Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

POTENSI DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) SEBAGAI SUMBER FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER Rizal Azhari; Dina Oktaviana; Gusti Ayu Esty Windhary; Djubaidin Abidin; Mashur
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Ashitaba merupakan tanaman herbal yang mengandung antioksidan, dan berpotensi menjadi suplemen pakan sehingga dapat meningkat produksi darah yang berhubungan erat dengan pertumbuhan ayam. Salah satu sumber atau bahan yang digunakan sebagai sumber fitobiotik adalah daun ashitaba sebagi sumber fitobiotik, tujuan penelitian ini untuk pemanfaatan Daun Ashitaba sebagai sumber fitobiotik dalam pakan terhadap kualitas fisik daging ayam broiler. Jernis penelitian ini eksperimental labolatoris dengan desain Randomizel Post Fest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 macam perlakuan berbeda yang disusun secara random. Hasil menunjukan pada pemeriksaan pH menunjukan bahwa rata-rata pH daging ayam broiler tidak berpengaruh secara nyata adalah P0 5,00, P1 5,00, P2 5,00 , P3 5,20 dan P4 5,40. Pada hasil pemeriksaan Daya Ikat Air menunjukan bahwa Daya Ikat Air tidak berpengaruh secara nyata adalah P0 28,66, P1 31,2100, P2 32,1740, P3 32,6820 dan P4 33,4720. Hasil pemeriksaan Susut Masak daging Ayam Broiler tidak berpengaruh secara nyata adalah P0 33,00, P1 35,00, P2 36,00, P3 37,00 dan P4 37,00, Pemeriksaan pH menunjukandaging ayam broiler tidak berpengaruh secara nyata, Daya Ikat Air menunjukantidak berpengaruh secara nyata, pemeriksaan Susut Masak daging Ayam Broiler tidak berpengaruh secara nyata.
PEMANFAATAN POTENSI TEPUNG DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) SEBAGAI FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PRODUKTIFITAS AYAM BROILER Dina Oktaviana; Gusti Ayu Esty Windhari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ashitaba merupakan tanaman multi fungsi karena kaya akan vitamin, mineral, asam amino, unsur mineral, maupun zat aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan potensi tepung daun Ashitaba sebagai sumber fitobiotik dalam pakan terhadap produktifitas ayam broiler. Sebanyak 25 ekor ayam broiler unsexd umur sehari yang diproduksi oleh PT. Malindo Tbk dipelihara selama 35 hari dalam kandang individu ukuran 40 x 40 cm. Perlakuan berupa penambahan tepung daun Ashitaba dalam pakan basal degan level yang berbeda yaitu; P0 (0% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 2% Filler); P1 (0,5% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 1,5% Filler); P2 (1% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 1% Filler); P3 (1,5% tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 0,5% Filler) dan ;P4 (2% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 0% Filler). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola searah degan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis degan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata maka akan diuji lanjut degan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Tepung Daun Ashitaba sampai degan level 2% tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan akan tetapi berpengaruh nyata mampu meningkatkan pertambahan bobot badan (P>0,05) serta bobot potong (P>0,05), dan menurunkan angka konversi pakan (FCR) (P>0,05). Level P3 degan pemberian tepung daun Ashitaba 1,5% dalam pakan basal memberikan respon terbaik.
