Madu memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap yang terdiri dari gula dan enzim kompleks yang memungkinkan terjadinya reaksi biokimia. Penurunan kadar air madu merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya fermentasi. Pada penelitian ini digunakan metode dehumidifikasi untuk melihat pengaruhnya terhadap penurunan kadar air madu klanceng. Penelitian dilakukan dengan variasi parameter suhu, luas penampang dan waktu terhadap penurunan kadar air madu. Hasil penelitian dianalisa menggunakan regresi linear dan didapat penurunan kadar air sebesar 0,1% untuk setiap kenaikan suhu dehumidifikasi sebesar 1 °C, penurunan kadar air sebesar 0,0083% untuk setiap peningkatan luas penampang sebesar 1 cm2, dan penurunan kadar air sebesar 0,0167% untuk setiap kenaikan waktu proses selama 1 menit.