Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Jimbe Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Studi Kasus CV. Akbar Metatama Melviana Margareta; Andung Jati Nugroho
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 9: Agustus 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i9.1970

Abstract

CV Akbar Metatama perusahaan pengecoran Logam. Bulan Januari 2022 – Desember 2022 memproduksi Jimbe sebanyak 820 unit dengan tiga jenis kecacatan yaitu berlubang peresentase cacat 37%, retakkan 34 unit peresentase cacat 32%, ekor tikus 34 unit peresentase cacat 30%. kecacatan menyebabkan rework cost, rework time berakibat keterlambatan pengiriman produk, memperbaiki kualitas mutu, dan meningkatkan keuntungan. Statistic Quality Control adalah statistik pengendalian kualitas yang merupakan teknik penyelesaian masalah menggunakan metode statistik dan metode Failure Mode and Effect Analysis adalah metode mengidentifikasi dan menganalisa potensi kegagalan akibatnya dan merencanakan proses produksi secara baik dan menghindari kegagalan proses produksi. Hasil pengolahan data menggunakan peta kendali P untuk LCL dan UCL dikatakan aman. Faktor penyebab kecacatan yaitu manusia yaitu human error, Mesin tidak ada alat pengecekan cairan logam. Material yaitu pemilihan bahan kurang. komposisi bahan 30% aluminium batangan, 70% rijekan. Metode yaitu perlu melakukan perhitungan kecepatan pengisian (fillingrate), pengecekkan cetakan (permeabilitas), lingkungan yaitu kebisingan dan suhu ruangan melebihi standar kerja. Analisis FMEA diketahui RPN tertinggi yaitu cacat berubang dengan prioritas pertama RPN 100, dengan skala detection control pada kegagalan (failure mode) yaitu pemilihan komposisisi bahan campuran diperbaiki dengan komposisi bahan campuran 50% dan bahan utama 50% aluminium batangan dan pembelian alat ukur suhu Termometer Bimetal.
Analisis Strategi Pemasaran Produk Slice Waxed Di Pt Habe Dengan Menggunakan Metode Swot Dan Quantitative Strategi Planing Matrix (Qspm) Masri Mangamis; Andung Jati Nugroho
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 12: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i12.2407

Abstract

PT.HABE adalah perusahaan dagang dan eksportir produk-produk handycraft berkualitas serta bernilai seni, dengan material utama kayu jati. PT Habe harus mengenali kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam menghadapi persaingan, yang akan sangat membantu dalam mendefinisikan diri, serta memanfaatkan semua peluang. strategi pemasaran adalah upaya untuk menemukan pemasaran yang menguntungkan. posisi dalam sebuah perusahaan. Permasalahan yang didapat adalah data penjualan yang menurun dikarnakan kuranya inovasi desain atau ukiran produk sehingga membuat konsumen bosan dengan produk yang diproduksi. menetapkan strategi pemasaran yang sesuai atau strategi terbaik bagi PT Habe menggunakan pendekatan metode matriks SWOT dan matriks QSPM. Berdasarkan analisis matrix IFE diperoleh total skor yang dimiliki sebesar 3,43, sedangkan analisis matrix EFE sebesar 2,10. Hasil matrix IE berada pada sel IV yang disebut strategi tumbuh dan membangun, selain itu pada sel IV terdapat strategi integratif yaitu integrasi ke depan, integrasi ke belakang dan integrasi horizontal. Matrik SWOT menghasilkan 5 alternatif strategi yang dapat dipilih oleh PT Habe. Berdasarkan matriks QSPM alternatif strategi yang paling diusulkan dan diprioritaskan adalah menciptakan produk dengan bentuk dan ukiran yang baru dalam hal ini PT Habe menciptakan berbagai jenis ukiran pada produk-produknya seperti produk yang bermotif alam yang mengambarkan motif bunga-bunga,pohon,hewan dan lain sebagainya diperoleh nilai TAS sejumlah 7,18 Kata Kunci : Matrix IE, Matrix IFE EFE, Matrix QSPM, Matrix SWOT, Pemasaran
IDENTIFIKASI BAHAYA KECELAKAAN KERJA DI PT. XYZ DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Bagus Aditya Pratama; Andung Jati Nugroho
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2378

