Bram Setyadji
Balai Riset Perikanan Laut, Muara Baru-Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSENTASE TUTUPAN KARANG SEBAGAI PENDUKUNG KEANEKARAGAMAN IKAN KARANG DI PULAU PAMEGARAN DAN KUBURAN CINA Anthony Sisco Panggabean; Bram Setyadji
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2009): (September 2009)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4796.285 KB) | DOI: 10.15578/jppi.15.3.2009.191-198

Abstract

Terumbu karang  merupakan  suatu ekosistem  yang mendukung  kondisi  produktivitas suatu perairan laut. Konclisi stok dan produksi ikan karang  sangat tergantung pada habitatnya.  Untuk melindungi kondisi  ekosistem  terumbu  karang  diperlukan tindakan  konservasi sumber  daya perikanan. Pembatasan masalah yang akan dibahas mencakup persentase tutupan karang, genus karang dominan yang berada pada perairan tertutup (leeward), dan perairan terbuka (windward). Untuk mengetahui persentase tutupan karang dipergunakan metode life form transek (line intercept transect) dan untuk komposisi jenis ikan  arang  dengan cara census visual (visual census). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa  kondisi karang dalam kondisi  baik  dan genus  karang  yang mendominansi yaitu Acropora, Porites, dan Montipora dengan bentuk acropora bercabang, karang masif dan karang bercabang sedangkan komposisi jenis ikan karang yang mendominansi yaitu ikan karang berkclompok atau major familyCoral reef is the most important econsystem to support marine productivity. Stock condition and productivdty of coral reef fishes depend on their habitat or coral reef ecosystem. Marine conservation of fisherie resources was needed to protect the condition of coral reef ecosystem. The problem was limited to fit.1d out coverange of coral reef, dominant reef genera in close marine area (leeward) vnd open marine lrea (windward). Line intercept transec was used to study live coral cover. Visual census is the one metl'10d to find the composition of coral reef species. The results show thtJt coral reef was in good condition  and genera were dominated by Acropora, Porites, and Montipora with acropora branching, coral1:nassive, and coral branching where are composition of reef fish was dominated by group of fishes (mc.);or family).
PENGARUH SUBSTRAT DAN KEDALAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN SPONS (Callyspongia sp.) DI PERAIRAN JEPARA Bram Setyadji; Sisco Panggabean
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 3 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.139 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.3.2010.175-181

Abstract

Potensi spons sebagai bioindikator (biomonitoring dan biomarker), bioremidiasi maupun untuk kebutuhan farmasi dan komersial telah banyak diidentifikasi melalui penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dasar mengenai pengaruh faktor lingkungan (substrat dan kedalaman perairan) terhadap pertumbuhan spons Callyspongia sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil penelitian menunjukan rata-rata laju pertumbuhan panjang spons Callyspongia sp. lebih tinggi pada kedalaman 2 m dibandingkan 1 m pada substrat ban dan jaring. Hubungan antara spons dengan substrat tidak menunjukan perbedaan yang berarti,sedangkan kedalaman diduga merupakan faktor yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan spons jenis ini. The use of sponge as bioindicator (biomonitoring and biomarker), bioremidiation and pharmaceutical purposes have been widely reported in many studies. However little is known about knowledge of their biological and ecological aspect. The aim of this study was to presents basic information about the influence of substrate and depth on growth of Callyspongia sp. The results showed that the average of length growth of Callyspongia sp. in the water depth 2 m more higher than1 m in both net and tire subtrates here were no differences of growth between net and tire as a substrate, while depth was likely put more influence on the growth of this sponge.