Endy Saputro
Sekolah Pascasarjana UGM

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CIVIC PLURALISM: KEMBALINYA OTORITAS KERAGAMAN SIPIL Saputro, Endy
Jurnal Kawistara Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralisme merupakan strategi hidupbersama setelah konflik di suatu masyarakatterjadi. Sebagai sebuah strategi, menurutSartori (1997), pluralisme dikenal pertamakali sekitar abad ke-16 dan ke-17, setelahperang berbasis agama usai di daratan Eropa.Menarik di sini, bahwa konflik yang terjadijustru berkaitan dengan agama danbukan sekadar perang politik/fisik semata.Pluralisme dengan demikian tidaklah munculdari ruang agama an sich, yang dikreasikandi dalam sebuah agama; meskipun,istilah ini lahir di dalam masyarakatberagama yang intoleran.
Studi Islam Indonesia: Bibliografi Disertasi Terpilih 1900-1979 Saputro, Endy
DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis bibliografi ibarat melukis sebuah peta keilmuan, agar seorang sarjana paham dimana novelti riset yang akan dikajinya. Entah sejak kapan tradisi ini “hilang” dari dunia akademik di Indonesia; satu hal yang pasti Mely G. Tan dalam Metode-Metode Penelitian Masyarakat (1977) masih merekam beberapa bibliografi tentang Indonesia yang masih terbit di awal tahun 70-an. Di era serba digital ini, bibliografi telah tergantikan dengan kemunculan database elektronik yang memiliki fitur “pencarian” cepat, seperti Proquest, Ebsco atau Springer. Tidak seperti dulu yang mengharuskan seorang peneliti mengumpulkan data referensi secara manual, kini dengan berbagai citation manager software yang ada (EndNote, Mendeley, Zotero, RefWorks dan lain sebagainya), seorang peneliti dapat menyimpan-dan-memanggil kembali referensi secara cepat dan otomatis. Namun, fasilitas tersebut bukannya tanpa kelemahan. Daya jangkau akses peneliti masih berperan dalam proses penjaringan data referensi. Untuk itulah, usaha ini merupakan sebuah ikhtiar menghidupkan tradisi menulis bibiografi, dengan batas-kajian pada studi Islam Indonesia.
Studi Islam Indonesia: Bibliografi Disertasi Terpilih 1900-1979 Saputro, Endy
DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/dinika.v1i1.9

Abstract

Menulis bibliografi ibarat melukis sebuah peta keilmuan, agar seorang sarjana paham dimana novelti riset yang akan dikajinya. Entah sejak kapan tradisi ini hilang dari dunia akademik di Indonesia; satu hal yang pasti Mely G. Tan dalam Metode-Metode Penelitian Masyarakat (1977) masih merekam beberapa bibliografi tentang Indonesia yang masih terbit di awal tahun 70-an. Di era serba digital ini, bibliografi telah tergantikan dengan kemunculan database elektronik yang memiliki fitur pencarian cepat, seperti Proquest, Ebsco atau Springer. Tidak seperti dulu yang mengharuskan seorang peneliti mengumpulkan data referensi secara manual, kini dengan berbagai citation manager software yang ada (EndNote, Mendeley, Zotero, RefWorks dan lain sebagainya), seorang peneliti dapat menyimpan-dan-memanggil kembali referensi secara cepat dan otomatis. Namun, fasilitas tersebut bukannya tanpa kelemahan. Daya jangkau akses peneliti masih berperan dalam proses penjaringan data referensi. Untuk itulah, usaha ini merupakan sebuah ikhtiar menghidupkan tradisi menulis bibiografi, dengan batas-kajian pada studi Islam Indonesia.
Studi Islam Indonesia: Bibliografi Disertasi Terpilih 1900-1979 Saputro, Endy
DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/dinika.v1i1.9

Abstract

Menulis bibliografi ibarat melukis sebuah peta keilmuan, agar seorang sarjana paham dimana novelti riset yang akan dikajinya. Entah sejak kapan tradisi ini “hilang” dari dunia akademik di Indonesia; satu hal yang pasti Mely G. Tan dalam Metode-Metode Penelitian Masyarakat (1977) masih merekam beberapa bibliografi tentang Indonesia yang masih terbit di awal tahun 70-an. Di era serba digital ini, bibliografi telah tergantikan dengan kemunculan database elektronik yang memiliki fitur “pencarian” cepat, seperti Proquest, Ebsco atau Springer. Tidak seperti dulu yang mengharuskan seorang peneliti mengumpulkan data referensi secara manual, kini dengan berbagai citation manager software yang ada (EndNote, Mendeley, Zotero, RefWorks dan lain sebagainya), seorang peneliti dapat menyimpan-dan-memanggil kembali referensi secara cepat dan otomatis. Namun, fasilitas tersebut bukannya tanpa kelemahan. Daya jangkau akses peneliti masih berperan dalam proses penjaringan data referensi. Untuk itulah, usaha ini merupakan sebuah ikhtiar menghidupkan tradisi menulis bibiografi, dengan batas-kajian pada studi Islam Indonesia.