningkat pada Siklus II yakni persentase yang mengajukan pertanyaan hanya 21,05%, yang mengeluarkan pendapat 23,86%, mencatat sebanyak 34,21%, dan yang mengikuti pembelajaran sebesar 18,45% dengan total jumlah persentase sejumlah 97,39%. Maka setelah melihat hasil pertemuan I dan II peneliti menerapkan point system pada pertemuan selanjutnya, maka terdapat hasil yang signifikan, terdapat hasil pengamatan yang meningkat dari siklus I ke siklus II. Peningkatan terjadi di siklus II karena telah diterapkannya point system.