Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menumbuhkan Minat Belajar Peserta Didik Dengan Strategi Pembelajaran Konstruktive Pada Siswa Kelas II Sdn 020 Rea Barat Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar Muslimin Muslimin
Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat
Publisher : IAI DDI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jitu.v7i2.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Matematika dengan menggunakan strategi pembelajaran Konstruktive dalam proses pembelajaran di SDN 020 Rea Barat Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas II Semester I di SDN 020 Rea Barat. Penelitian ini melibatkan peneliti, guru kelas, kepala sekolah, dan guru lain sebagai kolaborator. Data diperoleh melalui pengamatan, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan peserta didik aktif di dalam kegiatan pembelajaran, sehingga berdampak pada minat belajar peserta didik kelas II semester I SDN 020 Rea Barat Kecamatan Matakali, dalam mata Pelajaran Matematika. (2) Dalam pendekatan konstruktivisme, setiap materi pelajaran yang baru, harus dikaitkan dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang ada sebelumnya. Pendekatan konstruktivisme dalam pengajaran dapat diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran lain selain mata Pelajaran Matematika. (3) Hal-hal yang perlu diingat disini dalam usaha penggunaan pendekatan konstruktivisme dalam kegiatan pembelajaran adalah: (a) Pusat kegiatan pembelajaran adalah peserta didik aktif, (b) pembelajaran dimulai dengan hal yang sudah diketahui dan dipahami peserta didik, (c) bangkitkan motivasi belajar dengan membuat materi pelajaran sebagai hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan peserta didik, dan (d) guru harus selalu mengenali materi pelajaran dan metode pembelajaran yang membuat peserta didik bosan, dan hal ini harus segera ditanggulangi. (4) Pendekatan konstruktivisme adalah mengkondisikan peserta didik belajar dengan meningkatkan aktivitas, motivasi dan prestasi belajar. Sehingga pendekatan konstruktivisme yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dipastikan dapat meningkatkan minat belajar, dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas II semester I SDN 020 Rea Barat Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar.
Character Education in a Multicultural Context: Strategies for Strengthening Values of Tolerance in Schools Rinovian Rais; Muslimin Muslimin; Lathifah Zulty
Journal of Pedagogi Vol. 2 No. 6 (2025): Journal of Pedagogi-December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/41ntnm91

Abstract

Schools in Indonesia increasingly reflect a multicultural social reality characterized by religious, ethnic, cultural, and linguistic diversity. In this context, character education is often positioned as a key instrument for strengthening tolerance. However, character education practices are not always effective when implemented normatively and uniformly without considering the social dynamics of multicultural schools. This study aims to analyze strategies for strengthening tolerance values through character education in multicultural school settings and to explore the social and pedagogical dynamics shaping students’ tolerance. A qualitative approach was employed using in-depth interviews, participant observation, and document analysis in schools with a clear multicultural background. The findings indicate that character education is effective when implemented contextually and dialogically through the integration of tolerance values into daily learning, cross-identity social interactions, and inclusive school culture. Teachers act as value mediators, while tolerance is constructed through social negotiation rather than value indoctrination. Nevertheless, the implementation of multicultural character education faces structural challenges, including differences between family and school values, implicit bias, limited teacher capacity, and symbolic policy implementation. This study highlights the importance of reflective and adaptive approaches in character education to sustainably strengthen tolerance in multicultural school contexts.