Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KLASIFIKASI AWAL NYANYIAN RAKYAT ASEI BESAR NFN Muntihanah
Salingka Vol 11, No 01 (2014): SALINGKA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.872 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i01.9

Abstract

Nyanyian rakyat merupakan satu di antara kekayaan budaya yang termasuk dalam jenis sastra lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan nyanyian rakyat yang dimiliki oleh masyarakat Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Analisis data penelitian ini menggunakan teori folklor Danandjaya. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat Asei Besar memiliki beberapa jenis nyanyian rakyat yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Kategori-kategori tersebut adalah nyanyian rakyat berfungsi yang terdiri atas dua subkategori, yaitu nyanyian rakyat bekerja dan nyanyian rakyat permainan; nyanyian rakyat liris sesungguhnya yang terdiri atas empat subkategori, yaitu nyanyian yang berfungsi untuk mengungkapkan perasaan rindu, nyanyian yang berfungsi untuk mengungkapkan perasaan putus asa, nyanyian yang berfungsi untuk mengungkapkan perasaan sedih, dan nyanyian yang berfungsi untuk mengungkapkan ratapan nasib; dan nyanyian rakyat yang bersifat berkisah. Selain itu ditemukan nyanyian rakyat di luar klasifikasi yang terdapat dalam Danandjaya. Nyanyian rakyat tersebut adalah nyanyian rakyat pergaulan dan nyanyian rakyat pemujaan.
CERITA ANAK YATIM DENGAN BURUNG CENDERAWASIH SEBAGAI REFERENSI BACAAN ANAK TINGKAT SD NFN Muntihanah
Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.637 KB) | DOI: 10.26499/.v14i2.5

Abstract

AbstractThe purpose of this study to see whether the story of “Anak Yatim dengan Burung Cenderawasih” is valuable as a reading reference material for elementary school pupil or not, through simplicity of its structure, content of its character value, and its structural agreement toward student’s age. The data was analyzed using structural theory, stage of the intellectual (maturity) development of student, and character values through analytical descriptive method. The result of showed that the story of “Anak Yatim dengan Burung Cenderawasih” is eligible to be a reading reference for pupil of elementary school at 7-11 years old, according to the usage of linear plot, the simplicity of background, black and white figures which express flat figure, limited story conflict, and simplicity of lexical which appears in limited usage ofderivative words. In addition, this story contains character values which are developed by the government, namely, the character values human being relationship. Precisely, this story taught us about awareness of ourselves and other people right and obligation. It taught us about good manner as well.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat cerita Anak Yatim dengan Burung Cenderawasih sebagai referensi bahan bacaan untuk anak SD, melalui kesederhanaan strukturnya, kandungan nilai karakternya, dan kesesuaian struktur dengan usia anak. Data dianalisis dengan menggunakan teori struktural, tahapan perkembangan intelektual (usia) anak, dan nilai-nilai karakter dengan metode deskriptif analitik. Hasilnya menemukan bahwa cerita Anak Yatim dengan Burung Cenderawasih dapat menjadi referensi bacaan untuk anak tingkat SD yang berusia 7—11 tahun berdasarkan penggunaan alur yang linear, latar yang sederhana, tokoh yang hitam putih dengan pengungkapan watak tokoh yang datar, konflik cerita yang terbatas, dan kesederhanaan leksikal yang muncul pada minimnya penggunaan kata turunan atau kata berimbuhan. Selain itu, cerita Anak Yatim dengan Burung Cenderawasih mengandung nilai karakter yang dikembangkan pemerintah, yaitu nilai karakter yang berhubungan dengan sesama manusia tepatnya karakter sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain dan  karakter santun.