Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proporsi rumah berarsitektur Cina di tepian sungai Musi Palembang Anjuma Perkasa Jaya
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 3 No 2 (2019): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2019 ~ Juni 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.176 KB) | DOI: 10.30822/arteks.v3i2.61

Abstract

Since the era of Sriwijaya, Palembang had been accosted and livable by different ethnics from other nations, such as Chinese, Arabia, and Campa. Their presence has coloured the development of architecture in Palembang because of the architectural influences of the native country. The existence of the Chinese architecture houses in Musi river is one of the architectural heritages of the Chinese ethnic that still survive until today. Visually, the shape of the buildings provides equal image proportions indicating that there is a size comparison of the physical elements of the main building in building the houses. It is interesting to find out physical proportions (main frame) of those house buildings. The research used descriptive quantitative method and data were analysed stastistically. Results of the study showed that the proportion (ratio) of the physical elements (main frame) of this building was P: L: T = 9.2:3.4:2.3. The front roof of the building (segment A) has a high proportion but lower than the roofs on segment B and C. This indicates that the spaces on segments B and C have a higher space value as praying room and private activity spot for its residents. © 2019 Anjuma Perkasa Jaya
KEARIFAN LOKAL DALAM ARSITEKTUR RUMAH RAKIT PALEMBANG Anjuma Perkasa Jaya
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 5, No 2 (2022): Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2022
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v5i2.34897

Abstract

Pada masa lalu tepian sungai Musi Palembang telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam bermukim, bahkan menurut catatan sejarah dan temuan arkeologis permukiman di tepian Sungai Musi telah ada jauh sebelum masa Kerajaan Sriwijaya. Rumah rakit merupakan salah satu tipologi bangunan rumah tinggal yang berada di tepian Sungai Musi. Keberadaan rumah rakit awalnya dikarenakan adanya peraturan dari Kesulthanan Palembang pada saat itu yang mengharuskan pendatang untuk menetap/tinggal di atas air, yaitu sungai Musi. Rumah rakit pernah mengalami masa “keemasan”, sehingga Palembang pernah mendapat julukkan Venesia dari timur karena keindahan Sungai Musi dengan keberadaan ratusan rumah rakit yang berjajar rapi di tepian sungai. Perwujudan arsitektur rumah rakit tentu tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kearifan lokal masyarakat yang mendasarinya. Saat ini keberadaan rumah Rakit semakin berkurang jumlahnya, untuk itu diperlukan upaya untuk melestarikan keberadaan rumah rakit tersebut yang merupakan warisan budaya yang memiliki keunikkan dan kekhasan arsitektur. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil penelitian menemukan nilai-nilai kearifan lokal dari arsitektur rumah rakit ini yaitu: denah rumah rakit berbentuk segiempat yang simetris, struktur dan konstruksi yang ringan, penggunaan system penambat agar bangunan tetap stabil terhadap gaya angin dan arus air, dan penggunaan material yang mudah didapat di area setempat seperti: kayu, bambu, dan ijuk.Kata Kunci: arsitektur, kearifan lokal, Rumah Rakit