Elwindra Elwindra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Aklimatisasi Tubuh Pada Jemaah Haji Indonesia Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 7 No 24 (2020): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v7i24.278

Abstract

Activities carried out by pilgrims every day from morning to evening. During the day, the scorching heat that occurs right before the midday prayer until Asr prayer has the potential to make Indonesian pilgrims who are accustomed to experiencing tropical temperatures with a maximum heat of 34 degrees Celsius, are threatened with dehydration which can lead to heat stroke or heat stroke. Exposure to heat for hours disrupts the body's balance system, where the body excretes sweat as a compensatory mechanism. This paper aims to determine factors related to acclimatization due to heat stress on Indonesian pilgrims. This study is a further analysis of the Hajj Health Services Research data. Further analysis was carried out in 2021. The research design used was cross-sectional with the type of observational research. The study was conducted in Saudi Arabia at the time of the pilgrimage. The population of this study were all Indonesian Hajj pilgrims in 2015 who were in Saudi Arabia at the time of the study. The research sample was five KBIH. Sampling using the purposive method. Data and information were collected by direct interviews with 300 respondents. Data analysis is done descriptively.Characteristics of research respondents are dominated by men (53%), the proportion of education level of junior and senior high school graduates is 85 percent, marital status shows that most are married by 85 percent. In general, the consumption pattern of fruit and vegetable foods is sufficient, however, there is not enough drinking for the congregation considering the temperature in Saudi Arabia is hotter than in Indonesia. Respondents who had been sick due to overheating/lack of fluids were 81 people (27%) with more than half of them being women as many as 55.4%, 1 person had been treated at BPHI with heat stroke (0.3%),
K3 Pada Pelayanan Kesehatan Haji Elwindra Elwindra
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 7 No 27 (2020): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v7i27.308

Abstract

Kesehatan adalah modal perjalanan ibadah haji, tanpa kondisi kesehatan yang memadai, kegiatan ibadah haji tidak dapat berjalan maksimal. Selain itu dalam pelaksanaan ibadah haji dilaksanakan pada kondisi cuaca/lingkungan yang berbeda dengan Indonesia. Hal ini akan berdampak pada kesehatan jemaah haji dan merupakan faktor risiko untuk kambuhnya masalah kesehatan jemaah haji. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diselenggarakan di semua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan termasuk saat melakukan ibadah haji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor K3 apa saja pada pelayanan kesehatan jemaah haji. Tulisan ini merupakan analisis lanjut tahun 2021 dari penelitian pelayanan kesehatan haji yang dilakukan pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional (potong lintang) ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian akan dilakukan di tiga embarkasi yaitu Embarkasi Medan (MES), Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dan Embarkasi Ujung Pandang (UPG). Besar sampel yang diambil 300 orang. Variabel yang diambil adalah karakteristik individu, pengetahuan, sikap dan persepsi. Pengumpulan data kuantitatif (karakteristik dan faktor risiko) wawancara pada jemaah haji, untuk data kuantitatif diambil dengan wawancara mendalam pada stakeholder terkait. Hasilnya: karakteristik responden penelitian memperlihatkan Jemaah haji terbanyak; kelompok umur 45 - <60 tahun, jenis kelamin perempuan, berpendidikan sedang, dan berstatus menikah. Sebagian besar jemaah belum tahu terhadap istilah istithaah kesehatan. Tetapi jemaah tahu bahwa kesehatan fisik dan mental serta pemeriksaan kesehatan adalah penting. Upaya yang dilakukan jemaah haji untuk menjaga kesehatan saat berhaji dengan menerapkan hidup bersih dan sehat, menggunakan alat pelindung diri, dan menghindari kelelahan.