Sriti Mayang Sari
Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Dimensi Interior

PERAN WARNA INTERIOR TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PENDIDIKAN ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK Sari, Sriti Mayang
Dimensi Interior Vol 2, No 1 (2004): JUNI 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.477 KB) | DOI: 10.9744/interior.2.1.pp. 22-36

Abstract

In the pre-school ages, children developed very rapid physically, cognitively, emotionally as well as socially. This has a great impact for their future. A kindergarten as their first formal educational institution is a means to help provide the stimuli and support for them in their growing period and their development. The factors which contributes to the children development at the kindergarten are the quality of teachers, activity programs, and physical surroundings. In order that the activity programs can be carried out smoothly and the children development can be optimal, there should be supporting factors such as classrooms as part of the physical surroundings, which can meet the needs for the development of pre-school children. Colours can support the condition of classroom interior which contributes to the learning activities suitable to the children's need to develop them optimally Abstract in Bahasa Indonesia : Pada usia prasekolah anak-anak akan mengalami perkembangan yang sangat cepat dari segi fisik, kognitif, emosi maupun sosial. Hal ini akan sangat berpengaruh pada masa depan anak kelak. Taman kanak-kanak sebagai lembaga pendidikan formal pertama merupakan salah satu sarana untuk membantu memberi rangsangan dan dukungan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan sifat-sifat alam. Faktor-faktor yang berperan dalam menunjang perkembangan anak di taman kanak-kanak adalah kualitas guru, program kegiatan dan lingkungan fisik. Agar program kegiatan dapat berjalan dengan baik dan perkembangan anak optimal, maka perlu didukung oleh ruang kelas sebagai bagian dari lingkungan fisik, yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Warna dapat berperan dalam mendukung kondisi interior kelas yang menunjang program kegiatan belajar sesuai kebutuhan anak agar perkembangan mereka dapat optimal. Kata kunci : warna, taman kanak-kanak, perkembangan anak TK
PERAN RUANG DALAM MENUNJANG PERKEMBANGAN KREATIVITAS ANAK Sari, Sriti Mayang
Dimensi Interior Vol 3, No 1 (2005): JUNI 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.787 KB) | DOI: 10.9744/interior.3.1.

Abstract

Basicaly every child has a potentiality to be creative, although the level of his creativity is different. Creativity, like other potentialities, needs to be given an opportunity and stimulation byhis environment to grow. The development of a child's creativity is influenced not only by the psychological environment, but the physical environment also has a big influence. The interior space as one of the physical environment can be a good support for the development of a child's creativity, as an external stimulus. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi untuk kreatif, walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Kreativitas, seperti halnya setiap potensi lain, perlu diberi kesempatan dan rangsang oleh lingkungan untuk berkembang. Perkembangkan kreativitas anak bukan hanya dipengaruhi oleh lingkungan psikis saja, tetapi lingkungan fisik juga memiliki andil yang cukup besar. Ruang interior sebagai salah satu lingkungan fisik dapat berperan sebagai pendorong atau "press" untuk mengembangkan kreativitas anak, sebagai stimuli eksternal. Kata kunci: kreativitas, perkembangan kreativitas anak, ruang.
STUDI GAYA DESAIN POSMODERN PADA INTERIOR STUDIO FOOD COURT TUNJUNGAN PLAZA 1 SURABAYA Tjugito, Stephanie; Mayang Sari, Sriti
Dimensi Interior Vol 11, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.068 KB) | DOI: 10.9744/interior.11.1.56-66

Abstract

Gaya desain sebuah food court akan sangat mempengaruhi ketertarikan dan suasana yang tercipta bagi para pengunjung yang berada di dalamnya. Gaya desain pada interior food court Tunjungan Plaza 1 Surabaya mencerminkan sebuah gaya desain postmodern yang kaya akan warna cerah dan pencampuran berbagai macam gaya yang cukup menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan gaya desain Postmodern menurut prinsip-prinsip Robert Venturi pada interior Studio food court Tunjungan Plaza 1 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gaya desain postmodern pada  Studio food court ini terlihat pada bentuk layout, elemen pembentuk ruang seperti lantai, dinding, plafon dan perabotnya, dilihat dari segi bentuk, warna dan keberagaman material yang digunakan. Gaya  desain posmodern ini paling banyak diterapkan pada elemen plafon, ada 8 prinsip yang diterapkan. Penggabungan berbagai jenis material, warna, dan bentuk pada plafon food court ini yang paling mempengaruhi gaya desain interior food court Tunjungan Plaza 1. Prinsip terbanyak yang diterapkan pada Studio food court ini adalah prinsip kompleksitas dan kontradiktif
INKULTURASI BUDAYA JAWA DALAM INTERIOR GEREJA KATOLIK REDEMPTOR MUNDI DI SURABAYA Sari, Sriti Mayang; Setyaprana, Jessyca
Dimensi Interior Vol 5, No 2 (2007): DESEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.901 KB) | DOI: 10.9744/interior.5.2.pp. 80-89

