I W. Santyasa
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MODEL E-LEARNING BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KKPI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Partha Sindu, I G.; Santyasa, I W.; Sukra Warpala, I W.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model direct instructions, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, dan (3) mendeskripsikan pengaruh interaktif antara model pembelajaran (e-learning berbasis masalah dan direct instructions) dengan motivasi belajar siswa (motivasi tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar KKPI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 5 kelas yang terdiri dari 178 siswa. Sampel diambil 4 kelas dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan dianalisis dengan ANACOVA faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dan siswa yang belajar dengan model direct instructions, (2) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (3) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar KKPI yang dicapai siswa.   Kata kunci: model e-learning berbasis masalah, motivasi belajar, hasil belajar   Abstract This study was aimed at (1) describing the differences in learning outcomes of Computer Skills and Information Management (KKPI) between the students who learned through problem-based e-learning model with students who learned through direct instructional model, (2) describing the differences in learning outcomes of KKPI between the students with high learning motivation with those with low learning motivation, and (3) describing the interactive effect between the model of learning (problem-based e-learning model and direct instructional model) with student’s motivation (high and low motivation) towards learning outcomes of KKPI. This study is a quasi-experimental study using a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population of this study consist of 5 classes consisting of 178 students. Samples were taken 4 classes with simple random sampling. Data was collected using achievement test and analyzed using ANACOVA factorial 2×2. The result showed that (1) there was difference in learning outcomes of KKPI between the students who learned through the problem-based e-learning model and the students who learned through the direct instructional model; (2) there was difference in learning outcomes of KKPI between students who have high learning motivation and students who have low learning motivation; (3) there was an interactive influence between the model of learning with learning motivation towards the student’s achievement in the learning outcomes of KKPI.   Keywords : problem-based e-learning model, learning motivation, learning outcomes
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN ASSESSMENT ALTERNATIF ONLINE MATA PELAJARAN IPA TINGKAT SMP KELAS DELAPAN DENGAN MODEL DICK AND CAREY Budiyasa, I M.; Santyasa, I W.; Warpala, I W. Sukra
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar dan assessment alternatif online tingkat sekolah menengah pertama. Identifikasi permasalahan yang diteliti adalah sebagai berikut: 1) kebutuhan media pembelajaran semakin meningkat baik kuantitas maupun kualitas, 2) kebutuhan tes online untuk mengatasi kendala yang rumit dalam proses evaluasi baik proses pembelajaran konvensional sampai pembelajaran modern. Secara operasional tujuan tersebut dirinci sebagai berikut: 1) Menjelaskan proses rancangan bahan ajar online dan assessment alternatif online mata pelajaran IPA tingkat SMP, 2) mendeskripsikan tanggapan ahli isi, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, ahli komputer, 3) mendeskripsikan tanggapan uji perorangan, kelompok kecil, tanggapan guru mata pelajaran, dan uji lapangan, 4) menganalisis efektifitas media yang dikembangkan. Subyek coba pada tahap ini dilakukan oleh seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran dan seorang ahli media online, guru pengampu mata pelajaran dan para siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, pretest dan posttest. Data dianalisis dengan deskriftif kualitatif, deskriftif kuantitatif  dan analisis statistik uji-t. Hasil review dari ahli isi menyatakan bahwa isi produk sudah sesuai. Hasil tanggapan ahli desain adalah baik. Hasil tanggapan ahli media pembelajaran adalah sangat baik. Hasil penilaian ahli media online adalah baik. Hasil tanggapan uji perorangan adalah sangat baik. Hasil uji kelompok kecil adalah baik. Hasil penilaian pendidik adalah sangat baik. Hail penilaian uji lapangan adalah sangat baik. Hasil uji dengan prangkat lunak SPSS 17 pada taraf signifikasi 5%, nilai rata-rata pretest 31,67 dan posttest 78,67. Hasil uji-t menunjukkan angka signifikasi 0,001, angka signifikasi tersebut lebih kecil dari signifikasi yang ditetapkan 0,05,  sehingga H0 ditolak, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar online.   Kata kunci:  bahan ajar online, tes online, e-learning sains.   Abstract This study aimed at developing online media and alternative online assessment for Junior High School. Identification of issues to be examined are: 1) the need of learning media is increasing both the quantity and quality 2) the need of online test to solving complicated in the process of evaluating both conventional learning process or modern learning. Operationally, the purposes can be described as follows; 1) explain the design for online media and alternative online assessment for Junior High School. 