Asisda WAP
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CACAT PELAFALAN KONSONAN PADA PENDERITA TOKSOPLASMA KAJIAN NEUROLINGUISTIK Fairuz Bunga Kurniawan; Achmad HP; Asisda WAP
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.128 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.071.01

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan atau mendeskripsikan konsonan apa sajakah yang mengalami perubahan pada penderita Toksoplasma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Konsonan yang paling banyak mengalami penggantian bunyi adalah konsonan /k/ yaitu sebanyak 5 data, yaitu konsonan /k/ menjadi konsonan /Å‹/. Lalu terdapat 4 data kesalahan pada penambahan bunyi (adisi) yang dilafalkan oleh responden pertama. Konsonan yang paling banyak mengalami penambahan bunyi atau kemunculan bunyi baru adalah bunyi /k/ sebanyak 4 kali. Selebihnya penambahan /Å‹/ satu kali, penambahan /w/ satu kali, penambahan /n/ dua kali, dan penambahan /s/ satu kali. Konsonan yang paling banyak mengalami penghilangan bunyi adalah konsonan /m/, /n/, /r/, yaitu sebanyak masing-masing dua kali.Adapun konsonan yang paling sedikit mengalami penghilangan bunyi adalah /b/, /l/, /t/, /c/, /Å‹/, yaitu masing-masing sebanyak satu kali. Konsonan yang paling banyak berubah adalah menghilangnya konsonan /l/ yaitu sebanyak 5 kali. Selain itu, konsonan yang banyak mengalami penghilangan adalah konsonan /m/, /t/, /r/ masing-masing sebanyak tiga kali. Kata Kunci: Konsonan, Toksoplasma, dan Neurolinguistik
TINDAK TUTUR ILOKUSI ANTARA GURU DAN SISWA PADA ANAK PENYANDANG DOWN SYNDROME Inten Fitriani; Liliana Muliastuti; Asisda WAP
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.519 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.072.06

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas mengenai fenomena tindak tutur yang dimiliki para siswa penyandang DS pada SLB Dharma Wanita Bogor. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui analisis percakapan antara guru dan siswa dengan merekam aktivitas belajar mengajar di SLB Dharma Wanita Kota Bogor di dalam kelas. Pada analisis tindak tutur ilokusi para siswa SLB Dharma Wanita Kota Bogor ditemukan ilokusi asertif 25 buah, ilokusi direktif 7 buah, ilokusi komisif 5 buah, ilokusi ekspresif 4 buah, ilokusi deklaratif tidak ditemukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis tindak tutur para siswa pada anak penyandang DS di SLB Dharma Wanita Kota Bogor yang paling banyak ditemukan ialah ilokusi asertif, yaitu sebanyak 25 buah. Ilokusi asertif menjadi jenis tindak tutur yang paling sering digunakan untuk menyatakan sesuatu kepada lawan tutur karena banyaknya pernyataan yang diucapkan siswa penyandang DS.Ilokusi deklaratif jarang sekali ditemukan karena dalam percakapan antara guru dan siswa pada anak penyandang DS karena tidak adanya korespondensi antara isi dan realitas. Kata kunci: Pragmatik, Tindak Tutur, Down Syndrome