Dony Apriatama
IAIN Palangkaraya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG MENGHAMBAT SISWA DALAM MEMANFAATKAN LAYANAN INFORMASI KARIR DI SMP NEGERI 6 PALANGKA RAYA Dony Apriatama
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): volume 3 Number 2 September 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.882 KB) | DOI: 10.26737/jbki.v3i2.735

Abstract

Layanan informasi merupakan salah satu dari beberapa kegiatan dalam rangka pelaksanaan program bimbingan di sekolah untuk membantu siswa mengenal lingkungannya yang di manfaatkan baik saat ini maupun dimasa yang akan datang. Tujuan Penelitian ini yaitu ingin mengetahui faktor-faktor yang menghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier di SMP Negeri 6 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu, suatu metode penelitian yang memusatkan pemecahan masalah-masalah yang digunakan untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif pada situasi sekarang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat diketahui bahwa secara umum faktor-faktor penghambat siswa kelas VIII dalam memanfaatkan layanan informasi karier di SMP Negeri 6 Palangka Raya tahun ajaran 2016/2017 berada pada tingkat kategori Cukup dominan dengan persentase rata-rata 70,45%. Peneliti menyarankan Hendaknya digunakan sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam penyusunan program pendidikan selanjutnya untuk membantu faktor penghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier. Dapat sebagai masukan untuk mendukung guru bimbingan konseling dalam meningkatkan pemahaman dan peran guru bimbingan dalam memberikan bimbingan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang menghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier. Hendaknya selalu bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mengatasi penyebab faktor-faktor yang menghambat siswa dalam memanfaatkan layanan informasi karier.
BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS NILAI BUDAYA BELOM BAHADAT UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOPAN SANTUN PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTA PALANGKA RAYA Dony Apriatama
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.474 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1515

Abstract

Sopan santun merupakan sikap dalam tata krama yang diperlukan dalam pelaksanaan pembelajaran agar tercipta hubungan yang baik antara peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik. Proses pembelajaran akan sulit berjalan secara maksimal jika antara guru dengan peserta didik ataupun sesama peserta tidak menunjukkan sikap sopan santun. Berdasarkan hasil observasi di MAN Kota Palangka Raya, peserta didik tidak menunjukkan sikap sopan santun yang baik kepada guru ataupun sesama peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap sopan santun peserta didik MAN Kota Palangka Raya melalui layanan bimbingan kelompok berbasis nilai kearifan lokal yaitu nilai budaya belom bahadat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PreExperimental Designs One-Group-Pretest-Posttest Design. Teknik pengambil sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive. Penelitian dilakukan dengan menysipkan nilai budaya belom bahadat ke dalam bimbingan kelompok. Hasil  dari penelitian ini adalah bimbingan kelompok berbasis nilai belom bahadat terbukti efektif untuk meningkatkan sikap sopan santun peserta didik MAN Kota Palangka Raya sebesar 21%. Konselor hendaknya selalu meningkatkan kompetensinya dalam melaksanakan bimbingan kelompok sehingga layanan yang diberikan dapat optimal dalam mengatasi masalah yang terjadi di sekolah.__________________________________________________________ The good attitude is a manners needed to implementation of learning in order to create a good relationship between students and teachers and fellow students. The learning process will be difficult to runsoptimally if the teacher and students or fellow students don’t show good attitude. Basedon the results of observation at MAN Palangka Raya City, students didn’t show good attitude to teachers or fellow students. The research was purposed to improve the good attitude of the Students at MAN Palangka Raya City through group guidance services based on the value of local wisdom, namely the cultural value of Belom Bahadat. The research design used in this research was Pre-Experimental Designs One-Group-Pretest-Posttest Design. The sampling technique in this research used purposive sampling technique.This research was carried out by incorporating the cultural value of belom bahadat into group guidance. The result showed that group guidance based on cultural value Belom Bahadat proved effective to improve the good attitude of students at MAN Palangka Raya City by 21%. The counselors should always improve their competence in carrying out group guidance so that the services provided can be optimal in dealing with problems that occur in schools.