Widanti Widanti
Program Studi PGSD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEMAMPUAN AFEKTIF PESERTA DIDIK SELAMA BDR PADA PANDEMI COVID-19 DI SD MUHAMMADIYAH KABUPATEN PURWOREJO Widanti Widanti; Nur Ngazizah; Muflikhul Khaq
Renjana Pendidikan Dasar Vol 2 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan afektif merupakan pondasi bagi peserta didik dalam berperilaku pada kehidupan sehari-hari. Meskipun pada masa pandemi belajar dilakukan dari rumah namun kemampuan afektif tetap harus ditanamkan kepada peserta didik agar tidak terjadi krisis karakter atau moralitas. Sikap yang biasanya ditanamkan di sekolah oleh guru, mendadak harus ditanamkan di rumah oleh orang tua. Tentu hal ini akan membawa dampak berbeda yang dirasakan oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan afektif peserta didik selama belajar dari rumah pada pandemi covid-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara sebagai data awal dan angket peserta didik. Populasi penelitian ini yaitu 6 Sekolah Dasar. Kemudian diambil sampel penelitian yaitu 4 Sekolah Dasar dengan jumlah 708 dan teknik yang digunakan yaitu stratified proportional random sampling dengan taraf kesalahan 10% sehingga didapat sampel penelitian yaitu 72 peserta didik. Berdasarkan angket yang sudah diisi oleh responden, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan afektif peserta didik Sekolah Dasar Muhammadiyah Kabupaten Purworejo dalam kategori baik dengan persentase 73%, meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah. peserta didik mampu menunjukkan kemampuan afektif yang meliputi sikap religius, sikap jujur, sikap disiplin, sikap santun, sikap percaya diri, sikap peduli dan sikap tanggung jawab dengan baik. Hal ini tentu tidak terlepas dari kolaborasi dan kerjasama yang baik antara peserta didik, orang tua dan guru.