This Author published in this journals
All Journal SENTIA 2016
Sabar Setiawidayat
Seminar Nasional Teknologi Informasi Politeknik Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM MONITORING INSTALASI LISTRIK BERBASIS TRANSMISSION CONTROL PROTOKOL / INTERNET PROTOKOL (TCP/IP) Rofi Al Akrom; Sabar Setiawidayat; Anis Qustoniah; Mukhsin Mukhsin
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.862 KB)

Abstract

Information technology has undergone a variety of development, one of which is an Ethernet module. Ethernet module is a data communication system that is widely used at the present time and is not limited by distance. Ethernet network if connected with Internet allows to communicate efficiently. At first ethernet can only be done on a computer. But now, ethernet communication can be performed with more energy-efficient IC is arduino and ENC28J60 So simple applications that once worked on the computer can be done with this tool. One example is the monitoring of electrical installations based on TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). The website is used to monitor the electrical installation. Mini circuit break will send a signal to the information or input signal from arduino, arduino then forwarded to the Ethernet module ENC28J60 and then sent through the ISP network using a modem to the website. The results of this thesis is a system monitors the electrical installation based on TCP / IP capable network connected to the Internet and can be accessed through the website.
ANALISIS PENGARUH POWER QUALITY PADA TRANSFORMATOR DAN MOTOR INDUKSI 3 FASA Achmad Ridwan; Rendra Vivaldy; Sabar Setiawidayat; Mohamad Mukhsin
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.004 KB)

Abstract

Power  quality  adalah  persoalan  perubahan  bentuk  tegangan,  arus  atau  frekuensi  yang  dapat menyebabkan kegagalan atau misoperation peralatan, baik peralatan di sisi supply maupun di sisi peralatan konsumen.  Permasalahan  power  quality  diantaranya  adalah  unbalance  voltage,  over  /  under  voltage,  dan harmonisa. Pengujian transformator dan motor induksi 3 fasa pada kondisi gangguan power quality bertujuan untuk menguji performa transformator dan motor induksi 3 fasa  antara lain efisiensi transformator dan besar rugi – rugi transformator. Pengujian transformator dilakukan dengan cara membandingkan beban yang terpasang yakni beban linier berupa beban lampu dan beban non linier berupa rectifier 3 fasa dan rectifier 1 fasa. Rectifier 3 fasa, sementara pengujian motor induksi 3 fasa dilakukan dengan cara menginjeksi sumber dengan beban non linier.  Hasil   pengujian   menunjukan   bahwa   pada   transformator,   harmonisa   arus   mengakibatkan   pada meningkatnya  rugi  tembaga  (Pcu)  pada  transformator  sedangkan  harmonisa  tegangan  mengakibatkan meningkatnya rugi inti (Pcore). Pada kondisi over voltage rugi inti mengalami kenaikan paling besar. Rectifier 1 fasa yang terpasang pada fasa R memberikan kontribusi ketidaksetimbangan tegangan dan arus. Sementara untuk motor induksi 3 fasa didapat hasil yang sama yakni rugi-rugi total injeksi beban non linear pada sumber mengalami kenaikan dibanding sumber tanpa injeksi beban linier
FILTERING DATA DISKRIT ELEKTROKARDIOGRAM UNTUK PENENTUAN PQRST DALAM SATU SIKLUS Sabar Setiawidayat; Suci Imani Putri
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.595 KB)

Abstract

Dalam artikel ini telah dapat direpresentasikan data nilai-nilai amplitude puncak PQRST dalam tiap siklus. Gelombang kontinyu sinyal Elektrokardiogram (ECG) hasil pemeriksaan, di sampling pada frekuensi 250 Hz sehingga diperoleh data diskrit dengan durasi step 0.004 detik. Durasi waktu peak R to peak R (dR) digunakan sebagai periode waktu tiap cycle. Pergeseran mundur durasi 1.5dR dari RN+1 akan diperoleh titik awal siklus sedangkan pergeseran mundur durasi 0.5dR dari RN+1 akan didapatkan titik akhir siklus. Peak P digunakan untuk merepresentasikan keadaan depolarisasi Atrium, QRS digunakan untuk menunjukkan depolarisasi ventrikel dan peak T digunakan untuk menunjukkan kondisi repolarisasi dalam otot-otot Jantung. Data diskrit dari Physionet MIT-BIH dan hasil pengukuran sendiri memakai ECGd 12-lead digunakan sebagai data untuk memperoleh nilai peak PQRST dalam tiap siklus