Abstract

Occupational safety and health (K3) issues are still the main focus faced by PT. Madubaru, especially in the boiler station area which has high potential hazards and risks of work accidents due to the work environment, machine operation, and unsafe work such as non­compliance with the use of personal protective equipment (PPE) and work procedures. The focus of this study is to identify various potential hazards, analyze the risks of work accidents, and determine the basic causes of work accidents at the PT. XYZ boiler station. The method used is Job Safety Analysis which is useful for identifying hazards in each work process and establishing risk controls, and Fault Tree Analysis to analyze the causal relationship of accidents from the central cause to the underlying cause. Data were collected through direct observation, interviews with workers and company data in the form of work accidents. The results of the study indicate the existence of various potential hazards with varying levels of risk from low to high which are influenced by human factors, machines, work methods, and the environment, and the causes of work accidents are influenced by unsafe activities, lack of compliance with SOPs, and inadequate equipment conditions. Recommendations for control include increasing compliance with the use of PPE, improving and enforcing SOPs, installing safety signs, and increasing supervision and training in the area of OHS. Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) masih menjadi fokus utama yang dihadapi oleh PT. Madubaru, tertutama di area stasiun ketel atau boiler yang memiliki potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja yang tinggi disebabkan lingkungan kerja, pengoperasian mesin, dan kerja tidak aman seperti ketidakpatuhan dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur kerja. fokus dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi berbagai potensi bahaya, menganalisis risiko kecelakaan kerja, serta mengetahui penyebab dasar terjadinya kecelakaan kerja di stasiun ketel PT. XYZ. Metode yang digunakan yaitu Job Safety Analysis yang berguna mengidentifikasi bahaya pada setiap proses pekerjaan serta menetapkan pengendalian risiko, dan Fault Tree Analysis untuk menganalisis hubungan sebab-akibat kecelakaan dari penyebab pusat hingga penyebab yang mendasar. Data dikumpulkan melalaui observasi secara langsung, melakukan wawancara dengan pekerja dan data data perusahaan berupa kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya dengan tingkat risiko yang bervariasi dari rendah hingga tinggi yang dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode kerja, dan lingkungan, serta penyebab dari terjadinya kecelakaan kerja dipengaruhi dari aktivitas yang tidak aman, kurangnya kepatuhan terhadap SOP, dan kondisi peralatan yang tidak memadai. Rekomendasi untuk pengendalian mencakup peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan APD, perbaikan dan penegakan SOP, pemasangan tanda keselamatan, serta peningkatan pengawasan dan pelatihan di bidang K3.
Analisis Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja pada Stasiun Finishing CV. SP Alumunium Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) Ronaldo R.L.Panjaitan Panjaitan; Andung Jati Nugroho
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2445

