Luh Kitty Katherina
Pusat Penelitian Kependudukan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TREND URBANISASI P ADA SECONDARY CITIES DI INDONESIA PERI ODE TAHUN 1990-2010 Luh Kitty Katherina
Jurnal Kependudukan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Research Centre for Population, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jki.v9i2.12

Abstract

Urbanisasi seringkali identik dengan kota utama di suatu negara sebagai lokasi terjadinya akumulasi kapital yang menjadi daya tarik tinggi berbagai aktivitas ekonomi. Namun pada kenyataannya, fenomena urbanisasi bahkan mega-urbanisasi telah merambah pada lapis kedua kota-kota di suatu negara. Tulisan ini mengambil kasus secondary cities (kotakota lapis kedua) yang mulai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional dan penyeimbang pembangunan wilayah, yaitu Surabaya, Bandung, Semarang, Medan dan Makassar. Kota-kota ini mengalami percepatan pertumbuhan, baik di bidang ekonomi, kependudukan, maupun fisik. Percepatan pertumbuhan ini menyebabkan kebutuhan laban terbangun kota-kota tersebut tidak mampu lagi terpenuhi sehingga aktivitas perkotaan mulai merambah ke wilayah sekelilingnya. Kawasan perkotaan semakin melebar ke wilayah pinggiran. Hasil Sensus Penduduk dalam kurun waktu 1990- 2010 menunjukkan laju pertumbuhan penduduk pada kota-kota kedua lebih rendah dibandingkan dari wilayah di sekelilingnya. Hal ini mengindikasikan aktivitas perkotaan kota-kota kedua sudah melewati batas administrasi kota, menyatu dengan wilayah sekelilingnya. Tulisan ini akan menggambarkan trend urbanisasi yang terjadi pada kota kedua di Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif melalui perbandingan data basil Sensus Penduduk tahun 1990, 2000 dan 2010. Secara umum trend urbanisasi pada kota-kota kedua di Indonesia menunjukkan sebuah pola dimana laju pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan berkaitan erat dengan ukuran kota.
DINAMIKA PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN KEJADIAN BANJIR DI KOTA: KASUS SURABAYA Luh Kitty Katherina
Jurnal Kependudukan Indonesia Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Research Centre for Population, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jki.v12i2.201

Abstract

This paper aims to identify the relationship between population growth and disaster incidents, especially flood in the city. Surabaya was chosen as a study area because of its large population and regular flooding incidents. The analysis is done by using secondary data, namely number of population as well as disaster incidents. The method used is quantitative descriptive analysis with correlation test, by using data of population growth rate and density, as well as data of flooding incidents. The study shows that population growth has a significant relationship with the number of flood events. Besides that, there is a tendency of sub-districts with high growth rate also have the highest number of flooding incidents. However, sub-districts with low growth rate with dense population also have high flood incidents. A large number of population is one of the triggers for the increase of disaster occurrence. It is because the high population growth in the limited urban land encourages residents to live in disaster-prone areas and the occurrence of inappropriate land conversion’s allocation. The reducing of water absorbent areas affects the runoff and the water discharge that enter the city, particularly when the rainy season arrives