Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ENSAINS JOURNAL

PERUBAHAN PENAMAAN OBYEK PADA PENDERITA AFASIA WERNICKE (KASUS: MR. D) Mutiara Indah Nirmala Dewi
ENSAINS JOURNAL Vol 3, No 2 (2020): ENSAINS Journal Mei 2020
Publisher : UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.342 KB) | DOI: 10.31848/ensains.v3i2.428

Abstract

Abstract: Aphasic patient generally shows deficiency in language production, such as objects naming aspects. The name of an object that was been known, and the patient has comprehension about it, caused by aphasia, the name of object is loss. This article discuss about object naming of language production of Wernicke aphasia patient Mr. D. The research method used is case study with data collected using method of observation, interview, record and written data. The result shows that several deviations  of words according to object naming  in Indonesian language. The result research shows that word of objects name or numbers of objects around the home (indoors and outdoors) are difficult to be spoken, also in  personal naming are not accuratelay spoken. Keywords:  Wernicke aphasia, objects naming, language defficiencyAbstrak: Penderita afasia memiliki beberapa kekurangan bahasa, salah satu diantaranya adalah kesulitan dalam penamaan suatu obyek ((object naming). Nama suatu obyek, walaupun sebelumnya sudah dikenal dan dihafal di luar kepala, namun dengan akibat dari satu hal bisa  menjadi pengurangan daya ingat khususnya penamaan obyek. Artikel ini membahas kesulitan dalam penamaan suatu obyek (object naming) pada penderita afasia Wernicke pada Mr.D. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dan  proses pengumpulan data menggunakan metode libat, cakap, rekam, catat. Hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan bahwa pasien Mr.D mengalami kesulitan menyebutkan beberapa kata yang berhubungan dengan obyek benda di sekitar tempat tinggal, maupun nama-nama orang baik di dalam rumah maupun di luar rumah.Kata kunci: afasia Wernicke, penamaan objek, penyimpangan bahasa
PERUBAHAN BUNYI BAHASA PADA PENDERITA AFASIA WERNICKE (KAJIAN PADA PASIEN MR. D) Mutiara Indah Nirmala Dewi
ENSAINS JOURNAL Vol 2, No 2 (2019): ENSAINS Journal Mei 2019
Publisher : UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.31848/ensains.v2i2.240

Abstract

Abstract: Aphasic patient generally shows deficiency in language production, of course in phonologic, morphologic and sintaksis aspects. Phonologic aspect refers to different pronouncement which produced. This article discuss about phonologic aspect of language production of Wernicke aphasia patient Mr. D. The method used is case study with data collected using method of observation, interview, record and written data. The result shows that patient produces several deviations phonologic of vocals and consonants according to elimination, addition, and replacement of phrases, words and sentences in Indonesian language. The differences occurred like the alphabethic r is not so clear spoken, preposition, numeric word or numbers difficult to be spoken, objects and personal naming are not accuratelay spoken.   Keywords:  Wernicke aphasia, phonology, phonologic defficiency  Abstrak: Penderita afasia pada umumnya akan menunjukkan kekurangan dalam produksi bahasa, baik dalam aspek fonologi, morfologi maupun sintaksis. Aspek fonologi ditunjukkan dengan adanya perbedaan bunyi ujaran yang dikeluarkannya. Artikel ini membahas keluaran bunyi pada ujaran penderita afasia Wernicke pada pasien Mr.D. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data secara libat, cakap, rekam, catat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada pasien terjadi kekeliruan fonologi pada beberapa vocal maupun konsonansesuai dengan bentuk penghilangan, penambahan, perubahan frasa, kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia. Perbedaan atau kekeliruan yang terjadi adalah misalnya huruf r tidak jelas diucapkan, kata depan penunjuk tempat, bergitu juga pasien sulit untuk menyatakan bilangan, menghapal atau menyebutkan nama-nama orang atau benda di sekelilingnya. Kata kunci: afasia Wernicke, fonologi, penyimpangan fonologis