Ivo Yani
Balai Pengembangan PAUD dan DIKMAS Sumatera Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYELENGGARAAN PEMBELAJARAN VOKASI BERDASARKAN MINAT PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN FUNGSIONAL PAKET C Ivo Yani
Jurnal Ilmiah Visi Vol 13 No 2 (2018): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1302.8

Abstract

The package C equality education has the distinctiveness of entrepreneurship skills that are put in the functional skills subjects. During this time, the selection of the vocational types (skills) is determined by the package C manager and without the certificate of competence even though the vocational types can be determined based on the student’s interests through the Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) test. After completing the competency tests, the graduate students can obtain the competency certificates from the Competence Certification Institutiton (LSK). This study aims to investigate (1) the students’ interest in vocational learning and (2) vocational learning outcomes in package C’s functional skills subjects. The research was conducted to the 26 research subjects of the 6th level of 2nd advanced competency degree in four PKBM at North Sumatra from August to October 2017. In order to seek out the field validation, the quasi experimental design method with pretest and post-test was used. The data collection instrumentswere in the form of tests with 15 items of multiple choice questions. The program significance was tested with the correlated t-test. The finding showed that the value of the t > ttable was (7.01> 2.06). Therefore, it could be concluded that there was a significant difference in values obtained by the students from before and after participating in sewing learning at a 5% significance level. Thus, in determining the vocational interest, the students should pay attention to the availability of the competency test places. References Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan.(2013). Pedoman peminatan peserta didik. Diakses melalui http://bk.fip.uny.ac.id/sites/ psikologi-pendidikanbimbingan.fip.uny.ac.id/files/PEDOMAN%20PEMINATAN%20SMA-SMK.pdf Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia no. 20 tentang sistem pendidikan nasional. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Peraturan pemerintah no. 19 tentang standar nasional pendidikan. Jakarta. Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. (2015). Kurikulum kursus dan pelatihan tata busana jenjang 2 dan 3 berbasis kerangka kualifikasi nasional Indonesia. Jakarta. Djamarah, S. B. (2008). Psikologi belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Heri, P. (1998). Pengantar perilaku manusia. Jakarta: EGC. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2008 tentang Uji Kompetensi Bagi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan Nonformal atau Warga Masyarakat yang Belajar Mandiri. Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Ikhtisar data pendidikan 2015/2016. Jakarta: Kemendikbud. Rothwell. (1947). Tes RMIB. Diakses melalui http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195010101980022-SITI_WURYAN_INDRAWATI/TES_RMIB.pdf. Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOMPUTER BERSERTIFIKAT LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN PADA MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL PAKET C Ivo Yani
Jurnal Ilmiah Visi Vol 14 No 2 (2019): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.065 KB) | DOI: 10.21009/JIV.1402.3

Abstract

Muatan lokal pada program Paket C merupakan kajian yang diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran atau secara tersendiri sebagai mata pelajaran pilihan. Struktur kurikulum mata pelajaran muatan lokal rumpun komputer merujuk pada Kurikulum Berbasis Kompetensi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2009 dan disesuaikan dengan jumlah satuan kredit kompetensi (SKK) mata pelajaran muatan lokal Paket C. Pembelajaran komputer dilakukan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan bagi peserta didik yang telah mencapai kompetensinya diberikan sertifikat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) hasil belajar komputer pada mata pelajaran muatan lokal Paket C, dan (2) efektivitas pembelajaran komputer pada mata pelajaran muatan lokal Paket C. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan di empat PKBM Provinsi Sumatera Utara pada tahun pelajaran 2017/2018. Subjek penelitian adalah peserta didik tingkatan VI Derajat Kompetensi Mahir 2 yang berjumlah 33 orang. Desain eksperimen yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment design) dengan tes awal dan tes akhir. Instrumen pengumpulan data berupa tes sebanyak 20 butir soal pilihan ganda. Signifikansi program diuji dengan t-test berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel (7,14 > 2,04), artinya terdapat perbedaan yang signifikan nilai yang diperoleh peserta didik sebelum dengan sesudah mengikuti pembelajaran komputer pada taraf signifikansi 5%.
PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN DALAM MEMENUHI STANDAR PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL Ivo Yani
Jurnal Ilmiah Visi Vol 15 No 2 (2020): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1502.9

Abstract

Penjaminan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas telah ditetapkan Standar Nasional Pendidikan, salah satunya melalui standar pengelolaan. Untuk memenuhi standar pengelolaan, dibutuhkan manajemen yang baik di satuan pendidikan. Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang, yang diselenggarakan di satuan pendidikan nonformal, seperti Sanggar Kegiatan Belajar dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan fungsi-fungsi manajemen melalui pelatihan dalam memenuhi standar pengelolaan SPNF dan mendeskripsikan hasil penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam memenuhi standar pengelolaan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif yang dilaksanakan terhadap 30 orang pengelola pada 30 satuan pendidikan nonformal di Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Penentuan partisipan penelitian dengan menggunakan sampel bertujuan, sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (quasi experiment design) dengan tes awal dan tes akhir. Perlakuan dilaksanakan selama selama dua bulan dengan 15 kali pertemuan atau 60 jam pelatihan, Instrumen penelitian menggunakan tes dan dokumen evaluasi diri berupa tes sebanyak 20 butir soal pilihan ganda. Signifikansi program diuji dengan t-test berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel, artinya terdapat perbedaan yang signifikan nilai yang diperoleh SPNF sebelum dengan sesudah mengikuti pembelajaran pada taraf signifikansi 5%. Terdapat kenaikan nilai rata-rata tes awal dan tes akhir sebesar 59,6% dengan daya serap klasikal 75% atau baik. Sedangkan analisis dokumen menunjukkan hasil pemenuhan dokumen rata-rata 69,5 termasuk dalam kategori sangat baik.National education standards have been established to ensure quality education, one of which is through management standards. To meet management standards, good management is needed in the education unit. Non formal education is an educational path that can be implemented a structured and tiered manner, which is held in non-formal education units, including the Learning Centers and Community Learning Centers. This study aims to determine the effectiveness and describe the results of implementing management functions through training in meeting SPNF management standards. This research is a quantitative study conducted on non-formal education in Deli Serdang Regency, North Sumatra Province in 2018. Participants of this research were recruited based on the principle of purposive sampling. There were 30 participants that met the inclusion criteria which came from 30 non-formal education units. The participants were trained about management standards for 15 times or 60 hours within two months. Before and after the training participants were given a 20-item questionnaire about the training materials as well as self-evaluation. The significance of the program was tested with a correlated t-test. The results showed that the value of countedt > tablet, meaning that there were significant differences before and after participating the training in meeting the SPNF management standards at significance level of 5%. There was an increase in the mean score of the pre and post test by 59.6% with 75% classical absorption or good. Meanwhile, the document analysis result shows that the average document fulfilment is 69.5 which categorized as very good.