By using descriptive qualitative research method through a literacy study approach. The problem-solving procedure is carried out based on the problems that arise with the study of literature in the main book of ushul at-tarbiyah wa originibuha, Abdurrahman An-Nahlawi, an expert on modern education, with a discussion of determining modern Islamic education methods that refer to the verses of the Qur'an through tafsit. maudhu'i, a method of interpreting the Koran by collecting verses of the Koran related to a particular theme. Through discussion of the discourse on the modernism method in Islamic education Era 4.0 which has been contained in the Qur'an, so that Muslims can make up-to-date innovations to develop Islamic education by following the times. The process of developing Islamic education methods Era 4.0 does not recognize methodological stagnation, but must continue to move following the development of situations and conditions, through maudhu'i interpretation an Islamic paradigm will emerge that needs to be practiced in concrete actions in developing Islamic education methods into Weltanschauung (World View). ABSTRAKDengan menggunakan penelitian Metode kualitatif deskriftif melalui pendekatan studi literasi. Prosedur pemecahan masalah dilakukan berdasarkan permasalahan yang timbul dengan kajian literatur dalam buku utama ushul at-tarbiyah wa asalibuha, Abdurrahman An-Nahlawi, pakar pendidikan modern, dengan pembahasan menentukan metode pendidikan Islam modern yang mengacu pada ayat-ayat al-Qur'an melalui tafsit maudhu'i, salah satu metode penafsiran al-Qur’an dengan cara menghimpun ayat-ayat al-Qur’an yang terkait dengan suatu tema tertentu. Melalui pembahasan diskursus dalam metode modernisme dalam pendidikan Islam Era 4.0 yang telah tertuang dalam al-Qur'an, sehingga umat Islam dapat melakukan inovasi-inovasi yang up-to date untuk mengembangkan pendidikan Islam dengan mengikuti perkembangan zaman. Proses pengembangan metode pendidikan Islam Era 4.0 tidak mengenal stagnasi metodologis, tetapi harus terus bergerak mengikuti perkembangan situasi dan kondisi, melalui tafsir maudhu'i akan muncul paradigma Islam yang perlu dipraktikkan secara tindakan konkrit dalam mengembangkan metode pendidikan Islam menjadi Weltanschauung (Pandangan Dunia).