This Author published in this journals
All Journal TOTOBUANG SALINGKA
Roni Ardian Zulianto
Gadjah Mada University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberitaan kasus penembakan 6 laskar FPI pada detik.com: Analisis Wacana Kritis Roni Ardian Zulianto
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.562

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana media masa detik.com mengonstruksi peristiwa penembakan 6 orang laskar FPI sesuai ideologi mereka dengan menggunakan satuan lingual berupa bahasa. Oleh sebab itu, untuk mengaji wacana dari media masa detik.com, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis dengan teori tiga dimensi dari Fairclough dan Linguistik Sistemik Fungsional dari Halliday untuk membantu memperdalam analisis dimensi tekstual. Sementara itu, untuk mengumpulkan data, ada beberapa metode dan teknik yang digunakan, yaitu metode simak dengan teknik catat, dan untuk menganalisis data menggunakan metode padan pragmatik dengan teknik pilah unsur langsung. Dari hasil analisis, detik.com merekonstruksi peristiwa tersebut sebagai dampak dari penyelidikan dan tindakan dari FPI yang gegabah untuk menyerang petugas sehingga terjadi penembakan. 
KESANTUNAN BERBAHASA DETIK.COM DALAM PEMBERITAAN KISAH JOKOWI KECIL SEBELUM MENJADI PRESIDEN [The Politeness of Language of Detik.com in The Story of The Young Jokowi Before Become A President] Roni Ardian Zulianto
TOTOBUANG Vol. 8 No. 2 (2020): TOTOBUANG, EDISI DESEMBER 2020
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v8i2.203

Abstract

The mass media has a structure of language to make the readers know what they mean. Besides, the politeness of language, in mass media, is very important to avoid a conflict between readers and the others society. Mass media did this because it did not want to cause a conflict from their discourse. The purpose of this research is to find out the use of politeness strategies in the discourse to reach an object. Therefore, in this study, the politeness of language in the mass media will be explained based on the meaning of the text through the Leech theory 2014 which concludes the types of politeness with 6 categories as policy maxim, generosity maxim, the maxim of appreciation, humility maxim, agreement maxim, and attention maxim or what is called a maxim of sympathy. To use the theory, this research needs a method to analyzed, the method is ‘simak’ with ‘bebas libat cakap’ technique. Then to get the results, the data analyzed by using Padan pragmatic method with direct classification techniques. The results of this study found 18 politeness from all categories of politeness described by Leech (2014).Media massa mempunyai sebuah tatanan bahasa dan juga struktur agar pembaca bisa memahami apa yang merekamaksud. Selain itu,  kesopanan dalam bahasa juga sangat dijaga agar tidak menimbulkan konflik dari kalangan pembaca dan masyarakat secara luas. Hal itu dilakukan oleh media massa karena media massa tidak mau menimbulkan konflik dari wacana yang mereka tayangkan. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui kesopanan dalam wacana yang digunakan oleh media massa untuk memberitakan suatu objek. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, kesopanan bahasa dalam media massa akan dijelaskan sesuai dengan makna yang terkandung di dalam teks melalui teori Leech 2014 yang menyimpulkan jenis kesopanan dengan 6 kategori, meliputi maksim kebijakan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim persepakatan, dan  maksim perhatian atau disebut dengan maksim kesimpatikan. Selain mengggunakan teori tersebut, penelitian ini juga membutuhkan adanya metode untuk menganalisis daya, metode tersebut, yaitu metode simak dengan teknik bebas libat cakap. Kemudian untuk memperoleh hasil yang maksimal, analisis data juga menggunakan metode Padan Pragmatik dengan teknik klasifikasi data secara langsung. Hal itu dilakukan agar hasil yang diperoleh dari subjek penelitian terkait berita detik.com lebih akurat. Hasil dari penelitian ini ditemukan ada 18 kesopanan dari seluruh kategori kesopanan yang dipaparkan oleh Leech (2014).