Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FASILITAS DISKONTO (DISCOUNT WINDOWS) SEBAGAI INSTRUMEN MONETER DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM RINA EL MAZA; EGI PUTRA SETIAWAN
Al-Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan Vol 4, No 1 (2019): Januari - Juni 2019
Publisher : Prodi Manaj. Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam – UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-masraf.v4i1.211

Abstract

The government has an important role in the welfare of the people's economy. One of them is through the role of the central bank by carrying out monetary policy. This policy was adopted by the central bank or Bank Indonesia (BI) through several instruments, including through regulating discount rates for commercial banks. In this case, BI sets the inflation target as a reference for determining interest rates. When the inflation rate exceeds the targeted, BI will raise interest rates which in turn will reduce the credit issued by commercial banks to the public, because commercial banks must pay higher interest rates to the central bank. And the results of the analysis that the interest rate charged in the credit (Lending Facility) discount facility is classified as an act of usury. Meanwhile, the profits obtained from the deposit of funds in the Facility Deposit transaction are not permitted in the Islamic economy, because in the Islamic economy there is no interest rate but profit sharing, given the fixed and concrete interest rates. In addition, the discount facility is also incompatible with some Islamic economic principles, including; the principle of Illahiyah, Justice, and the government.
GERAKAN EKOFEINISME PEDAGANG PEREMPUAN PAYUNGI DALAM PENGGUNAAN PLASTIK Aisyah Sunarwan; Eka Budi Bekti; Rina El Maza
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3 No 1 (2021): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.587 KB) | DOI: 10.32332/jsga.v3i1.2842

Abstract

Ekofeminisme bertujuan untuk membentuk kesadaran manusia dalam pentingnya menjaga keberlangsungan siklus hidup. Dengan mengajukan komunitas organik sebagai garda utama untuk membentuk masyarakat yang bertanggung jawab akan kehidupan, bukan hanya memusatkan kepentingan dan keuntungan pribadi diatas segalanya,melalui kepekaan sadar ekologi dalam kegidupan sehari-hari dengan mengurangi dan mendaur ulang limbah rumah tangga dan lingkungan, bertanam sayur organik, serta mendukung petani dan pasar tradisional. Pasar Yosomulyo Pelangi adalah pasar yang menyajikan makanan dan jajanan tradisional, kegiatan di pasar yosomulyo bertujuan untuk bagaimana menggerakan warga untuk bisa menciptakan pergerakan ekonomi, juga tentang bagaimana memberikan kesempatan warga untuk beraktifitas yang bernilai ekonomis. Selain itu Pasar Yosomulyo pelangi juga mengajarkan bagaimana konsep pasar dan prilaku entrepreneur yang tetap memperhatikan keramahan lingungan, dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan indah.