2) describing content expert’s opinion, describing instructional design expert’s opinion, describing instructional media expert’s opinion, and computer expert’s opinion, 3) describing student’s opinion and small group students opinion, teacher’s opinion, and formative tets,  4) analyzing the effectiveness of developed online media and alternative online assessment. The subjects of this study were the content expert, the instructional design expert, the instructional media expert, and the online media expert, the subject teachers and the eighth grade students of SMP N 2 Singaraja. Data were analyzed qualitative descriptively, quantitative descriptively, and analyzed statistics T test. The Results of a review from content expert asserted that the product’s content has been appropriate. The response from instructional design expert is good. The response from instructional media expert is very good. The response from online media expert is good. The response from individual test is very good. The response from small group test is good. The response from the subject teacher is very good. Field test result is very good. The result of analyzed using SPSS 17 in 5% level of significance. It was shown that, the mean of pretest was 31.67 and the mean of posttest was 78.67. The result of t-test showed the significance value was 0.001, which mean it was below the level of significance  0.05, Therefore H0 refused, equally there are a significance difference between students learning before and after online based media given.   Keywords: online media, online test, e-learning science.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PENGETAHUAN AWAL UNTUK MATA PELAJARAN FOTOGRAFI BAGI SISWA KELAS X SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA Brahmantara, I B. G.; Santyasa, I W.; Tegeh, I M.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 3 (2013)
Publisher : Jurnal Teknologi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis pengetahuan awal di SMK TI Global Singaraja.mengetahui bagaimana tanggapan dari uji ahli dan megetahui bagaimana pengaruh terhadap pembelajaran fotografi di SMK TI Global Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajar menggunakan model Dick dan Carey yang memiliki delapan tahap yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi prilaku awal, menulis tujuan pembelajaran khusus, mengembangkan butir-butir tes acuan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, mendesain dan memilih evaluasi formatif. Jumlah responden yang me-review bahan ajar adalah satu orang ahli isi sekaligus ahli media isi, satu orang ahli media komputer, satu orang ahli desain pembelajaran, tiga siswa dalam uji perorangan, 12  siswa dalam uji kelompok kecil, 20 siswa dalam uji lapangan, dan 1 guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian the one group , pretest-posttest design. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan Uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas multimedia ditinjau dari: (1) aspek isi adalah sangat baik dengan persentase 100%. (2) Aspek media isi sangat baik dengan persentase 100%. (3) Aspek media komputer baik dengan persentase 83%. (4) Aspek desain pembelajaran baik dengan persentase 86%. (5) Aspek uji perorangan sangat baik dengan persentase 100%. (6)  Aspek uji kelompok kecil baik dengan persentase 89%. (7) Aspek uji guru mata pelajaran sangat baik dengan persentase 91,66%. (8). Aspek uji lapangan baik dengan persentase 87,47%.Berdasarkan hasil uji-t menunjukkan bahwa signifikansi yang diperoleh 0,001 kurang dari signifikansi yang ditetapkan 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum belajar dengan multimedia pembelajaran dan setelah belajar dengan  multimedia pembelajaran.   Kata kunci: multimedia pembelajaran, pengetahuan awal, mata pelajaran fotografi   Abstract This study aimed at developing prior knowledge based multimedia learning on photography lesson in SMK TI Global Singaraja. The design of the study was in the form of research and development. Dick and Carey model was used in multimedia learning development which had eight stages, namely: 1) identify instructional goals, 2) conduct instructional analysis, 3) identify entry behavior, 4) write performance objective, 5) develop criterion reference tests, 6) develop instructional strategy, 7) develop and select instructional material, 8) develop and conduct formative evaluation. The number of multimedia learning reviewer were  a content expert as well as media content expert, a computer media expert, a learning design expert, 3 students in individual test, 12 students in small group test, 20 students in field test and a teacher. The pretest and posttest data were analyzed using t-test. The result of the study showed that the validity of teaching material in terms of; (1). Content aspect was very good with 100 % (2). Content media aspect was very good with 100 % (3). Computer media aspect was good with 83%. (4) Learning design aspect was good with 86% (5). Individual test aspect was very good with 100% (6). Small group test was very good with 89% . (7). Teacher test aspect was very good with 91.66%. (8). Field test aspect was very good with 87.47%.  The result of t-test showed the significance value obtained was 0.001 which was less than standard significance value 0.05. It meant there was a significant difference between students achievement before multimedia learning given and after multimedia learning given.   Keywords : multimedia learning, prior knowledge, photography lesson
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PENGETAHUAN AWAL UNTUK MATA PELAJARAN FOTOGRAFI BAGI SISWA KELAS X SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA Brahmantara, I B. G.; Santyasa, I W.; Tegeh, I M.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.988 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.719

