Supandi, Gurnita
Fkip Unpas

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN LUMUT HATI (MARCHANTIOPHYTA) DI HUTAN CAGAR ALAM SITU PATENGGANG Gurnita Supandi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2020): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v5i2.3479

Abstract

Hutan Cagar Alam Situ Patenggang merupakan kawasan konservasi yang ada di Jawa Barat dengan biodiversitas yang tinggi, salah satunya adalah lumut hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan lumut hati yang ditemukan di Hutan Cagar Alam Situ Patenggang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan desain penelitian belt transect dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Penggunaan transek sepanjang 1200 meter, setiap 200 meter dibuatkan plot berukuran 10x10 m2. Data yang diambil adalah spesies dari jenis lumut hati dan data pendukung faktor lingkungan (suhu udara, intensitas cahaya, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH tanah). Identifikasi data dilakukan di Laboratorium Biologi, FKIP Universitas Pasundan Bandung. Hasil identifikasi menunjukan bahwa jenis lumut hati yang ditemukan di Hutan Cagar Alam Situ Patenggang teridentifikasi sebanyak 9 spesies yang termasuk kedalam 2 kelas, 4 ordo, 7 famili dan 9 genus.
Keragaman Jenis Tumbuhan Bawah di Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Cicalengka Gurnita Gurnita; Anisa Rizki Prasasti; Yusuf Ibrahim; Ahmad Mulyadi
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 7 No 1 (2022): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v7i1.5716

Abstract

Sejak tahun 1950, Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK) sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan konservasi dan saat ini TBMK dikelola oleh BKSDA yang bekerjasama dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang berada di bawah naungan tajuk hutan di TBMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian belt transect dan teknik pegambilan sampel dengan cara purposive sampling. Pada setiap 10 meter disepanjang garis transect dibuat plot-plot pengamatan yang berukuran 10 x 10 meter. Pembuatan belt transect dilakukan di hutan rasamala dan hutan pinus. Proses identifikasi dilakukan di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Pasundan. Dari hasil identifikasi diketahui sebanyak 24 Ordo, 27 Family dan 44 jenis tumbuhan. Indeks keanekaragaman tumbuhan yang ada di bawah naungan tajuk hutan rasamala adalah 2.38 dan indeks keanekaragaman tumbuhan di bawah naungan tajuk hutan pinus yaitu 2.11. Hasil perhitungan Indexs Nilai Penting (INP) tertinggi di hutan rasamala yaitu 84.82 untuk tumbuhan Pilea angulata dan di hutan pinus yaitu 101.78 untuk tumbuhan Eupatorium riparium, serta index kesamaan komunitas antara dua lokasi yaitu 54 %.
Uji Kandungan Beberapa Unsur Logam Berat pada Air Irigasi, Tanah dan Sayuran Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) di Kawasan Industri Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Ahmad Mulyadi; Gurnita Abi Supandi; Yusuf Ibrahim
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 2 (2022): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v7i2.6820

Abstract

Perkembangan Industri semakin pesat terutama di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Di beberapa kota di Indonesia, pertumbuhan kawsan industry tersebar bahkan sampai berdekatan dengan kawasan permukiman. Salah satu kecamatan di kabupaten Bandung Jawa Barat, yaitu Kecamatan Margaasih menjadi salah satu lokasi kawasan industri yang berdekatan dengan pemukiman penduduk dan lahan pertanian sayuran yang diusahakan oleh penduduk sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan beberapa unsur logam berat pada sayuran kangkung, tanah dan air irigasi dimana sayuran kangkung tersebut di tanam. Metode pengamatan dilakukan secara deskripstif dengan teknik pengambilan contoh secara purposive sampling pada tiga lokasi pengambilan contoh. Hasil analisis yang dilakukan di Laboratorium Sentral Universitas Padjajaran menunjukkan bahwa kandungan unsur-unsur logam berat pada air irigasi, tanah dan sayuran kangkung, bervariasi pada setiap unsur logam beratnya. Unsur logam berat Timbal pada sayuran kangkung sudah melebihi ambang batas baku mutu yang ditetapkan..
Keragaman Tumbuhan di dalam Kawasan Taman Wisata Alam Cimanggu, Jawa Barat Supandi, Gurnita Abi; Yusuf Ibrahim
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i1.26935

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Cimanggu adalah salah satu  kawasan dalam zona pemanfaatan yang merupakan bagian dari Kawasan Hutan Lindung Gunung Patuha di Jawa Barat. Keanekaragaman vegetasi pada Kawasan TWA Cimanggu dapat dijadikan indikator kerusakan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat keragaman vegetasi sebagai indikator kondisi ekosistem di Kawasan TWA Cimanggu. Metode penelitian berupa metode deskriptif dengan desain penelitian menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan petak kuadrat berukuran 20x20 meter untuk pengambilan sampel tingkat pohon; 10x10 meter untuk tingkat tiang; 5 x 5 meter untuk tingkat pancang dan 1 x 1 meter untuk tingkat herba atau anakan. Hasil penelitian ditemukan 12 jenis tumbuhan tingkat pohon; 14 jenis tumbuhan tingkat tiang; 9 jenis tumbuhan tingkat pancang dan 40 jeni tumbuhan tingkat semai dan herba. Indeks Nilai Penting tertinggi untuk tingkat pohon, tiang dan pancang terdapat pada jenis Puspa (Schima wallichii) dengan nilai INP = 50,34% untuk pohon, 60,17% untuk tiang dan 36,09% untuk pancang. Indeks Keanekaragaman (H’) pada tingkat pohon sebesar 2,13, untuk tingkat tiang sebesar 2,18 dan untuk tingkat pancang adalah 2,04. Ketiganya termasuk dalam kategori keragaman sedang. Sementara nilai indeks keragaman untuk tingkat herba dan semai adalah 3,89 termasuk kategori tinggi. Kawasan Taman Wisata Alam Cimanggu secara umum memiliki tingkat keragaman vegetasi antara 2,04 – 2,18 dengan jenis pohon yang dominan adalah jenis Puspa.
Efektivitas Biourine Kuda Diperkaya Dengan Pupuk Hayati Pada Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Supandi, Gurnita Abi; Annisa Yuliawati; Ahmad Mulyadi; Yusuf Ibrahim; Mimi Halimah
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.11189

Abstract

Tanaman pakcoy adalah salahsatu komoditas sayuran yang cukup banyak digemari oleh masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Selain harganya terjangkau, juga memiliki cita rasa yang lezat juga dapat diolah dalam berbagai hidangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biourin kuda diperkaya dengan pupuk hayati pada pertumbuhan tanaman pakcoy, sebagai alternatif pupuk organik cair yang dapat digunakan, terutama di lokasi sekitar tempat pemeliharaan kuda. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai Juni 2023 dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima pengulangan. Hasil penelitian pemberian perlakuan biourin kuda diperkaya dengan pupuk  hayati  pada pertumbuhan  tanaman pakcoy (Brassica rapa L.)  menunjukkan hasil yang optimal pada konsentrasi 30% untuk parameter tinggi batang serta optimal pada konsentrasi 35% bagi parameter jumlah daun dan bobot tanaman. Pupuk cair organik dari biourin kuda dapat meningkakan bobot tanaman pakcoy pada konsentrasi 30 – 35 %