Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMODELAN BALOK KAYU LAMINASI DENGAN PERKUATAN BILAH BAMBU DITINJAU TERHADAP KUAT LENTUR Muammar Khadafi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 4 (2019): Desember 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi kayu laminasi (glulam) adalah teknologi laminasi dengan menggunakan lembaran papan-papan kayu atau potongan kayu-kayu yang relatif kecil disusun dan direkatkan dengan lem dengan arah serat yang sejajar. Penggunaan kayu dan bambu sebagai bahan bangunan sangat menjanjikan untuk saat ini dan masa depan dan keduanya memiliki sifat mekanik yang tinggi, ringan, ramah lingkungan dan ekonomis.. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada penguatan kapasitas lentur balok kayu laminasi dalam hal kekakuan, kekuatan dan daya dukung beban. Hasil Penelitian di laboratorium akan dilakukan pemodelan dengan program ABAQUS sebagai validasi terhadap hasil eksperimen. Pemodelan balok kayu laminasi dengan perkuatan bilah bambu dilakukan menggunakan FEM (Finite Element Method) menunjukkan hasil yang sesuai dengan eksperimen. Dari pemodelan yang dilakukan dengan bantuan software Abaqus/CAE 6.13-1 didapatkan nilai kuat lentur antara pemodelan dan hasil eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam hal kuat lentur balok yang diperkuat dengan bilah bambu dibandingkan dengan balok tanpa perkuatan. Peningkatan tertinggi pada uji laboratorium terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,42 MPa sedangkan pada analisis model dengan program ABAQUS, peningkatan tertinggi juga terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,07 MPa. Dari hasil eksperimen dan analisis model dengan program ABAQUS terjadi rasio perbandingan kuat lentur pada masing = masing spesimen BLM01, BLM02, BLM03, BLM04 dan BLM05 berturut –turut sebesar 4,94 MPa, 5,29 MPa , 4,90 MPa , 2,41 MPa dan 4,65 MPa.
PENGARUH PERKUATAN DENGAN BILAH BAMBU TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KAYU LAMINASI Muammar Khadafi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan kayu dan bambu sebagai bahan bangunan sangat menjanjikan untuk saat ini dan masa depan. Sebagai sumber terbarukan keduanya memiliki sifat mekanik yang tinggi, ringan, ramah lingkungan dan ekonomis. Pemanfaatan bambu sebagai material untuk kayu laminasi (glulam) jarang dipublikasikan. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada penguatan kapasitas lentur balok kayu laminasi dalam hal kekakuan, kekuatan dan daya dukung beban. Penelitian ini dilakukan di laboratorium untuk menguji kekuatan lentur balok kayu laminasi dengan menempelkan bilah bambu pada sisi tegang atau serat tarik balok kemudian dilakukan pemodelan dengan program ABAQUS sebagai validasi terhadap hasil eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam hal kuat lentur balok yang diperkuat dengan bilah bambu dibandingkan dengan balok tanpa perkuatan. Peningkatan tertinggi pada uji laboratorium terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,42 MPa sedangkan pada analisis model dengan program ABAQUS, peningkatan tertinggi juga terjadi pada spesimen BLM02 sebesar 9,07 MPa. Dari hasil eksperimen dan analisis model dengan program ABAQUS terjadi rasio perbandingan kuat lentur pada masing = masing spesimen BLM01, BLM02, BLM03, BLM04 dan BLM05 berturut –turut sebesar 15.06%, 12.64%, 14.21%, 6.39% dan 13.77%.