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis pengetahuan awal di SMK TI Global Singaraja.mengetahui bagaimana tanggapan dari uji ahli dan megetahui bagaimana pengaruh terhadap pembelajaran fotografi di SMK TI Global Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajar menggunakan model Dick dan Carey yang memiliki delapan tahap yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi prilaku awal, menulis tujuan pembelajaran khusus, mengembangkan butir-butir tes acuan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, mendesain dan memilih evaluasi formatif. Jumlah responden yang me-review bahan ajar adalah satu orang ahli isi sekaligus ahli media isi, satu orang ahli media komputer, satu orang ahli desain pembelajaran, tiga siswa dalam uji perorangan, 12  siswa dalam uji kelompok kecil, 20 siswa dalam uji lapangan, dan 1 guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian the one group , pretest-posttest design. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan Uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas multimedia ditinjau dari: (1) aspek isi adalah sangat baik dengan persentase 100%. (2) Aspek media isi sangat baik dengan persentase 100%. (3) Aspek media komputer baik dengan persentase 83%. (4) Aspek desain pembelajaran baik dengan persentase 86%. (5) Aspek uji perorangan sangat baik dengan persentase 100%. (6)  Aspek uji kelompok kecil baik dengan persentase 89%. (7) Aspek uji guru mata pelajaran sangat baik dengan persentase 91,66%. (8). Aspek uji lapangan baik dengan persentase 87,47%.Berdasarkan hasil uji-t menunjukkan bahwa signifikansi yang diperoleh 0,001 kurang dari signifikansi yang ditetapkan 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum belajar dengan multimedia pembelajaran dan setelah belajar dengan  multimedia pembelajaran.   Kata kunci: multimedia pembelajaran, pengetahuan awal, mata pelajaran fotografi   Abstract This study aimed at developing prior knowledge based multimedia learning on photography lesson in SMK TI Global Singaraja. The design of the study was in the form of research and development. Dick and Carey model was used in multimedia learning development which had eight stages, namely: 1) identify instructional goals, 2) conduct instructional analysis, 3) identify entry behavior, 4) write performance objective, 5) develop criterion reference tests, 6) develop instructional strategy, 7) develop and select instructional material, 8) develop and conduct formative evaluation. The number of multimedia learning reviewer were  a content expert as well as media content expert, a computer media expert, a learning design expert, 3 students in individual test, 12 students in small group test, 20 students in field test and a teacher. The pretest and posttest data were analyzed using t-test. The result of the study showed that the validity of teaching material in terms of; (1). Content aspect was very good with 100 % (2). Content media aspect was very good with 100 % (3). Computer media aspect was good with 83%. (4) Learning design aspect was good with 86% (5). Individual test aspect was very good with 100% (6). Small group test was very good with 89% . (7). Teacher test aspect was very good with 91.66%. (8). Field test aspect was very good with 87.47%.  The result of t-test showed the significance value obtained was 0.001 which was less than standard significance value 0.05. It meant there was a significant difference between students achievement before multimedia learning given and after multimedia learning given.   Keywords : multimedia learning, prior knowledge, photography lesson
PENGARUH MODEL E-LEARNING BERBASIS MASALAH DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR KKPI SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 2 SINGARAJA Partha Sindu, I G.; Santyasa, I W.; Sukra Warpala, I W.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.745 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.617

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar keterampilan komputer dan pengelolaan informasi (KKPI) antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui model direct instructions, (2) mendeskripsikan perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, dan (3) mendeskripsikan pengaruh interaktif antara model pembelajaran (e-learning berbasis masalah dan direct instructions) dengan motivasi belajar siswa (motivasi tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar KKPI. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 5 kelas yang terdiri dari 178 siswa. Sampel diambil 4 kelas dengan cara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan dianalisis dengan ANACOVA faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang belajar dengan model e-learning berbasis masalah dan siswa yang belajar dengan model direct instructions, (2) terdapat perbedaan hasil belajar KKPI antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (3) terdapat pengaruh interaktif antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar KKPI yang dicapai siswa.   Kata kunci: model e-learning berbasis masalah, motivasi belajar, hasil belajar   Abstract This study was aimed at (1) describing the differences in learning outcomes of Computer Skills and Information Management (KKPI) between the students who learned through problem-based e-learning model with students who learned through direct instructional model, (2) describing the differences in learning outcomes of KKPI between the students with high learning motivation with those with low learning motivation, and (3) describing the interactive effect between the model of learning (problem-based e-learning model and direct instructional model) with student’s motivation (high and low motivation) towards learning outcomes of KKPI. This study is a quasi-experimental study using a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population of this study consist of 5 classes consisting of 178 students. Samples were taken 4 classes with simple random sampling. Data was collected using achievement test and analyzed using ANACOVA factorial 2×2. The result showed that (1) there was difference in learning outcomes of KKPI between the students who learned through the problem-based e-learning model and the students who learned through the direct instructional model; (2) there was difference in learning outcomes of KKPI between students who have high learning motivation and students who have low learning motivation; (3) there was an interactive influence between the model of learning with learning motivation towards the student’s achievement in the learning outcomes of KKPI.   Keywords : problem-based e-learning model, learning motivation, learning outcomes