Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Potensi Rumput Akar Wangi (Vetiveria zizanoides L.) Sebagai Akumulator Logam Berat Timbal (Pb) Pada Tailing Tambang Emas Dengan Pengindus Amonium Sulfat gurnita gurnita
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 2 No 1 (2017): Biosfer: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.595 KB) | DOI: 10.23969/biosfer.v2i1.373

Abstract

Logam Timbal (Pb) merupakan logam berat yang bersifat toksik terhadap organisme. Aktivitas manusia dalam kegiatan industri yang membuang limbahnya ke perairan yang mengandung Pb juga dapat menjadi sumber pencemaran Timbal. Untuk mengatasi permasalahan ini, beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mereduksi Pb agar kadarnya di lingkungan dapat dikendalikan salah satunya dengan teknik fitoremediasi. Teknik ini memanfaatkan tanaman untuk menghilangkan atau menghancurkan kontaminan. Penelitian yang telah dilakukan dengan teknik fitoremediasi adalah menggunakan tanaman akar wangi (Vetiveria zizanioides) sebagai penyerap logam berat timbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tersebut mempunyai kemampuan yang baik untuk menyerap logam timbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemapuan tanaman akarwangi yang dalam menyerap dan mengakumulasi Pb dengan penambahan senyawa pengindus amonium sulfat (ZA). Hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai metode alternatif penanganan limbah logam berat timbal tanpa menggunakan reagen kimia, yaitu dengan menggunakan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan dengan teknik ex situ yaitu tanah (tailing) yang tercemar dipindahkan ke dalam sebuah tempat (dalam penelitian ini digunakan pot berkapasitas ± 6.000 gram) dan ditanami tanaman akarwangi. Pengukuran kadar Pb dalam media tanam (tailing) dan tanaman akarwangi dilakukan setelah tanaman berusia selama 8 minggu setelah tanam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman akarwangi yang berasal dari Cibaliung dapat menyerap logam berat Pb tertinggi yaitu sebesar 8,11 mg.kg-1 pada pemberian pengindus ZA sebanyak 26,73 g per pot. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman akarwangi dapat menyerap logam berat Pb dalam tanah dan tanaman tanaman ini dapat digolongkan menjadi tanaman hiperakumulator terhadap logam berat Pb.Tanaman akarwangi yang berasal dari wilayah Cibaliung Banten, dapat menyerap logam berat Pb lebih banyak dibandingkan dengan tanaman akarwangi yang berasal wilayah Tanjungsari kabupaten Sumedang Jawa Barat.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN LUMUT HATI (MARCHANTIOPHYTA) DI HUTAN CAGAR ALAM SITU PATENGGANG Gurnita Supandi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2020): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v5i2.3479

Abstract

Hutan Cagar Alam Situ Patenggang merupakan kawasan konservasi yang ada di Jawa Barat dengan biodiversitas yang tinggi, salah satunya adalah lumut hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan lumut hati yang ditemukan di Hutan Cagar Alam Situ Patenggang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan desain penelitian belt transect dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Penggunaan transek sepanjang 1200 meter, setiap 200 meter dibuatkan plot berukuran 10x10 m2. Data yang diambil adalah spesies dari jenis lumut hati dan data pendukung faktor lingkungan (suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH tanah). Identifikasi data dilakukan di Laboratorium Biologi, FKIP Universitas Pasundan Bandung. Hasil identifikasi menunjukan bahwa jenis lumut hati yang ditemukan di Hutan Cagar Alam Situ Patenggang teridentifikasi sebanyak 9 spesies yang termasuk kedalam 2 kelas, 4 ordo, 7 famili dan 9 genus.
Keragaman Jenis Tumbuhan Bawah di Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Cicalengka Gurnita Gurnita; Anisa Rizki Prasasti; Yusuf Ibrahim; Ahmad Mulyadi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 7 No 1 (2022): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v7i1.5716

