Hj. IIS SUHARTI
MAN 1 Kota Bandung, Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT LAMARAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES PADA SISWA KELAS XII IPA F SEMESTER 1 TAHUN 2018/2019 MAN 1 KOTA BANDUNG Hj. IIS SUHARTI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i1.93

Abstract

Keterampilan menulis surat lamaran pada kelas XII IPA F MAN 1 Kota Bandung sangat rendah. Hal ini disebabkan oleh teknik pembelajaran yang kurang tepat sehingga siswa merasa bosan pada saat mengikuti pembelajaran. Peningkatan keterampilan menulis surat lamaran perlu dilakukan dengan teknik yang tepat. Dalam hal ini guru sebagai fasilitator berperan penting memilih teknik pembelajaran keterampilan menulis surat lamaran. Teknik pembelajaran kooperatif dengan metode Examples Non Examples diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga tahap meliputi kegiatan perencanaan tindakan, pelaksanaan dan pengamatan tindakan, dan refleksi tindakan, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Jenis data berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data dari guru dan siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara deskriptif dengan mengkaji secara mendalam tentang kemampuan menulis surat lamaran serta menarik suatu kesimpulan (gambaran) dari data hasil belajar siswa, observasi aktivitas guru dan siswa. Dari hasil analisis setiap siklus, maka bisa dilihat hasil belajar siswa yaitu: jumlah siswa yang tuntas pada siklus I yaitu 15 atau 65% siswa sedangkan pada siklus II sebanyak 23 atau 100% siswa, yang berarti jumlah siswa yang dinyatakan tuntas meningkat dari siklus I ke siklus II. Untuk jumlah siswa yang tidak tuntas pada siklus I yaitu 8 atau 35% siswa sedangkan pada siklus II sebanyak 0 (tidak ada siswa yang tidak tuntas) atau 0% siswa, yang berarti jumlah siswa yang dinyatakan tidak tuntas menurun dari siklus I ke siklus II. Hasil di atas menunjukkan bahwa pembelajaran menulis surat pribadi dengan menggunakan metode examples non examples pada siswa kelas XII MAN 1 IPA F kota Bandung tahun pelajaran 2018/2019 berjalan dengan baik dan telah melampaui target ketuntasan pada penelitian tindakan kelas ini.
AKTUALISASI PERAN DAN FUNGSI KOMITE MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SEBAGAI IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Hj. IIS SUHARTI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v1i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana aktualisasi peran dan fungsi Komite Madrasah dalam meningkatkan kinerja guru sebagai implementasi manajemen berbasis sekolah sebagai sebuah penelitian deskriptif pada Rintisan Madrasah Aliyah Bertaraf Internasional (RMABI) yang ada di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan pada tiga MAN Model yang berada di Provinsi Jawa Barat penulis menemukan adanya perwujudan peran Komite Madrasah dalam memberi pertimbangan terhadap penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Terdapat adanya dukungan pemikiran, finansial, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan. Penulis juga telah memperoleh data dan informasi tentang peran Komite Madrasah sebagai pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan peran Komite Madrasah sebagai mediator antara pemerintah (executive) dengan masyarakat, penulis menyimpulkan belum semaksimal yang penulis harapkan. Hasil kemitraan yang ada belum mampu mandorong tercapainya partisipasi masyarakat. Pada umumnya Komite Madrasah belum menjadi kekuatan yang signifikan terhadap implementasi manajemen pendidikan berbasis masyarakat sehingga belum sepenuhnya dapat mendukung terhadap pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan.