Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SEJARAH PESANTREN DI INDONESIA Herman Herman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2013): VOL 6. NO. 2 JULI-DESEMBER 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.311

Abstract

Salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia adalahPondok Pesantren, ia merupakan system pendidikan pertamadan tertua di Indonesia, karena sifat keislaman dankeindonesiaan terintegrasi dalam pesantren menjadi dayatariknya. Belum lagi kesederhanaan, system manhaj yangterkesan apa adanya, hubungan kiyai dan santri serta keadaanfisik yang serba sederhana. Di tengah gagalnya systempendidikan dewasa ini, ada baiknya disimak kembali systempesantren, dimana didalamnya lebih mengedepankan ilmu etikadan pengetahuan. Kiyai adalah tempat betanya atau sumberrefrensi, tempat menyelesaikan semua urusan, tempat memintanasihat dan fatwa. Oleh karena itu, mesjid sebagai salah satutempat belajar dalam perkembangannya, pesantren dilengkapidengan pondok sebagai tempat tinggal santri yang menjadi cirrikhas dari lembaga tersebut adalah rasa keikhlasan yang dimilikioleh santri dan kiyai hubungan mereka tidak hanya sekedarsebagai murid dan guru, tapi lebih seperti anak dan orang tua.Bentuk, system dan metode pesantren di Indonesia dapat dibagimenjadi dua priode; pertama, Ampel (salafi) yang mencerminkankesederhanaan secara konprehensif. Kedua, priode Gontor yangmencerminkan kemoderenan dalam system metode dan fisikbangunan, sehingga pada hakikatnya pesantren memiliki tigaunsure yakni; santri, kiyai dan asrama.Kata Kunci: Pesantren, lembaga pendidikan Islam,
PRINSIP-PRINSIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Universal, Keseimbangan, Kesederhanaan) Herman Herman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2014): VOL 7. NO. 2 JULI-DESEMBER 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.320

Abstract

Pendidikan merupakan usaha menusia untuk menumbuhkandan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmanimaupun rohani sesuai dengan norma-norma yang berlakudimasyarakat. Usaha-usaha tersebut dalam rangka untukmewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda. Oleh karenaitu, prinsip universal dalam pendidikan Islam adalah mencakupmasalah aqidah, ibadah dan muamalah. Interaksi edukatif yaituintraksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuanpandidikan. Oleh karena itu, intraksi edukatif dimaknai lebih spesifiklagi pada bidang pendidikan pengajaran, yang lebih dikenal denganpendidikan dan pengajaran.Prinsip universal dalam pendidikan Islam, setidaknya dapatdipisahkan dari prinsip agama Islam yang meliputi masalahketuhanan, sosial kemasyarakatan serta kesadaran terhadaplingkungan.Masalah ketuhanan, setiap agama dianut oleh umat manusiadi dunia ini, sementara berhubungan dengan keyakinan akan adanyakekuatan yang luar biasa yang datang dari diri manusia. Olehkarena, itu Islam sebagai agama maka dalam pelaksanaanpendidikan mengarahkan perkembangan manusia sesuai dengannorma-norma ajaran Islam. Sosial kemasyarakatan, manusia sebagaimakhluk individu juga sebagai makhluk sosial, sehingga memandangadanya persenyawahan antara kehidupan perseorangan dankehidupan sebagai anggota masyarakat. Pendidikan salah satubentuk intraksi manusia ia adalah tindakan sosial dimana terjadinyaintraksi social melalui jaringan kemanusiaan. Kesadaran danpemanfaatan lingkungan, persoalan lingkungan yang dijadikansarana untuk digunakan untuk menunjang kehidupan manusia dalammrangka beribadah kepada Allah.Kata Kinci: Pendidikan Islam, universal, keseimbangan,kesederahanaan
Pola Pembinaan Remaja Mesjid Nurul Jihad Kelurahan Tipulu Kecamatan Kendari Barat Herman Herman
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 8, No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.669 KB) | DOI: 10.31332/ai.v8i2.169

Abstract

Abstrak:Pola pembinaan Remaja masjid Kelurahan tipulu Kota Kendari semakinterhambat dalam upaya pemberdayaan masjidsebagai wadah pembangunanagama masyarakat, disamping kurangnya perhatian dari pihak pemerintahbegitu juga dari tokoh agama, masyarakat serta dengan orangtua remajamasjid, untuk melibatkan diri secara langsung dalam pembinaan keagamaandan masjid. Olehnya itu pemerintah kelurahan, tokoh agama dan tokohmasyarakat sangat dibutuhkan perannya dalam emberikan pembinaan danpengkaderan remaja masjid untuk mengaktifka kegiatan kemasjidan.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pola pembinaan remajamasjid di Kelurahan Tipulu Kecamatan kendari barat, titik penekanannyaadalah pembinaan remaja masjid baik dilingkungan keluarga, melaluiseminar atau pelatihan, membentuk organisasi remaja dibawah instansitertentu, menagadakan kajian seputar agama Islam, mengadakan baktisocial. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan dalam pembinaanremaja masjid nurul Jihad adalah adanya perhatian dari pemerintah,menciptakan lingkungan yang kondusif, mengaktifkan kembali remajamasjid, meningkatkan pengetahuan agama remaja masjid.Kata Kunci: Pola, Pembinaan, Remaja Mesjid