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan industri, khususnya pada proses produksi yang melibatkan mesin berputar dan interaksi langsung antara pekerja dengan material kerja. CV. SP ALUMUNIUN sebagai perusahaan manufaktur pengecoran aluminium memiliki berbagai aktivitas produksi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, terutama pada stasiun Finishing 1, Finishing 2, dan Finishing 3. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja, menganalisis tingkat risiko kecelakaan kerja, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pekerja, serta analissi data kecelakaan kerja yang pernah terjadi. Penilaian risiko dilakukan dengan menentukan nilai Likelihood dan Severity berdasarkan standar AS/NZS 4360, kemudian dipetakan ke dalam matriks risiko. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan potensi bahaya kecelakaan kerja dengan tingkat risiko yang bervariasi, yaitu satu potensi bahaya dengan ketegori Extreme Risk, dua potensi bahaya dengan kategori High Risk, dua potensi bahaya dengan kategori Medium Risk, dan tiga potensi bahaya dengan kategori Low Risk. Potensi bahaya dengan risiko tinggi umumnya berasal dari aktivitas pembubutan dan pemolesan yang melibatkan mesin berputar dan material panas. Upaya pengendalian risiko difokuskan pada risiko kategori tinggi dan ekstrem dengan menerapkan hirarki pengendalian risiko, yaitu Engineering Control, Admistrative control, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penerapan metode Job Safety Analysis (JSA) dalam penelitian ini memberikan gambaran yang sistematis mengenai kondisi keselamtan kerja di area finishing CV. SP ALUMUNIUM dan dapat menjadi dasar dalam upaya peningkatan keselamatan kerja serta pencegahan kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Knalpot Menggunakan Metode FMEA dan FTA Aqsa Cahyo Saputra; Andung Jati Nugroho
Cosmic Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2026): Mei
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/cosmic.v3i2.1559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kecacatan produk serta menentukan prioritas perbaikan dalam proses produksi knalpot pada UMKM Zappeline Knalpot Purbalingga. Permasalahan yang ditemukan yaitu tingginya tingkat kecacatan produk sebesar 2006 unit dari total produksi 12.000 unit selama periode Januari–Juni 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko kegagalan dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan. Penilaian severity, occurrence, dan detection dilakukan melalui observasi lapangan serta wawancara dengan pemilik usaha dan operator produksi yang berpengalaman. Hasil analisis FMEA menunjukkan bahwa kecacatan silencer berlekuk/penyok memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 100, diikuti oleh cacat saringan knalpot mudah lepas dengan nilai RPN sebesar 80. Analisis FTA menunjukkan bahwa penyebab utama kecacatan berasal dari kombinasi faktor manusia, metode kerja, mesin, material, dan pengawasan. Faktor dominan yang memicu kegagalan adalah teknik pengelasan yang kurang tepat, tekanan mesin press yang berlebihan, serta belum adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. Berdasarkan hasil analisis tersebut, usulan perbaikan yang diberikan meliputi penyusunan SOP kerja, pelatihan operator, pengendalian material, serta perawatan mesin secara berkala. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam upaya menurunkan tingkat kecacatan produk serta meningkatkan sistem pengendalian kualitas pada industri manufaktur skala UMKM.
PENENTUAN WAKTU BAKU DAN PRODUKTIVITAS PADA PROSES PRODUKSI TEMPE MENGGUNAKAN STOPWATCH TIME STUDY Septian Dwi Cahyo; Andung Jati Nugroho
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11488

Abstract

Pabrik Tempe Murni Muchlar merupakan UMKM produksi tempe dengan output rata-rata 1.500 kg per hari, 11 tenaga kerja, dan waktu kerja efektif 7 jam per hari. Belum adanya waktu baku menyebabkan variasi penyelesaian kerja yang berpotensi menurunkan efisiensi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu baku setiap elemen kerja, menghitung kapasitas produksi teoritis, serta menganalisis produktivitas aktual. Metode yang digunakan adalah Stopwatch Time Study melalui observasi langsung pada 16 elemen kerja dalam delapan tahapan produksi, mulai dari perendaman hingga pengemasan. Data diuji menggunakan uji kecukupan dan uji keseragaman, kemudian dihitung waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku dengan rating factor Westinghouse serta allowance 16%. Hasil penelitian menunjukkan total waktu siklus 160,49 menit, waktu normal 177,66 menit, dan waktu baku 211,50 menit. Bottleneck terjadi pada Perebusan 2 dengan waktu baku 41,67 menit. Kapasitas teoritis sebesar 2.016 kg per hari, sedangkan output aktual 1.500 kg per hari.
Penentuan Waktu Baku dan Jumlah Tenaga Kerja Optimal Menggunakan Metode Stopwatch Time Study pada Proses Produksi Kerajinan Keranjangan Anyaman Ronaldo R.L.Panjaitan; Andung Jati Nugroho
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2681

