Rina Mandara Harahap
IAIN Pontianak

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RESIKO MORAL HAZARD PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Rina Mandara Harahap
Al-Maslahah : Jurnal Ilmu Syariah Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Syariah (Syari'ah Faculty )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.196 KB) | DOI: 10.24260/almaslahah.v12i1.347

Abstract

The problems of Principal-Agent often occurred in financing scheme of Islamic banking as the effect of imbalance information between Shahibul Maal and Mudharib are adverse selection and moral hazard. Providing adequate information and determining optimum sharing schemethat meet the utility of Islamic banking and client can reduce the problem of adverse selection and moral hazard. Even though financial product is highly risked, yet it can be reduced by optimizing sharing scheme and thus the financial amount can be increased. Furthermore, the effective supervision of the corporation as a control management is necessary to minimize financial risk. Then, Good Corporate and Good Governance (GCG) Principles must be implemented in Islamic banking as a consequence of public responsibility in running the bank according to shariah principle based on Al-Qur’an, Hadith, and Ijmā
MANAJEMEN STRATEGI DENGAN POLA KEMITRAAN PENJUALAN MOBIL BEKAS DI PONTIANAK Rina Mandara Harahap
Andromeda : Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Andromeda
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/andromeda.v1i2.2355

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi bisnis perusahaan mobil bekas di Pontianak dan pola kemitraan perusahaan mobil bekas di Pontianak dalam pengembangan usaha. Temuannya adalah Penjual mobil bekas menggunakan strategi diferensiasi produk untuk membedakannya dari pesaing. Cara yang digunakan penjual tersebut berbeda-beda, diantaranya dengan membuat kerjasama yang baik dengan penjual sparepart mobil, membuat bengkeng sendiri, hanya membeli mobil yang siap pakai, serta menyewa ruko untuk membuka dealer. Pola Kemitraan yang dilakukan oleh pedagang mobil bekas di Pontianak adalah pola keagenan, dimana agen diperbolehkan menjual mobil bekas kepada konsumen, dan aturan main dalam kemitraan tersebut adalah asas saling percaya yang disepakati saja.
Peran Strategi dan Literasi Keuangan dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kota Pontianak Rina Mandara Harahap
Andromeda : Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Andromeda
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/andromeda.v3i1.5179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran strategi dan literasi keuangan dalam meningkatkan daya saing UMKM di Kota Pontianak. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 12 pelaku UMKM yang aktif mengelola usaha minimal 2 tahun. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi praktik nyata, pengalaman, dan persepsi pelaku UMKM terkait pengelolaan keuangan dan strategi bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Kota Pontianak menerapkan strategi keuangan sederhana namun adaptif, seperti pengelolaan modal, pengendalian biaya, dan penyesuaian terhadap kondisi pasar. Literasi keuangan pelaku UMKM bervariasi, sebagian sudah memanfaatkan teknologi digital untuk pencatatan transaksi dan pengambilan keputusan finansial. Strategi dan literasi keuangan terbukti saling mendukung dalam meningkatkan daya saing UMKM, meskipun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan pengetahuan formal, akses pembiayaan terbatas, dan pengalaman penggunaan teknologi digital yang kurang merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi strategi keuangan yang efektif dan literasi keuangan yang memadai dapat meningkatkan daya saing UMKM. Saran diberikan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi keuangan dan memanfaatkan teknologi digital, bagi pemerintah dan lembaga pendukung untuk menyediakan pelatihan dan akses pembiayaan, serta bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih luas dan longitudinal.