aden bayu raspati
Fakultas Pertanian Universitas Galuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Saluran Pemasaran Komoditas Padi (Studi Kasus di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran) aden bayu raspati; Muhamad Nurdin Yusuf; Dani Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.417 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2563

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) saluran pemasaran padi dari petani sampai ke pengecer di Desa Selasari, 2) besarnya marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasran pada proses pendistribusian padi sawah di Desa Selasari, 3) besarnya keuntungan pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran pada proses pendistribusian padi di Desa Selasari,4) persentase harga yang diterima petani (farmer’s share) dalam pendistribusian padi di Desa Selasari. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dengan mengambil kasus di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Teknik penarikan sampel untuk Lembaga Pemasaran menggunakan simple random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 25 petani dari jumlah populasi sebanyak 204 orang dengan metode acak sederhana(simple random sampling), 20 petani responden, 1 pedagang pengumpul,1 pedagang besar, dan 3 pedagang pengecer. Sedangkan untuk pedagang perantara pengambilan sampelnya menggunakan snowball sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriftif Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Saluran Pemasaran: Petani produsen - Pedagang pengumpul - Pedagang besar - Pedagang pengecer – konsumen. Biaya pemasaran padi sawah yang dikeluarkan ditingkat pedagang pengumpul  Rp 400 per kilogram, pedagang besar Rp 890 per kilogram, dan pedagang pengecer Rp 150 per kilogram, sehingga biaya keseluruhan sebesar Rp 1.440 per kilogram. Sedangkan keuntungan pemasaran padi sawah ditingkat pedagang pengumpul yaitu Rp 600 per kilogram, pedagang besar Rp 2.610 per kilogram, dan di pedagang pengecer Rp 1.350 per kilogram, sehingga keuntungan keseluruhan sebesar Rp 4.650 per kilogram. Marjin pemasaran padi sawah ditingkat pedagang pengumpul sebesar RP 1000 per kilogram, pedagang besar Rp 3.500 per kilogram, dan di pedagang pengecer Rp 1.500 per kilogram, sehingga marjin total sebesar Rp 6.000 per kilogram. Farmer’s share atau bagian harga yang diterima petani adalah 40 persen dari harga yang dibayarkan konsumen.