SURYANI SURYANI
SMA Negeri 3 Bengkalis

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA SISWA SMAN 3 BENGKALIS SURYANI SURYANI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v2i2.1144

Abstract

This research is classroom action research using a peer tutor learning model to improve physics learning outcomes. Peer tutor learning is a learning that utilizes classmates who have more ability to help their friends in carrying out an activity or understanding the concept of learning. The problem to be solved is the low physics learning outcomes of class XI MIA 1 in SMA 3 Bengkalis. This study consisted of three cycles, in each cycle consisting of four stages, namely Planning, Implementation, Observation and Reflection. This research involved 24 students which are consisting of 13 female students and 11 male students. In the pre-cycle process, the percentage of learning completeness was 29,17 %, then after learning the first cycle using the peer tutoring model there was an increase in the percentage of learning completeness to 54,17 %. In the second cycle, it succeeded in achieving the percentage of learning completeness of 70,83 %. The results showed that an increase in student learning outcomes along with the application of peer tutoring models. Thus, the results of the study indicate that the use of peer tutoring models can improve the physics learning outcomes of XI MIA 1 students in SMAN 3 Bengkalis. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar fisika. Pembelajaran tutor sebaya adalah pembelajaran yang memanfaatkan teman sekelas yang mempunyai kemampuan lebih untuk membantu temannya dalam melaksanakan suatu kegiatan atau memahami konsep pembelajaran. Masalah yang hendak dipecahkan adalah rendahnya hasil belajar fisika kelas XI MIA 1 di SMA Negeri 3 Bengkalis. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, pada setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini melibatkan 24 orang siswa kelas X1 MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis yang terdiri dari 13 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Pada proses prasiklus, persentase ketuntasan belajar sebesar 29,17 %, kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran siklus 1 dengan menggunakan model tutor sebaya ada peningkatan persentase ketuntasan belajar menjadi 54,17 %. Pada siklus 2 berhasil mencapai persentase ketuntasan belajar 70,83 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa seiring dengan diterapkannya model tutor sebaya. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan penerapan model tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA MELALUI METODE EKSPERIMEN SISWA KELAS XI MIA 1 SMAN 3 BENGKALIS SURYANI SURYANI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.921 KB) | DOI: 10.51878/educator.v1i2.763

Abstract

Classroom action research on using experiment methods to inprove students physics learning achievement. Experimental learning method is a way of teaching and learning that involves students experiencing and proving themselves into process of the experimental results. With experiments, it is hoped that students can really understand the physics concepts being studied. The problem to be solved is the low achievement in learning physics as shown by the physics learning outcomes of class XI MIA 1 students at SMA Negeri 3 Bengkalis. This study consisted of 2 cycles, in each cycle consisting of 4 stages, namely Planning, Implementation, Observation and Reflection. This study involved 23 students of class X1 MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis consisting of 10 male students and 13 female students. Before the implementing of the experimental method, the percentage of learning completeness was 17.39%, then after the first cycle of learning using the experimental method there was an increase in the percentage of learning completeness to 43.48%. In the second cycle succeeded in achieving the percentage of learning completeness 73.91%. The results showed that there was an increase in student achievement along with the implementation of the experimental method. Thus, the application of the experimental method can improve the physics learning achievement of class XI MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas menggunakan metode eksperimen sebagai upaya peningkatan prestasi belajar fisika siswa. Pembelajaran metode eksperimen adalah cara belajar mengajar yang melibatkan siswa mengalami dan membuktikan sendiri proses dari hasil percobaan itu. Dengan eksperimen diharapkan siswa benar-benar dapat memahami konsep fisika yang dipelajari. Masalah yang mau dipecahkan adalah rendahnya prestasi belajar fisika yang ditunjukkan oleh hasil belajar fisika siswa kelas XI MIA 1 di SMA Negeri 3 Bengkalis. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, pada setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini melibatkan 23 orang siswa kelas X1 MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Sebelum diterapkannya metode eksperimen, persentase ketuntasan belajar yaitu sebesar 17,39 %, kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran siklus 1 dengan menggunakan motode eksperimen ada peningkatan persentase ketuntasan belajar menjadi 43,48 %. Pada siklus 2 berhasil mencapai persentase ketuntasan belajar 73,91 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa seiring dengan diterapkannya metode eksperimen. Dengan demikian, penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Bengkalis.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DI SMAN 3 BENGKALIS SURYANI SURYANI
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v3i1.2124

Abstract

The classroom action research (PTK) with the application of a jigsaw learning model to improve physics learning outcomes. The learning model is a cooperative learning model with students learning in small groups consisting of 4-6 people heterogeneously, working together, positively interdependent and responsible for completing the part of learning material that must be learned and delivered to group members. The problem to be solved is the low physics learning outcomes of class XI MIPA 2 in Bengkalis Public High School 3 involving 20 students. This study consisted of 2 cycles, in each cycle consisting of four stages, namely Planning, Implementation, Observation and Reflection. In the pre-cycle process, the percentage of student learning completeness is 40,00 %, then after learning the first cycle with the application of the Jigsaw Cooperative Learning Type model there is an increase in the percentage of learning completeness to 65,00 %. And in the second cycle managed to achieve a significant percentage of completeness of 75,00 %. The results concluded that there was an increase in students' physics learning outcomes as the jigsaw learning model was implemented. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas (PTK) ini menggunakan penerapan model pembelajaran jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil terdiri dari 4-6 orang secara heterogen, bekerja bersama, saling bergantung positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pembelajaran yang harus dipelajari dan disampaikan kepada anggota kelompok. Permasalahan yang hendak dipecahkan adalah rendahnya hasil belajar fisika kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 3 Bengkalis yang melibatkan 20 orang siswa. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, pada setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Pada proses prasiklus, persentase ketuntasan belajar siswa yaitu sebesar 40,00 %, kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran siklus I dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw ada peningkatan persentase ketuntasan belajar menjadi 65,00 %. Dan pada siklus II berhasil mencapai persentase ketuntasan yang signifikan sebesar 75,00 %. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar fisika siswa seiring diterapkannya model pembelajaran jigsaw.