Abstract

CV. Pondok Daun merupakan perusahaan industri kerajinan keranjang anyaman berorientasi ekspor yang pada proses produksinya mengalami ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun kerja. Kondisi aktual menunjukkan bahwa stasiun kerja Trimming mempekerjakan 12 operator, Coating 2 operator, dan Packing 5 operator dengan target produksi 100 set per hari. Perbedaan jumlah tenaga kerja tersebut menyebabkan beban kerja antar stasiun tidak merata dan berpotensi menurunkan efisiensi perusahaan. Selain itu, perusahaan belum memiliki standar waktu kerja sebagai dasar penentuan kebutuhan tenaga kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal menggunakan metode Stopwatch Time Study. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terhadap waktu kerja operator pada setiap elemen kerja, kemudian dilakukan uji kecukupan data dan uji keseragaman data untuk memastikan data layak digunakan dalam pengolahan lebih lanjut. Selanjutnya dilakukan perhitungan rating factor, allowance, waktu siklus, waktu normal, waktu baku, serta jumlah tenaga kerja optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu siklus sebesar 3.191,4 detik dan waktu normal sebesar 3.779,04 detik. Waktu baku pada stasiun kerja Trimming sebesar 2.825,32 detik, Coating sebesar 856,46 detik, dan Packing sebesar 926,80 detik, dengan total waktu baku sebesar 4.608,59 detik per unit produk serta allowance sebesar 18%. Berdasarkan target produksi 100 set per hari dan waktu kerja efektif selama 7 jam, diperoleh kebutuhan tenaga kerja optimal sebanyak 11 operator pada stasiun Trimming, 4 operator pada stasiun Coating, dan 4 operator pada stasiun Packing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tenaga kerja aktual belum seimbang sehingga diperlukan penyesuaian jumlah tenaga kerja untuk meningkatkan efisiensi perusahaan.
Pengendalian Kualitas Produk Bubuk Kopi Menggunakan Metode Six Sigma Rudi Saputra; Andung Jati Nugroho
Cosmic Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2026): Mei
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/cosmic.v3i2.1561

Abstract

UMKM untuk memperluas pasarnya karena sering mendapat komplain dari pelanggan karena bubuk kopi yang mereka terima kualitasnya  kurang baik seperti rasa asam basi pada bubuk kopi, terdapat noda bintik putih pada bubuk kopi dan aroma bubuk kopi sangit. Six Sigma adalah sebuah metode pemecahan masalah yang tersetruktur dan sistematis menggunakan standar DMAIC (define, measure, action, improve,dan control) sebagai alur prosesnya. Fokus utama Six Sigma adalah pada peningkatan kualitas untuk memenuhi kepuasan pelanggan. cacat aroma sangit pada manusia kurang teliti dan pelatihan karyawan dimana pekerja asal-asalan dalam menyortir bahan baku kopi dengan usulan perbaikan memberikan pelatihan terhadap karyawan dan pengawasan kepada karyawan, pada mesin tidak adanya perawatan mesin secara berkala dimana perputaran mesin pada Mixer lambat dengan usulan perbaikan Mengganti komponen yang sudah aus dan Membuat jadwal perawatan mesin, secara rutin, dan pada lingkungan ruangan yang lembab dan kurang ventilasi menyebabkan ruangan yang lembab menyebabkan munculnya jamur pada ruangan penyimpanan.1. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk bubuk yaitu. Karyawan lalai dalam melakukan produksi yang disebabkan kelelahan serta kurangnya keterampilan dalam bekerja, dikarenakan operator produksi masih minim pengalaman, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang pencahayaan. Owner tidak mengawasi operator dalam bekerja. Kurang tertatanya ruang lingkungan kerja dimana bahan baku tidak tertata dengan rapi.
Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Berdasarkan Kualitas Layanan dengan Menggunakan Metode Servqual dan IPA di PT XYZ Eva Pinata; Andung Jati Nugroho
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11909

Abstract

This study analyzes customer satisfaction and service quality at XYZ Yogyakarta, a local perfume brand facing challenges in maintaining consistent service during peak hours. Utilizing a quantitative approach, the study employs the SERVQUAL method to assess customer satisfaction based on service quality dimensions and Importance-Performance Analysis (IPA) to identify critical areas for improvement. Data was collected from 31 customers via a questionnaire measuring expectations and perceptions using a Likert scale. The SERVQUAL analysis revealed an average perception score of 4.25 against an average expectation score of 3.14, indicating that service quality generally exceeded customer expectations, with all attributes showing a positive gap. The largest gap was observed in “availability of sought-after products” (1.65), while the smallest was “service speed during peak store hours” (0.68). The IPA mapping highlighted “employee speed in assisting with perfume selection” and “service speed during peak store hours” as top improvement priorities (Quadrant I). Essentially, XYZ Yogyakarta largely satisfies its customers, but improving employee assistance with perfume selection and enhancing service efficiency during peak periods are crucial for enhancing customer experience and loyalty.