Abstract

Sejak tahun 1950, Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK) sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan konservasi dan saat ini TBMK dikelola oleh BKSDA yang bekerjasama dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang berada di bawah naungan tajuk hutan di TBMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian belt transect dan teknik pegambilan sampel dengan cara purposive sampling. Pada setiap 10 meter disepanjang garis transect dibuat plot-plot pengamatan yang berukuran 10 x 10 meter. Pembuatan belt transect dilakukan di hutan rasamala dan hutan pinus. Proses identifikasi dilakukan di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Pasundan. Dari hasil identifikasi diketahui sebanyak 24 Ordo, 27 Family dan 44 jenis tumbuhan. Indeks keanekaragaman tumbuhan yang ada di bawah naungan tajuk hutan rasamala adalah 2.38 dan indeks keanekaragaman tumbuhan di bawah naungan tajuk hutan pinus yaitu 2.11. Hasil perhitungan Indexs Nilai Penting (INP) tertinggi di hutan rasamala yaitu 84.82 untuk tumbuhan Pilea angulata dan di hutan pinus yaitu 101.78 untuk tumbuhan Eupatorium riparium, serta index kesamaan komunitas antara dua lokasi yaitu 54 %.
Uji Kandungan Beberapa Unsur Logam Berat pada Air Irigasi, Tanah dan Sayuran Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) di Kawasan Industri Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Ahmad Mulyadi; Gurnita Abi Supandi; Yusuf Ibrahim
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 2 (2022): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v7i2.6820

