Siti Zuhriyyah Musthofa
Research and Development Institute for Ornamental Fish Culture

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERKEMBANGAN LARVA DAN EKOLOGI IKAN “SIX-BANDED TIGER BARB” (Desmopuntius hexazona Weber & de Beaufort, 1912) DI CAGAR BIOSPHERE BUKIT BATU, RIAU Melta Rini Fahmi; Siti Zuhriyyah Musthofa; Asep Permana; Mohammad Zamroni; Redy Ginanjar
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 2 (2016): (Agustus 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.069 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.2.2016.65-76

Abstract

Ikan hias, Desmopuntius hexazona merupakan salah satu ikan yang mendiami perairan gambut di wilayah Asia Tenggara, dari Mekong hingga Malay Peninsula, Sumatra dan Borneo. Sebagai ikan hias D. hexazona telah diperdagangkan secara internasional, namun ketersediaanya masih mengandalkan hasil tangkapan alam, disisi lain upaya budidayanya sangat minim dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan larva D. hexazona hingga ukuran benih dan faktor lingkungan yang mempengaruhi pemijahan sebagai data dukung penelitian ini juga melakukan kajian ekologi ikan D. hexazona. Koleksi dan studi ekologi D. hexazona dilakukan di hutan gambut propinsi Riau pada Agustus2014, sedangkan proses pembenihan dan pengamatan perkembangan larvanya dilakukan di laboratorium dengan menggunakan mikroskop cahaya yang terhubung dengan sistem komputer. Pemijahan ikan D. hexazona terjadi pada media pemeliharaan dengan kandungan bahan organik 200-300 ppm. Proses ontogeni D. hexazona pada suhu 28-30oC terjadi sebanyak 12 fase (stage) perkembangan selama 31 hari yaitu fase bintik mata, fase gelembung renang, fase bukaan mulut, fase penyempurnaan organ mulut, fase membran sirip mereduksi, fase terbentuk dua bagian gelembung renang, fase pita hitam (bar), fase sirip belakang (anal fin), fase sirip perut (pectoral fin) dan fase terakhir yaitu perkembangan larva. Pada hari ke 31 panjang total larva mencapai ±10,17 mm. Organ pencernaan mulai sempurna seiring dengan berkurangnya volume kuning telur yaitu pada hari kesembilan setelah menetas. Perkembangan sirip larva dimulai dari sirip dorsal dan anal selanjutnya sirip ventral dan sirip caudal dan terakhir sirip pectoral. Pigmen pita (barb) mulai terbentuk hari kesembilanbelas setelah menetas dan mulai sempurna pada hari ke-27 setelah menetas. Secara ekologi ikan D. hexazona ditemukan di zona penyangga dan zona inti yaitu perairan gambut dengan kualitas air sebagai berikut; pH: 3,69-3,85; DO: 0,7-4,7 ppm; TDS: 292-346 ppm; konduktifitas: 96-134 µS/L; NO3: 7,4-20,3 ppm dan kandungan bahan organik berkisar antara 200 hingga 400 ppm.Desmopuntius hexazona, or six-banded tiger barb, is a cyprinid fish that inhabits peat swamps and associated with black water streams. This species native to the Southeast Asia, from the Mekong drainage basin to the Malay Peninsula to Sumatra and Borneo. As ornamental fish, D. hexazona has been traded in the international market, but still rely on catches from the wild. Therefore, their sustainability was questionable. This research aims to examine the larvae development of D. hexazona and its associated environmental factors. Data collection and ecology conducted in the peat swamps in Riau Province. While, study of larva development was conducted in the Research and Development Institute for Ornamental Fish Culture. The careful observation of the process embryonic development larval six-barb carried done by using light microscope. The ontogeny process of D. hexazona on normal conditions (28-30oC) allowed into 12 stages based on diagnostic features of the developing embryos for 31 days and total body length 10.17 mm. Bio-ecological studies D. hexazona showed this fish inhabiting the waters with high total organic material content (200-400 ppm).