Asyari Asyari
Balai Riset Perikanan Perairan Umum, Mariana-Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEBIASAANMAKAN DANBIOLOGI REPRODUKSI IKANMOTAN (Thynnichthys polylepis) DIWADUK KOTOPANJANG, RIAU Asyari Asyari; Khoirul Fatah
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 4 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.895 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.4.2011.217-224

Abstract

Ikan motan (Thynnichthys polylepis) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup penting di Kabupaten Kampar. Ikanmotan diWaduk Kotopanjang termasuk jenis ikan yang dominan dan digemarimasyarakat. Penelitian ini untuk mendapatkan data dan informasi mengenai kebiasaan makan dan biologi reproduksi dilakukan pada bulan Agustus sampai Nopember 2009. Penelitian ini dilakukan melalui metode survei dengan pengambilan contoh dilakukan secara purposive sampling. Untuk mengetahui kebiasaan makan digunakan metode Indeks Preponderan, kematangan gonad diamati secara morfologi dan penentuan fekunditas dihitung dengan metodegravimetrik. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa ikan motan tergolong jenis ikan herbivora dengan pakan utama makrofita 49,9%, pakan pelengkapnya adalah phytoplankton 22,6% dan detritus 17,4%, dan pakan tambahan terdiri atas protozoa 0,8%, rotifera 0,5%, dan crustaceae 0,4%. Selain itu makanan yang tak teridentifikasi 8,4%. Ikan motan memijah secara bertahap (parsial) dimulai pada bulan Nopember. Fekunditas ikan motan berjumlah antara 25.360-61.198 butir dengan diameter telur pada kisaran antara 0,31-0,90mm, serta indeks kematangan gonad antara 6,65-17,56%. Motan (Thynnichthys polylepis) is one of fish species having the economically important value in Kampar Regency. In Kotopanjang Reservoir motan is a kind of fish which is dominant and it is liked by the people. The objectives of the research were to get data and information of food habit and the biology reproduction such as gonadal maturity, fecundity, and egg diameter has been carried out on August to November 2009. The research is done with the survey method, meanwhile the samples taken by purposive sampling. Food habit can used an index of preponderance method, the gonadal maturity is used by the morphology, meanwhile fecundity is counted by gravimetric. The result of the research shows that motan is belong to a herbivore fish with a mean food macrophyta of 49.9% as a mean food, phytoplankton of 22.6% and detritus of 17.4% as complement food. Meanwhile the addition food such as protozoa of 0.8%, rotiferas of 0.5%and crustaceae of 0.4%. Beside that, the unidentify part is 8.4%. Motan spawning by partial which is started on November. Fecundity of motan shows that the total egg varied between 25,360-61,198 with egg diameter is between 0.31-0.90 mm. Meanwhile index maturity of gonads is between 6.15-17.56 %. Based on the aspects some water quality.
PENTINGNYA LABIRIN BAGI IKAN RAWA Asyari Asyari
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 5 (2007): (Agustus 2007)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4142.03 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.5.2007.161-167

Abstract

Perairan rawa yang terdiri atas rawa pasang surut dan rawa lebak, merupakan habitat yang baik bagi ikan sebagai tempat mencari makan, tempat mengasuh anak, dan tempat memijah. Perairan rawa memiliki karakteristik fisik, kimia, dan biologi yang khas, pada umumnya banyak terdapat tumbuhan air, kandungan O2, dan pH rendah, sebaliknya CO2 relatif tinggi, karena banyak terjadi proses dekomposisi. Jenis-jenis ikan yang mendominasi perairan rawa adalah ikan-ikan yang mempunyai alat pernafasan tambahan (labirin), sehingga dapat mengambil oksigen langsung dari udara. Jenis ikan tersebut, disebut ikan hitam (black fish) seperti tembakang (Helostoma temmincki),betok (Anabas testudineus), sepat siam (Trichogaster pectoralis), sepat rawa (Trichogaster trichopterus) dan lain-lain. Labirin terletak di bagian atas rongga insang, terdiri atas lapisan-lapisan kulit yang berlekuk-lekuk dan mengandung banyak pembuluh darah. Ada organ labirin merupakan bentukpenyesuaian terhadap kondisi jelek di suatu perairan, terutama pada kondisi oksigen rendah di saat musim kemarau.
PERAN SERANGGA AIR BAGI IKAN AIR TAWAR Asyari Asyari
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 1, No 2 (2006): (Agustus 2006)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2308.269 KB) | DOI: 10.15578/bawal.1.2.2006.53-60

Abstract

Kebanyakan serangga air pada umumnya hidup di air tawar hanya sebagian kecil yang hidup di air laut Di samping itu, menguntungkan sebagai pakan alami beberapa jenis ikan serangga air dapat Juga merugikan antara lain sebagai predator bagi larva atau ikan-ikan berukuran kecil bahkan ada serangga yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia Pada umumnya ikan-ikan karnivora dan ikan omnivora air tawar memanfaatkan serangga air sebagai pakan alami baik sebagai pakan utama maupun sebagai pakan pelengkap
BEBERAPAASPEKBIOLOGI IKAN SEMBILANG(Plotosus canius) DI PERAIRANESTUARIABANYUASIN, SUMATERASELATAN Khoirul Fatah; Asyari Asyari
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 3, No 4 (2011): (April 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681 KB) | DOI: 10.15578/bawal.3.4.2011.225-230

Abstract

Ikan sembilang (Plotosus canius) merupakan salah satu sumber daya ikan di perairan estuaria, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian beberapa aspek biologi ikan sembilang dilakukan pada bulanApril sampai Juli 2007. Contoh ikan diperoleh dari nelayan yang menangkap dengan alat tangkap belad dan rawai dasar. Hasil penelitian ini menunjukan ratio kelamin jantan terhadap betina yaitu 1:2. Organisme yang ditemukan dalamsaluran pencernaan terdiri atas lima jenis yaitu potongan kepiting, udang, ikan, cacing, dan keong, sehingga ikan sembilang dapat digolongkan sebagai ikan karnivora. Pola pertumbuhan ikan sembilang bersifat isometrik (b=3), berartipertumbuhan panjang seiring dengan pertumbuhan bobot. Kelompok ukuran panjang ikan sembilang tertangkapdidominansi oleh ukuran panjang antara 25,1-30,1 cm. Eeltailed catfish (Plotasus canius) is one of the fish resources in the estuarine waters of Banyuasin South Sumatera. Research on some biological aspect of Plotosus canius was conducted from April to July 2007. Fishes were caught by fishermen using barrier traps and bottom long line. The results show that the sex ratio of male to female was 1:2. Organisms found in the digestive tract consists of five types crabs, shrimp, fish, worms, and snails. Thus eeltailed catfish can be classified as a carnivorous fish. The constant (=b) of length weight relationship of Plotosus canius was 3 (t-test) suggesting this species was length increment as fast as weight increment. Based on total length size group measured, fish dominontly caught in length of 25.1-30.1 cm.