Abstract

Perkembangan Industri semakin pesat terutama di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Di beberapa kota di Indonesia, pertumbuhan kawsan industry tersebar bahkan sampai berdekatan dengan kawasan permukiman. Salah satu kecamatan di kabupaten Bandung Jawa Barat, yaitu Kecamatan Margaasih menjadi salah satu lokasi kawasan industri yang berdekatan dengan pemukiman penduduk dan lahan pertanian sayuran yang diusahakan oleh penduduk sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan beberapa unsur logam berat pada sayuran kangkung, tanah dan air irigasi dimana sayuran kangkung tersebut di tanam. Metode pengamatan dilakukan secara deskripstif dengan teknik pengambilan contoh secara purposive sampling pada tiga lokasi pengambilan contoh. Hasil analisis yang dilakukan di Laboratorium Sentral Universitas Padjajaran menunjukkan bahwa kandungan unsur-unsur logam berat pada air irigasi, tanah dan sayuran kangkung, bervariasi pada setiap unsur logam beratnya. Unsur logam berat Timbal pada sayuran kangkung sudah melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan..
Penggunaan Warna Tempat Media Tanam pada Pertumbuhan Tanaman Hias Singonium (Syngonium podophyllum Schott.) dengan Teknik Art Glass Planting Dini Nur Azizah; Ida Yayu Nurul Hizqiyah; Mia Nurkanti; Gurnita Gurnita
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan warna tempat media tanam pada pertumbuhan tanaman hias singonium (Syngonium podophyllum Schott) dengan teknik art glass planting. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif true eksperiment, dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan setiap warna tempat media tanam dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang berbeda-beda, pertumbuhan panjang batang tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu dengan rata-rata pertumbuhan 5,77cm, jumlah daun tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna kuning dengan rata rata pertumbuhan 5 helai, pertumbuhan lebar daun tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna biru dengan rata-rata 2,83cm, pertumbuhan diameter batang tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu rata-rata 2,60mm, dan pertumbuhan panjang akar tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu dengan rata-rata 8,60cm. Perbedaan warna tempat media tanam mempengaruhi pertumbuhan tanaman hias singonium, setiap warna memiliki kemampuan menyerap panas yang berbeda-beda.Kata kunci: Art glass planting, Pertumbuhan, Suhu, Warna
Penggunaan Warna Tempat Media Tanam pada Pertumbuhan Tanaman Hias Singonium (Syngonium podophyllum Schott.) dengan Teknik Art Glass Planting Azizah, Dini Nur; Nurul Hizqiyah, Ida Yayu; Nurkanti, Mia; Gurnita, Gurnita
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan warna tempat media tanam pada pertumbuhan tanaman hias singonium (Syngonium podophyllum Schott) dengan teknik art glass planting. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif true eksperiment, dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan setiap warna tempat media tanam dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang berbeda-beda, pertumbuhan panjang batang tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu dengan rata-rata pertumbuhan 5,77cm, jumlah daun tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna kuning dengan rata rata pertumbuhan 5 helai, pertumbuhan lebar daun tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna biru dengan rata-rata 2,83cm, pertumbuhan diameter batang tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu rata-rata 2,60mm, dan pertumbuhan panjang akar tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu dengan rata-rata 8,60cm. Perbedaan warna tempat media tanam mempengaruhi pertumbuhan tanaman hias singonium, setiap warna memiliki kemampuan menyerap panas yang berbeda-beda.Kata kunci: Art glass planting, Pertumbuhan, Suhu, Warna
Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Bertanam Hidroponik Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Yang Berkelanjutan Di Kampung Munjul Kabupaten Garut Mia Nurkanti; Gurnita Gurnita; Afief Maula Novendra; Femi Syadella; Muhammad Iqbal Sadili
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan di Kampung Munjul, Garut, melalui pengenalan sistem pertanian hidroponik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan. Bermitra dengan 10 ibu rumah tangga, program ini memanfaatkan kondisi lingkungan Munjul yang mendukung untuk menerapkan sistem hidroponik teknik film nutrisi (NFT). Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, akses sumber daya, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 25% serta peningkatan keterampilan dan kemandirian peserta dalam mengelola sistem hidroponik. Data kuantitatif dari survei kepuasan peserta menunjukkan 90% peserta sangat puas, dengan manfaat berupa peningkatan produktivitas dan pemberdayaan. Program ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan. Rekomendasi meliputi pengenalan teknologi hidroponik lain dan integrasi energi terbarukan untuk meningkatkan keberlanjutan. Pendekatan ini menjadi model yang dapat direplikasi untuk meningkatkan mata pencaharian lokal melalui pertanian modern yang efisien sumber daya. Women Empowerment Through Hydroponic Planting Activities to Improve Sustainable Welfare in Munjul Village, Cintarakyat Village, Samarang District, Garut Regency  This study aims to empower women in Munjul Village, Garut, by introducing hydroponic farming to improve sustainable family welfare. Partnering with 10 housewives, the project leveraged Munjul's favorable environmental conditions to implement a nutrient film technique (NFT) hydroponic system. The initiative involved socialization, training, resource access, mentoring, and evaluation. Results showed a 25% increase in productivity and significant improvements in participants' skills and independence in managing hydroponic systems. Quantitative data from participant satisfaction surveys revealed that 90% of participants were highly satisfied, citing increased productivity and empowerment. The project contributes to Sustainable Development Goals (SDGs), specifically in sustainable agriculture and food security. Recommendations include expanding to other hydroponic technologies and integrating renewable energy solutions to enhance sustainability. This approach demonstrates a replicable model for improving local livelihoods through modern, resource-efficient agriculture.  
Keragaman Tumbuhan di dalam Kawasan Taman Wisata Alam Cimanggu, Jawa Barat Supandi, Gurnita Abi; Yusuf Ibrahim
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i1.26935