HUBUNGAN TINGKAT CEMARAN Escherichia coli DENGAN KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER YANG DIJUAL DIPASAR SAYANG-SAYANG KECAMATAN CAKRANEGARA KOTA MATARAM Hidayatus Soleha; Dina Oktaviana; Sari Kusuma Wardhani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 1 (2018): Maret 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daging ayam broiler merupakan salah satu jenis karkas ayam yang menjadi pilihan masyarakat selain karena nilai gizi yang tinggi, rasanya yang enak, serta mudah ditemukan di RPU (Rumah Potong Unggas), pasar modern (swalayan) dan sebagian besar di pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat cemaranE.colidan kualitas fisik daging ayam broiler yang dijual di pasar tradisional Sayang–Sayang, Cakranegara, Kota Mataram dengan menggunakan jenis analsis deskriktif dengan metodecross-sectional study. Sampel diambil sebanyak 11 sampel yang berasal dari pedagang ayam eceran di pasar Sayang-Sayang Cakranegara Kota Mataram. Hasil Uji Laboratorium Veteriner UPTD Peternakan Dan Kesehatan Propinsi NTB. Terhadap tingkat cemaran E.coli mencapai 4,3x103- 4,5x105 , menunjukkan daging ayam yang dijual di pasar Sayang-Sayang Cakranegara Kota Mataram melebihi batas maksimum cemaran mikroba yaitu 1x101(SNI 7399-2009). Tingkat cemaran mempengaruhi kualitas fisik daging ayam tersebut, Kisaran nilai pH mencapai 5,0-6,0 , nilai daya Ikat Air 33,47%-41,44% dan nilai susut masak 33.3-43,3%.Kualitas daging tersebut masih dalam keadaan normal serta masih bisa dikonsumsi oleh masyarakat setelah melewati pemasakan yang sempurna.
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS Virgin Cococnut Oil (VCO) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING AYAM BROILER Dina Oktaviana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas Virgin Coconut Oil (VCO) terhadap kualitas fisik daging ayam broiler. Seratus dua puluh lima ekor ayam broiler ditempatkan pada 5 perlakuan pakan yang berbeda, yaitu R-0 (ransum basal), R-0,5 (0,5% ampas VCO), R-1,0 (1,0% ampas VCO), R-1,5 (1,5% ampas VCO), R-2,0 (2,0% ampas VCO). Setiap kelompok perlakuan pakan terdiri dari 5 replikasi masing-masing diisi dengan 5 ekor. Ayam broiler dipelihara selama 5 minggu. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi Completely Randomized Design (CRD) Pola Searah. Perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncans’s new Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis statistik menunjukkan uji kualitas fisik daging menghasilkan peningkatan pH daging, serta berpengaruh nyata terhadap daya ikat air dan susut masak daging (P<0,05) dan tidak berpengaruh nyata terhadap keempukan daging ayam broiler.
THE EFFECT OF VIRGIN COCONUT OIL WASTE IN THE DIET OF BROILER CHICKEN ON THE MICROSTRUCTURAL OF MUSCLE AND DIGESTIVE ORGANS Dina Oktaviana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 4 (2016): Desember 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The experiment was conducted to examine the effect of Virgin Coconut Oil (VCO) microstructural of digestive organs of broiler. One hundred and twenty five of broiler were divided into 5 treatments such as R-O (basal diet), R-0.5 (0.5% VCO waste), R-1.0 (1.0% VCO waste), R-1.5 (1.5% VCO waste) and R-2.0 (2.0% VCO waste). Each treatments consisted of 5 replication with 5 head experiment the birds. The birds were raised for 5 weeks. The data was analyzed by using Completely Randomized Design (CRD) with one way analysis. The difference among treatments were tested using Duncan’s new Multiple Range Test (DMRT). The statistical analysis result showed that the addition of VCO waste at level of 2.0 % did not affect muscle tissue, but influenced the changes of tissues of liver, kidney and proventiculus.
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS Virgin Cococnut Oil (VCO) DALAM RANSUM TERHADAP ANTIBODI AYAM BROILER Dina Oktaviana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas Virgin Coconut Oil (VCO) terhadapantibodiayambroiler. Seratus dua puluh lima ekor ayam broiler ditempatkan pada 5 perlakuan pakan yang berbeda, yaitu R-0 (ransum basal), R-0,5 (0,5% ampas VCO), R-1,0 (1,0% ampas VCO), R-1,5 (1,5% ampas VCO), R-2,0 (2,0% ampas VCO). Setiap kelompok perlakuan pakan terdiri dari 5 replikasi masing-masing diisi dengan 5 ekor. Ayam broiler dipelihara selama 5 minggu. Pengambilan darah untuk uji titer antibodi diambil pada minggu terakhir penelitian. Data yang diperoleh di analisis secara statistik menggunakan analisis variansi Completely Randomized Design(CRD) Pola Searah. Perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakanDuncans’s new Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan ampas VCO sampai dengan level 2,0% tidak berpengaruh nyata terhadaptiter antibodi terhadap virusNewcastle Disease(ND).