Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Urin Kambing Yang Difermentasi Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Lada (Piper nigrum L.) . Sarah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.585 KB)

Abstract

Tanaman lada (Piper nigrum L) adalah tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi sehingga diperlukan peningkatan produksi pertumbuhan tanaman lada dengan cara meningkatkan unsur hara. Salah satu cara dalam peningkatan unsur hara tanaman lada yaitu dengan cara pemberian pupuk organik cair urin kambing yang telah difermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi urin kambing yang difermentasi terhadap pertumbuhan vegetatif lada (Piper nigrum L.). Hipotesis dari penelitian ini adalah pemberian urin kambing yang difermentasi pada konsentrasi yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif lada (Piper nigrum L.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu konsentrasi A0 Kontrol/disiram dengan akuades, A1 100 ml/l, A2 200 ml/l, A3 300 ml/l dan A4 400 ml/l. Parameter dalam penelitian adalah jumlah daun 15 HST, jumlah daun 30 HST, dan berat kering tanaman lada. Analisis data dilakukan dengan analisis varian (ANAVA) dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi urin kambing yang difermentasi berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap pertumbuhan vegetatif lada (Piper nigrum L.). Jumlah daun umur 15 HST tertinggi terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi 100 ml/l (A1) dan perlakuan dengan konsetrasi 200 ml/l (A2), Jumlah daun umur 30 HST tertinggi terdapat pada perlakuan  dengan konsentrasi 100 ml/l (A1), berat kering tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan dengan konsetrasi 200 ml/l (A2).
Organogenesis and Development of Corydoras panda in Early Stage Sulistyowati, D. Tri; Sarah, .; Alifuddin, H.
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 4 No. 2 (2005): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.119 KB) | DOI: 10.19027/jai.4.197-204

Abstract

One of attractive ornamental fish species that is from Amazon, South America, is genus Corydoras.  This fish has simple body ornament but unique that has black line in its eye and black spot at caudal.  The color of C. panda eggs at just after fertilization tends to dark brown and to be transparence after embryo formed.   Corydoras larvae possess big yolk egg without oil globule.  Larva presents at the bottom of aquarium and position of yolk is beneath of larvae.  Egg hatched about 51 hours after fertilization and organogenesis process taken 46 hours.  Pro-larvae stage finish after 5-day-old that is marked by no yolk remained. Keywords: organogenesis, embryo, larva, Corydoras panda   ABSTRAK Salah satu ikan hias yang berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan adalah Corydoras. Ikan ini memiliki corak tubuh yang sederhana namun unik terdapat garis hitam pada mata dan spot hitam pada pangkal ekor yaitu spesies Corydoras panda. Warna telur ikan Corydoras panda pada awal fertilisasi cenderung coklat gelap dan menjadi semakin terang setelah terbentuknya embrio. Larva Corydoras memiliki ukuran kuning telur besar tetapi tidak memiliki butir minyak.  Larva berada di dasar akuarium dengan posisi kuning telur berada di bawahnya. Telur ikan Corydoras panda akan menetas 51 jam pasca pembuahan dengan proses organogenesis selama 46 jam. Masa pre-larva berakhir setelah larva berumur 5 hari yang ditandai dengan habisnya kuning telur. Kata kunci: Organogenesis, embrio, larva, Corydoras panda