This Author published in this journals
All Journal SALINGKA
Jonner Sianipar
Badan Bahasa, Jalan Daksinapati Barat 4, Rawamangun, Jakarta Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROBLEMATIKA KAUM MUDA DALAM DUA NASKAH DRAMA INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN: PEMBALASANNYA DAN LUKISAN MASA (The Youth’s Problems in Two Indonesian Dramas before Indonesian Independence Period: Pembalasannya and Lukisan Masa) Jonner Sianipar
Salingka Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.662 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v12i02.195

Abstract

AbstractTwo Indonesian modern dramas, Pembalasannya by Saadah Alim and Lukisan Masa by Armijn Pane, highlight the problems faced by young people in Indonesia during 1900s i.e. matchmaking, marriage, education, and work. Those problems appear in line with colonization and economic crisis which cause social changes, particularly in young people life. The social changes are indicated by changes of characters, behaviours, and social structures, even the emergence of new pattern of lifestyle. In that time, the social changes appear when young people regard education as an important thing in life, but they hardly find job after studying, causing most of them jobless. The two scripts, which are written during two great periodes in Indonesian literary history, Balai Pustaka (Pembalasannya, Saadah Alim, 1920) and Pujangga Baru (Lukisan Masa, Armjin Pane, 1937), are analyzed through literature review involving the descriptive analysis method and reception theory of literature by Hans Robert Jausz.Keywords: young people, pre-independence, problems, education, jobless, social changes and economyAbstrakDua naskah drama modern Indonesia, yaitu Pembalasannya karya Saadah Alim dan Lukisan Masa karya Armijn Pane, mengangkat problematika kaum muda Indonesia pada dekade 1900-an, yaitu perjodohan, perkawinan, pendidikan, dan pekerjaan. Problematika tersebut dikondisikan oleh situasi terjajah dan krisis ekonomi yang mengakibatkan perubahan sosial, khususnya di kalangan kaum muda. Perubahan sosial ditandai dengan terjadinya perubahan karakter, perilaku, struktur sosial suatu kelompok masyarakat, bahkan terbentuknya pola baru kebiasaan hidup yang sedangdijalani oleh suatu kelompok masyarakat. Perubahan sosial di kalangan kaum muda pada saat itu terlihat ketika kaum muda mulai mementingkan pendidikan, tetapi sulit mendapatkan pekerjaan dan akhirnya menjadi pengangguran. Dua naskah drama yang ditulis pada dua era kesastraan Indonesia itu, yakni era Balai Pustaka (Pembalasannya, Saadah Alim, 1920) dan era Pujangga Baru (Lukisan Masa, Armjin Pane, 1937), dikaji berdasarkan studi kepustakaan dengan metode deskriptif analisis dan menggunakan teori resepsi sastra dari Hans Robert Jausz.Kata kunci: problematika kaum muda, sebelum kemerdekaan, pengangguran, perubahan sosial, deskriptif analisis, dan teori resepsi.