Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami regulasi diri yang dilakukan oleh mahasiswi yang bekerja sebagai pekerja seks komersial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah perspektif fenomenologi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 2 orang informan wanita, berstatus sebagai mahasiswi di Jakarta dan bekerja sebagai pekerja seks komersial. Informan memiliki karakteristik berbeda yaitu wanita kelab malam dan wanita simpanan pria dewasa. Dari penelitian ini teridentifikasi 4 tema utama, yaitu 1) Faktor penyebab mahasiswi menjadi “ayam kampus” dengan sub-tema faktor sosial-ekonomi, kurangnya kontrol orang tua, korban pelecehan seksual, dan pergaulan atau ajakan teman, 2) Dampak dari bekerja sampingan sebagai PSK dengan sub-tema khawatir atau cemas, gaya hidup mewah, membatasi relasi sosial atau menutup diri, ancaman, dan coping, 3) Regulasi diri dengan sub-tema latar belakang munculnya regulasi diri, strategi regulasi diri, makna regulasi diri, coping dan pilihan karir pendidikan lanjutan atau karir pekerjaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswi pekerja seks komersial memiliki regulasi diri untuk mencapai keberhasilannya dalam pendidikan.