Meithy Intan Rukia Luawo
Universitas Negeri Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Media Komik untuk Mengembangkan Pemahaman Kemandirian Emosional Siswa Kelas XI SMA Negeri 111 Jakarta Meithy Intan Rukia Luawo; Inggit Trio Nugroho
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.205 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.072.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa komik mengenai kemandirian emosional yang ditujukan untuk kelas XI di SMA Negeri 111 Jakarta. Jumlah populasi penelitian terdiri dari 4 kelas XI jurusan IPA dan IPS. Sampel yang diambil pada penelitian sebanyak 96 peserta didik. Menggunakan teknik simple random sampling dalam pengambilan sampel. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode pengembangan Research and Development (RnD) menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Adapun tahapan pengembangan yang dilakukan adalah analisis, desain, dan pengembangan. Alat pengumpul data berupa angket, instrumen kemandirian emosional dan pedoman wawancara. Penilaian media dilakukan oleh validator yang terdiri dari ahli media, ahli konten dan peserta didik. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa hasil evaluasi formatif yang dilakukan oleh ahli media 77,5%, penilaian ahli konten 75%, dan penilaian peserta didik mencapai 89%. Hasil Pengembangan komik untuk meningkatkan pemahaman kemandirian emosional dikategorikan sangat baik.
Pengembangan Buku Cerita Mengenai Gaya Pengambilan Keputusan Pada Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Jakarta Meithy Intan Rukia Luawo; Ninda Maulidya
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.637 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.072.09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah buku cerita yang berisi materi gaya pengambilan keputusan pada kelas XI di SMA Negeri 1 Jakarta. Buku cerita ini akan menjadi media penunjang pembelajaran yang dapat guru BK gunakan dalam memberikan layanan klasikal di sekolah. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 248 peserta didik dan jumlah sampel sebanyak 154 peserta didik. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement dan Evaluate). Namun, tahapan yang dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil validasi dari ahli media diperoleh sebesar 95%, ahli materi sebesar 86,5% dan hasil uji coba kelompok kecil sebesar 88%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media buku cerita mengenai gaya pengambilan keputusan dikategorikan sangat layak dengan dilakukan perbaikan buku cerita terdiri dari judul buku, beberapa kosakata, mengubah warna pada kotak pengenalan tokoh, memberikan kotak pada kesimpulan pada setiap akhir bagian cerita, dan menambahkan ajakan untuk berkonsultasi ke guru BK. Selain itu, media memiliki keunggulan dari media adalah warnanya yang menarik dan alur cerita yang sudah baik. Sebagian besar peserta didik juga dapat memahami nformasi mengenai gaya pengambilan keputusan pada buku cerita.
Pengaruh Penerapan Psikodrama dalam Layanan Konseling Kelompok Terhadap Perilaku Agresif Anak Asuh Panti Asuhan Pada Usia Sekolah Dasar Kelas Tinggi 4 - 6 SD (Studi Quasi Eksperimen di Yayasan Panti Asuhan Rahmansyah) Fega Wildaranti; Meithy Intan Rukia Luawo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.159 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.082.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan Psikodrama dalam konseling kelompok berpengaruh terhadap penurunan perilaku agresif anak asuh panti asuhan pada usia sekolah dasar kelas tinggi 4-6 SD. Menggunakan metode quasi-experimental design dengan bentuk pretest-posttest nonequivalent group design berupa layanan konseling kelompok dengan pendekatan psikodrama dan menggunakan beberapa teknik, seperti pembalikan peran, pelatihan peran, cermin, dan pengulangan. Populasi dalam penelitian adalah anak-anak asuh dari Yayasan Panti Asuhan Rahmansyah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan bentuk purposive sampling. Anak asuh dari Yayasan Panti Asuhan yang dijadikan sampel dalam penelitian adalah 12 orang dengan skor kecenderungan perilaku agresif berada dalam kategori sedang yaitu ditandai dengan melakukan beberapa perilaku agresif dalam bentuk agresi fisik, agresi verbal, kemarahan, dan permusuhan. Kelompok kontrol pada saat pretest mendapatkan total skor 740 dan posttest dengan total skor 748. Kelompok eksperimen pada saat pretest mendapat total skor 921 dan posttest dengan total skor 641, kecenderungan perilaku agresif kelompok eksperimen setelah treatment, dua anggota berada pada kategori sangat rendah ditandai dengan hampir tidak pernah melakukan perilaku agresif dan empat anggota berada pada kategori rendah ditandai dengan melakukan beberapa perilaku agresif. Hal ini memberikan bukti bahwa penerapan psikodrama dalam konseling kelompok efektif dalam membantu anak-anak menurunkan kecenderungan perilaku agresinya tersebut. Dengan demikian, konselor dapat memaksimalkan penerapan psikodrama ketika intervensi anak-anak yang berkecenderungan agresif sebagai salah satu alternatif teknik konseling dalam membantu anak menurunkan kecenderungan perilaku agresif. Kata Kunci: psikodrama, konseling kelompok, agresi, agresivitas, anak asuh panti asuhan.
Profil Dukungan Sosial-Psikologis Yang Dibutuhkan Dan Diperoleh Orangtua Dengan Anak Sakit Kanker (Survey Di Komunitas Kantong Doraemon) Windi Afifah; Meithy Intan Rukia Luawo
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.049 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.091.09

Abstract

Orangtua dengan anak sakit kanker membutuhkan dukungan sosial-psikologis untuk membantunya menghadapi kondisi yang ada. Dukungan sosial-psikologis adalah bantuan yang diterima oleh seseorang dari orang lain dalam bentuk dukungan emosional, bantuan instrumental, memberi informasi, penilaian diri dan interaksi yang mendukung agar dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai dukungan sosial-psikologis yang dibutukan dan diperoleh orangtua dengan anak sakit kanker di komunitas kantong doraemon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah 20 partisipan yang memiliki anak sakit kanker di komunitas dengan menggunakan teknik sampling jenuh, yang berarti seluruh populasi digunakan. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket sosial-psikologis yang dibutuhkan dan diperoleh. Temuan dari hasil penelitian ini adalah: (1) Dukungan sosial-psikologis yang dibutuhkan mendapatkan hasil pada tiga kategori, yaitu 45% tinggi, 35% sedang dan 20% rendah; (2) Dukungan sosial-psikologis yang diperoleh mendapatkan hasil pada tiga kategori, yaitu 25% tinggi, 55% sedang dan 20% rendah; (3) Dari lima indikator dukungan sosial-psikologis yang dibutuhkan dan diperoleh, masing-masing mendapatkan nilai yang beragam karena adanya berbagai faktor. Bagi orangtua dengan dukungan sosial-psikologis yang dibutuhkan dan diperoleh termasuk kategori tinggi maka akan berfungsi dengan baik karena kesesuaian diantara keduanya. Namun bagi orangtua yang belum memperoleh dukungan sosial-psikologis sesuai dengan yang dibutuhkan, maka penyedia dukungan berperan penting untuk memenuhi dukungan sosial-psikologis tersebut.