Susanto Dwiraharjo
Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Teologis Gereja Digital: Sebuah Refleksi Biblis Ibadah Online di Masa Pandemi Covid-19 Susanto Dwiraharjo
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 4, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.113 KB) | DOI: 10.33991/epigraphe.v4i1.145

Abstract

The internet has in fact become one with today's life. Not only has his presence changed many things in the fabric of social life, but it has also changed religious behavior. The worship behavior that has been limited by time and space, and that has become a standard for one's faith, is no longer the case. Not only related to the space and time of worship, even more than that the liturgy of the church that has been sacred has also changed. The output of writing this article is to find a formulation of the digital church. This study applies a qualitative method with phenomenological analysis. With this method, the scattered data can then be constructed in a more meaningful and easily understood theme. This research was conducted through 4 processes, namely: first describing facts based on data, second conducting an analysis of the facts found, third conducting a study of the topic from the standpoint of Christianity, and fourth finding its relevance in digital worship patterns.AbstrakInternet pada faktanya telah menyatu dengan kehidupan masa kini. Keha-dirannya tidak saja telah mengubah banyak hal dalam tatanan kehidupan sosial, tetapi juga telah mengubah perilaku keagamaan. Perilaku ibadah yang selama ini terbatasi oleh ruang dan waktu, dan itu telah dijadikan standar baku keimanan seseorang, sekarang tidak lagi demikian. Bukan saja terkait dengan ruang serta waktu peribadatan, bahkan lebih dari itu liturgi gereja yang selama ini disakralkan pun juga ikut berubah.  Luaran dari penulisan artikel ini adalah untuk menemukan sebuah formulasi ten-tang gereja digital. Penelitian ini menerapkan metode kualtatif dengan analisis fenomenologi. Dengan metode ini akan dapat ditemukan data-data yang terserak selanjutnya dikonstruksikan dalam satu tema yang lebih bermakna dan mudah dipahami. Penelitian ini dilakukan melalui 4 proses, yaitu: pertama mendiskripsikan fakta berdasarkan data, kedua me-lakukan analisis terhadap fakta yang ditemukan, ketiga melakukan kajian terhadap topik dari sudut pandang ajaran Kekristeenan, dan keempat me-nemukan relevansinya pada pola peribadatan secara digital.
Kritik Retoris: Suatu upaya Memahami Teks Alkitab dari Sudut Latar Belakang Retorika Susanto Dwiraharjo
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 6, No 2: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v6i2.218

Abstract

Hermeneutics in the last decade has experienced a very rapid development, which at first was more often associated with the field of theology, but has since undergone a development that is no longer limited to theological discourse. The development in theology is due to the existence of various critical approaches, one of which is rhetorical criticality. At first, this criticism gave rise to a lot of a priori, but later it developed into a model of interpretation or approach that can help interpreters find culturally appropriate truths when the text is delivered. The output of this paper is to describe the method of rhetorical criticism and the approach pattern used to interpret a text. The method used for this writing is the hermeneutic method. This method has a strategic role in the dialoguing text whose meaning is still ambiguous, becomes clear and does not have multiple interpretations, rationalizes the messages contained in the text so that it is easier to understand. Abstrak Hermenetika pada decade terakhir ini mengalami perkembangan yang begitu pesat, yang semula lebih sering dikaitkan dengan bidang teologi, namun di waktu berikutnya mengalami perkembangan yang tidak lagi hanya terbatas pada ilmu teologi. Perkembangan dalam teologi adalah dengan adanya berbagai pendekatan kritis, yang salah satunya adalah kritis retoris. Pada awalnya kritik ini menimbulkan banyak apriori, tetapi di kemudian hari berkembang menjadi model tafsir atau pendekatan yang dapat menolong penafsir menemukan kebenaran yang sesuai kultur ketika teks disampaikan. Luaran dari tulisan ini adalah untuk memaparkan metode kritik retoris dan pola pendekatan yang digunakan untuk mengintepretasi suatu teks. Metode yang digunakan untuk penulisan ini adalah metode hermenetika. Metode ini memiliki peran strategis dalam mendialogkan teks yang maknanya masih ambigu menjadi jelas dan tidak multitafsir, merasionalisasikan pesan yang terkandung dalam teks agar lebih mudah dipahami