Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan populasi seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Makassar Tahun Ajar 2015/2016 dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA3 dan XI IPA4 yang berjumlah 60 orang siswa, yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS secara croos sectional. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe TPS sebagai variabel bebas (independent) dan hasil belajar biologi siswa sebagai variabel terikat (dependent). Data aktivitas belajar diperoleh dengan menggunakan tabel pengamatan aktivitas yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data hasil belajar diperoleh dengan menggunakan kuis dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS memiliki aktivitas belajar yang lebih baik dari siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Nilai rata-rata hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yakni 80,5 (sd = 4,64), sedangkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yakni 83,66 (sd = 3,92). Analisis statistik inferensial menunjukkan nilai sig (2-tailed) 0,00 < α (0,05), maka hipotesis H0 (tidak ada perbedaan hasil belajar biologi antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kooperatif tipe TPS) ditolak dan hipotesis H1 (ada perbedaan hasil belajar biologi antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS) diterima. Disimpulkan, ada perbedaan hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada konsep jaringan hewan dan sistem gerak di kelas XI IPA SMA Negeri 5 Makassar.