Abstract

Church of Redemptor Mundi is a catholic church which has a Javanese style of design in Dukuh Kupang Barat I no 7 Surabaya. In the church encyclopedia it was said that catholic church was not separated from inculturation, a process in which a religion adapts to the local culture. This fact becomes the base of the every arrangement decided in the church, while also considering the church liturgy. The aim of this research is to identify the phyisical elements of the church of Redemptor Mundi that has undergone inculturation with the Javanese culture, and to identify the elements that contain the same meaning with the liturgy and thus they equally support themselves as symbols in the Catholic church. Though this research, it was found that not all of the physical elements in Redemptor Mundi church, have undergone inculturation. The elements that do not have similar meaning are only used decoration to show the existence of Javanese culture in the church. Abstract in Bahasa Indonesia : Gereja Redemptor Mundi merupakan gereja Katolik bergaya Jawa yang berlokasi di jalan Dukuh Kupang Barat I no. 7 Surabaya. Inkulturasi dalam aturan gereja Katolik harus ada dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Setiap daerah memiliki bermacam-macam kebudayaan yang berbeda-beda, untuk itu dasar-dasar liturgi tersebut harus dapat bersatu dan sejalan dengan kebudayaan yang ada, artinya kebudayaan yang ada harus dapat menerima dasar-dasar tersebut dan memberi peluang adanya hubungan timbal balik antara budaya gereja dengan budaya setempat, dalam penelitian ini budaya Jawa, dimana dasar-dasar tersebut akan tumbuh dan berkembang. Hal inilah yang mendasari penataan tiap gereja Katolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana inkulturasi budaya Jawa pada unsur-unsur fisik interior gereja Katolik Redemptor Mundi. Dari penelitian ini diketahui bahwa tidak keseluruhan unsur fisik pada gereja Redemptor Mundi mengalami inkulturasi, elemen yang tidak memiliki kesamaaan makna tersebut digunakan sebagai elemen dekorasi saja untuk menunjukkan keberadaan budaya Jawa dalam interior gereja tersebut. Kata kunci: Interior Gereja Katolik, Liturgi, Inkulturasi Budaya, Budaya Jawa
KAJIAN IKONOGRAFIS ORNAMEN PADA INTERIOR KLENTENG SANGGAR AGUNG SURABAYA Sari, Sriti Mayang; Pramono, Raymond Soelistio
Dimensi Interior Vol 6, No 2 (2008): DESEMBER 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.844 KB) | DOI: 10.9744/interior.6.2.

Abstract

The Sanggar Agung Temple in Surabaya has an extraordinary form when compared to other temples in Indonesia, not only physically but also in relation to aspects of function and meaning. This research observes the relationship between the form, function and meaning of ornaments applied in the interior of the Sanggar Agung Temple in Surabaya, using the iconographical approach. The results show that the ornaments applied in the interior of the temple are mostly traditional ornaments from Bali. However, the Balinese ornaments used are more plain in form and are not as complex as those produced in Bali. This is because the owner of the temple hired a designer from Bali. From the functional point of view,it is found that the meaning of these ornaments convey Tri Dharma teachings. Abstract in Bahasa Indonesia: Klenteng Sanggar Agung Surabaya menunjukkan bentuk yang tidak umum pada klenteng di Indonesia. Bentuk dalam hal ini tidak berdiri sendiri tetapi terkait erat dengan aspek fungsi dan makna. Penelitian ini mengkaji hubungan antara bentuk, fungsi, dan makna ornamen pada interior Klenteng Sanggar Agung Surabaya, dengan pendekatan ikonografi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ornamen-ornamen yang ada pada interior bangunan itu didominasi oleh ornamen-ornamen tradisional Bali. Tetapi, ornamen-ornamen Bali yang digunakan di sini polos, tidak serumit ornamen-ornamen yang dibuat oleh orang Bali. Hal ini bisa terwujud karena pemilik klenteng menyewa seorang desainer dari Bali. Dari segi fungsi, makna ornamen-ornamen tersebut masih merujuk pada ajaran Tri Dharma. Kata kunci: Bentuk, fungsi, makna dan ornamen klenteng
IMPLEMENTASI PENGALAMAN RUANG DALAM DESAIN INTERIOR Mayang Sari, Sriti
Dimensi Interior Vol 3, No 2 (2005): DESEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/interior.3.2.

Abstract

Space is the main element in interior design. People do not only move about through the space volume but also observe the forms and colours%2C hear the various sounds and feel the breeze of the wind and so on. The human physical and psychological sensors enable people to respond to the various forms and usage of space which emotionally evokes the user with an experience of space. The implementation of various sorts of constructing and filling variabels complementing to the room facilities increases the meaning of space%2C and through the human sensors%2C it emotionally evokes various sorts of distinct space experiences. Abstract in Bahasa Indonesia : Ruang merupakan unsur utama dalam desain interior. Melalui volume ruang%2C manusia tidak hanya bergerak tetapi juga melihat bentuk-bentuk%2C warna%2C mendengar berbagai suara%2C merasakan hembusan angin dan sebagainya. Manusia dengan segala kelengkapan fisik dan psikis memungkinkannya untuk menanggapi%2C merespon berbagai macam bentuk dan pengolahan ruang%2C serta secara emosional memberi pengalaman ruang. Implementasi berbagai macam variabel pembentuk dan pengisi ruang yang sesuai dengan fasilitas ruang akan meningkatkan nilai ruang%2C dan melalui indera mereka secara emosional memberikan berbagai macam pengalaman ruang yang berbeda-beda pada manusia. implementation%2C space experience%2C interior design.