Fansury Ningmas
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI MODERNISME ISLAM DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARANGAN AKMAL NASERY BASRAL: PERSPEKTIF SEMIOTIK ROLAND BARTHES Fansury Ningmas
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.809 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.07

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan modernisme dalam novel Sang Pencerah karangan Akmal Nasery Basral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan menjabarkan gambaran cerita secara lengkap. Dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan studi mendalam untuk mencaritahu representasi modernisme Islamyang berkembang pada masa K.H. Ahmad Dahlan yang dapat dirasakan responsif dan membumi di tanah Indonesia. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan objek analisis novel Sang Pencerahkarangan Akmal Nasery Basral melalui kajian semiotika Roland Barthes.Perjalanan sejarah Islam di Indonesia sudah berjalan cukup unik, dari mulai Islam yang begitu mudah dan cepat untuk diikuti oleh masyarakat sampai setelah pertempuran pemikiran Islam dimasukkan ke dalam ruang yang lebih luas. Banyak sekali kontribusi konseptual diharapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari pemikir Islam, bahkan oleh pemuda Muslim. Menghasilkan pola pemikiran Islam berdasarkan studi besar Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan membentuk Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikir maju sesuai dengan perkembangan zaman. Menurut ajaran Islam perubahan merupakan sebagian dari sunnatullah serta salah satu sifat asasi manusia dan alam raya secara keseluruhan. Pada pemikiran munculnya modernisme dalam agama Islam, K.H. Ahmad Dahlan membawa pengaruh pemikiran pembaruan Muhammad Abduh. Dalam kaitan ini organisasi pembaruan Muhammadiyah bergerak di bidang syariat, sosial, dan pendidikan.Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini ditemukan bahwa representasi modernisme dalam novel Sang Pencerah perspektif semiotika Roland Barthes inibukan lagi merupakan penanda belaka. Modernisme Islam kekinian merupakan modernisme Islam yang bersiap dalam menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan identitasnya. Kata Kunci: Representasi, Modernisme, dan Muhammadiyah.