Pada umumnya, pertanian berkembang di daerah pedesaan dengan intensitas kepemilikan lahan yang kecil. Kurangnya ketersediaan pangan juga disebabkan makin berkurangnya lahan pertanian di perkotaan. Permintaan akan pemanfaatan lahan kota yang terus tumbuh dan bersifat akseleratif untuk pembangunan berbagai fasilitas perkotaan, termasuk kemajuan teknologi, industri dan transportasi. Gerakan pengembangan pertanian perkotaan sangat berdampak positif dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat. Secara fisik pertanian perkotaan perlu ditingkatkan karena memberikan kontribusi dan manfaat yang besar dalam penyediaan ruang terbuka hijau. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh dari efisiensi dan efektivitas urban farming terhadap pendapatan ekonomi petani. Sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan responden berjumlah 15 orang. Penelitian ini menggunakan teknik atau metode analisis linear berganda atau MRA (Multiple regression analysis) dengan bantuan SPSS versi 25. Adapun pengaruh efisiensi terhadap pendapatan dapat diketahui dari jawaban responden terhadap kuesioner atau angket yang mayoritas anggota kelompok tani menjawab setuju, Karena efisiensi yang meliputi biaya, waktu, tenaga dan lain-lain diperlukan dalam suatu program khususnya pada program kelompok tani. Pengaruh efektivitas terhadap pendapatan dapat diketahui dari jawaban responden terhadap kuesioner atau angket yang mayoritas anggota kelompok tani menjawab setuju, Karena efektivitas sangat diperlukan dalam suatu program agar dapat mengetahui seberapa jauh program tersebut berjalan.