Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK KIMIA TEH KULIT MELINJO - Ardiyansyah; Mulia Apriliyanti
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 16 No 2 (2016): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v16i2.289

Abstract

Dalam proses produksi industri emping melinjo, kulit melinjo sering dipisahkan dan dibuang sebagai limbah pertanian. Tujuan penelitian ini adalah mengolah dan mengetahui karakteristik kimia kulit melinjo menjadi teh. Proses pembuatan teh kulit melinjo dilakukan dengan oksidasi dan non oksidasi dengan waktu pelayuan 6, 8, dan 10 jam. Hasil karakteristik teh kulit melinjo yang diolah tanpa oksidasi enzimatis dengan waktu pelayuan 8 jam memiliki karateristik terbaik dengan kadar air 6,48%, kadar abu 3,5%, kadar fenol 34,8 %, dan rendemen 56,9%, dengan derajat kecerahan 37,93 %, nilai a 12,45 dan b 34,31.
PABRIKASI EDIBLE FILM DARI CARBOXY METHIL CELLULOSE (CMC) DAN MINYAK JAHE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN UMUR SIMPAN ROTI Mulia W. Apriliyanti; - Ardiyansyah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 16 No 2 (2016): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v16i2.293

Abstract

Saat ini, industri pengemasan banyak menggunakan bahan yang berbahan dasar plastik. Hal ini mengakibatkan meningkatnya limbah plastik yang susah terurai. Salah satu alternatif solusi adalah penggunaan edible film yang mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya adalah dapat melindungi produk, penampakan asli produk dapat dipertahankan, aman bagi lingkungan serta dapat langsung dimakan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat edible film dengan minyak jahe dalam meningkatkan umur simpan roti. Kandungan fenol terbanyak pada konsentrasi minyak jahe 1,5%, dan ketebalan film tertinggi dengan konsentrasi 1 %. Minyak jahe dengan konsentrasi tinggi 2% memiliki nilai laju tranmsisi uap air paling tinggi yaitu 0,0267 g/cm2.jam, hal ini disebabkan molekul minyak atsiri memberi ruang celah-celah rongga atau terpisah dari molekul CMC sehingga CMC mudah berikatan dengan molekul air. Kadar air tertinggi pada konsentrasi minyak jahe 1 %, hasil pengamatan secara visual penambahan minyak jahe mampu menekan pertumbuhan jamur sampai 9-14 hari.