Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RUMAH BELAJAR MANAJEMEN STRES DI TAMAN DAYU PASURUAN Santoso, Stephanie
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Rumah Belajar Manajemen Stres di Taman Dayu Pasuruan”  merupakan sebuah fasilitas konseling dan pelatihan manajemen stres. Proyek ini di desain untuk memfasilitasi orang yang sedang mengalami stres  maupun orang yang ingin belajar tentang manajemen stres. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola stres yang merugikan ( distress ) menjadi stres yang menguntungkan ( eustress ). Proyek ini hanya hanya sampai pada tahap penanganan stres saja. Fasilitas yang disediakan meliputi welcome area, villa, restoran, ruang workshop dan perpustakaan, ruang behavior test, ruang belajar manajemen stres.  Desain ini menggunakan pendekatan perilaku, sehingga ditemukan adanya tiga zona belajar utama, yaitu area psikologi, area fisik, dan area sosial. Konsep desain “Homey” diaplikasi untuk menciptakan ruang yang nyaman dan hangat bagi masing – masing pengunjung. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk menunjukkan perbedaan suasana sesuai perilaku pengguna. Ruang yang didalami adalah area ruang psikologi, dimana ruang tersebut terdapat 5 jenis pengguna, yaitu bayi, anak – anak, remaja, dewasa, dan lansia.
Kompetensi Komunikasi Interkultural Staff Warga Negara Jerman dan Indonesia di Wisma Jerman - Surabaya Santoso, Stephanie
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.81 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kompetensi Komunikasi Interkultural antara staf berkewarganegaraan Jerman dan Indonesia saat bekerja di Wisma Jerman. Interaksi antara budaya berbeda rawan hambatan dan konflik, sehingga diperlukan Kompetensi Komunikasi Interkultural agar komunikasi dapat terjadi secara efektif dan tepat. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan teknik analisis data Van Kaam. Penelitian ini menemukan bahwa komponen Kompetensi Komunikasi Interkultural antara staf berkewarganegaraan Jerman dan Indonesia di Wisma Jerman sesuai dengan temuan Wiseman yaitu motivasi, pengetahuan, sikap, dan perilaku ditambah dengan pengalaman interaksi interkultural dan adopsi budaya temuan peneliti.   
RUMAH BELAJAR MANAJEMEN STRES DI TAMAN DAYU PASURUAN Stephanie Santoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.855 KB)

Abstract

Rumah Belajar Manajemen Stres di Taman Dayu Pasuruan”  merupakan sebuah fasilitas konseling dan pelatihan manajemen stres. Proyek ini di desain untuk memfasilitasi orang yang sedang mengalami stres  maupun orang yang ingin belajar tentang manajemen stres. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola stres yang merugikan ( distress ) menjadi stres yang menguntungkan ( eustress ). Proyek ini hanya hanya sampai pada tahap penanganan stres saja. Fasilitas yang disediakan meliputi welcome area, villa, restoran, ruang workshop dan perpustakaan, ruang behavior test, ruang belajar manajemen stres.  Desain ini menggunakan pendekatan perilaku, sehingga ditemukan adanya tiga zona belajar utama, yaitu area psikologi, area fisik, dan area sosial. Konsep desain “Homey” diaplikasi untuk menciptakan ruang yang nyaman dan hangat bagi masing – masing pengunjung. Pendalaman karakter ruang dipilih untuk menunjukkan perbedaan suasana sesuai perilaku pengguna. Ruang yang didalami adalah area ruang psikologi, dimana ruang tersebut terdapat 5 jenis pengguna, yaitu bayi, anak – anak, remaja, dewasa, dan lansia.
Kompetensi Komunikasi Interkultural Staff Warga Negara Jerman dan Indonesia di Wisma Jerman - Surabaya Stephanie Santoso
Jurnal e-Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): Vol 5, no 1 February 2017
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.81 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Kompetensi Komunikasi Interkultural antara staf berkewarganegaraan Jerman dan Indonesia saat bekerja di Wisma Jerman. Interaksi antara budaya berbeda rawan hambatan dan konflik, sehingga diperlukan Kompetensi Komunikasi Interkultural agar komunikasi dapat terjadi secara efektif dan tepat. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah fenomenologi dengan teknik analisis data Van Kaam. Penelitian ini menemukan bahwa komponen Kompetensi Komunikasi Interkultural antara staf berkewarganegaraan Jerman dan Indonesia di Wisma Jerman sesuai dengan temuan Wiseman yaitu motivasi, pengetahuan, sikap, dan perilaku ditambah dengan pengalaman interaksi interkultural dan adopsi budaya temuan peneliti.