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Cimanggu adalah salah satu  kawasan dalam zona pemanfaatan yang merupakan bagian dari Kawasan Hutan Lindung Gunung Patuha di Jawa Barat. Keanekaragaman vegetasi pada Kawasan TWA Cimanggu dapat dijadikan indikator kerusakan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat keragaman vegetasi sebagai indikator kondisi ekosistem di Kawasan TWA Cimanggu. Metode penelitian berupa metode deskriptif dengan desain penelitian menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan petak kuadrat berukuran 20x20 meter untuk pengambilan sampel tingkat pohon; 10x10 meter untuk tingkat tiang; 5 x 5 meter untuk tingkat pancang dan 1 x 1 meter untuk tingkat herba atau anakan. Hasil penelitian ditemukan 12 jenis tumbuhan tingkat pohon; 14 jenis tumbuhan tingkat tiang; 9 jenis tumbuhan tingkat pancang dan 40 jeni tumbuhan tingkat semai dan herba. Indeks Nilai Penting tertinggi untuk tingkat pohon, tiang dan pancang terdapat pada jenis Puspa (Schima wallichii) dengan nilai INP = 50,34% untuk pohon, 60,17% untuk tiang dan 36,09% untuk pancang. Indeks Keanekaragaman (H’) pada tingkat pohon sebesar 2,13, untuk tingkat tiang sebesar 2,18 dan untuk tingkat pancang adalah 2,04. Ketiganya termasuk dalam kategori keragaman sedang. Sementara nilai indeks keragaman untuk tingkat herba dan semai adalah 3,89 termasuk kategori tinggi. Kawasan Taman Wisata Alam Cimanggu secara umum memiliki tingkat keragaman vegetasi antara 2,04 – 2,18 dengan jenis pohon yang dominan adalah jenis Puspa.
The cells at work animation improves students' analytical skills in learning the circulatory system Syadella, Femi; Ahmad, Intan; Hizqiyah, Ida Yayu Nurul; Gurnita, Gurnita
Jurnal Mangifera Edu Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v10i1.224

Abstract

Analytical skills are one of the essential skills that high school students must possess and are listed in the curriculum. Analytical skills are included in category C4 in Bloom's taxonomy. However, many students still lack this ability. This is influenced by several factors, one of which is the type of learning media. This study aims to evaluate the effectiveness of the Cells at Work animation as a learning medium for biology, with a focus on the material related to the circulatory system. The method used is a pre-experimental design with a one-group pre-test-post-test model, conducted on class XI- MIPA 5 students at SMA Pasundan 2, Bandung. The results of the study showed that this animation media makes it easier for students to understand the material due to its attractive visual and audio displays. This can be seen from the increase in the average student score, namely from 56 at the pre-test to 83 at the post-test, with the percentage of mastery of all indicators reaching 83%. Thus, the Cells at Work animation is effective for use as a learning medium in biology, especially for material related to the circulatory system. This study provides empirical evidence that animated media with contextual content, such as Cells at Work, can significantly enhance analytical thinking skills in science learning, particularly for complex topics like the circulatory system.
Analysis of stored carbon reserves in trees in the green open spaces of Panatayuda Park, Bandung City, and surrounding areas Putra, Kurnia Sandi Nugroho Dwi; Hizqiyah, Ida Yayu Nurul; Gurnita, Gurnita
Jurnal Mangifera Edu Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mangifera Edu
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mangiferaedu.v9i1.204

Abstract

Climate change and global warming are partly caused by increasing air pollution. This air pollution results in incomplete carbon combustion, producing toxic gases. Carbon is a key component used by plants in the photosynthesis process. Therefore, trees play an important role in reducing pollution and lowering environmental temperatures that trigger climate change and global warming. The purpose of research on carbon reserves is to provide data for the future management of urban parks, utilizing them for climate change mitigation. The method used in this research is descriptive quantitative. Sampling in this study used the census method with purposive sampling, where all trees with a diameter of ≥ 20 cm were taken as samples. The highest biomass and carbon reserve values stored in trees in Panatayuda Park were found in Ficus elastica, with a biomass value of 51,752.77 kg and a carbon reserve value of 25,876.39 kg. Meanwhile, the lowest values were found in Pterocarpus indicus, with a biomass value of 807.39 kg and a carbon reserve value of 403.69 kg. The total carbon reserve in trees in Panatayuda Park is 79,122.21 kg, with a total biomass of 140,244.41 kg.