Sodiman Sodiman
Dosen STAIN Kendari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGHADIRKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL TASAWUF DALAM PROSES MENDIDIK Sodiman Sodiman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2014): VOL 7. NO. 2 JULI-DESEMBER 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i2.316

Abstract

Mendidik sejatinya adalah merubah. Merubah ketidaktahuanmenjadi tahu; merubah ketidakbisaan menjadi bisa; merubahketidakterampilan menjadi terampil; merubah ketidakberadabanmenjadi berkeadaban. Dengan demikian, proses mendidik merupakanupaya mulia untuk semakin memanusiakan manusia.Pendidikan idealnya menyentuh seluruh aspek dan potensipeserta didik. Namun sayangnya, pendidikan yang dijalankan saat inidi negeri kita lebih cenderung berorientasi pada dimensi kognitifmaterialistik.Pendidikan mengalami materialisasi tujuan! Orientasipendidikan hanya kuantitatif lulusan dan lapangan kerja. Pendidikantidak mampu menghasilkan manusia utuh. Akibatnya, krisis terbesardi dunia saat ini adalah krisis spiritualitas dan inegritas. Oleh karenaitu, tulisan ini berupaya mendiskusikan format sulusi yang bisaditawarkan untuk mengatasi kekurangan dan disorientasi dalampendidikan tersebut.Kata Kunci : Tasawuf, Mendidik, Nilai-nilai Spiritual Tasawuf.
ETOS BELAJAR DALAM KITAB TA’LIIM AL-MUTA’ALLIM THAARIQ AL-TA’ALLUM KARYA IMAM AL-ZARNUJI Sodiman Sodiman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan No 2 (2013): VOL 6. NO. 2 JULI-DESEMBER 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.305

Abstract

Kitab Ta’liim al-Muta’allim Thariiq al-Ta’allum karyaImam Al-Zarnuji sangat populer di pesantren-pesantren(tradisional). Sedangkan di madrasah luar pesantren, apalagi disekolah-sekolah negeri, kitab tersebut tidak pernah dikenal; danbaru sebagian kecil mulai mengenalnya setelah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.Banyak pihak yang menduga bahwa kitab Ta’liim al-Muta’allim Thariiq al-Ta’allum sebagai kitab yang mendasariterjadinya pengkultusan terhadap guru (kiyai) di berbagaipondok pesantren di Indonesia, dianggap kitab yang penuhkontroversi, berisi “teori sadis” kepada pencari ilmu, tidakmasuk akal, dan membuat peserta didik pasif dan tidak kritis.Meskipun demikian, kenyataannya kitab tersebut masih saja terusdibaca dan bahkan di beberapa pesantren menjadi kitab wajib.Tulisan ini mencoba menggali nilai-nilai etos belajar yangterkandung dalam kitab Ta’liim al-Muta’allim Thariiq al-Ta’allum karya Al-Zarnuji tersebut. Penulis memahami bahwanilai-nilai etos belajar yang terdapat dalam kitab ini harus digalidan “dikeluarkan” dari nilai lokalitasnya agar diketahui nilaiuniversalitasnya yang aktual.Kata kunci: Al-Zarnuji, Kitab Ta’liim Al-Muta’allim, dan etosbelajar.