Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PREVALENSI SCABIES PADA KAMBING DI DESA REMBITAN KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Ayu Wandira; Supriadi; Febrina Dian Permatasari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 3 (2018): September 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit menular (zoonosis) yang disebabkan oleh infekstasi ektoparasit dari jenis Sarcoptes scabiei. Scabies dapat menginfestasi ternak ruminansia, hewan kesayangan dan manusia. Dampak infestasi ektoparasit ini seperti: alopesia, hyperkeratosis dan rasa gatal yang luar biasa. Minimnya pengetahuan peternak dan sistem pemeliharaan yang masih tradisional sering menjadi faktor penentu suksesnya infestasi ektoparasit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Sarcoptes scabiei pada ternak kambing di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian epidemiologi deskriptif dengan metode survei. Penentuan individu ternak sampel dilakukan secara purposive dengan memperhatikan gejala klinis yang menciri pada gejala scabies. Koleksi sampel pada ternak yang memenuhi criteria di atas dilakukan dengan metode skin- scraping pada bagian tubuh yang membentuk keropeng (berkerak). Sampel kemudian diperiksa dengan penambahan KOH 10% pada sampel hasil kerokan kulit (skin-scraping), kemudian diamati di bawah mikroskop. Dari 55 sampel yang diperiksa di laboratorium ditemukan 11 sampel positif terinfestasi S.scabiei var.caprae. nilai prevalensi yang ditemukan sebesar 20%. Tingginya prevalensi S.scabiei var.caprae mungkin disebabkan karena beberapa faktor seperti: sanitasi kandang yang buruk, manajemen pemeliaraan yang masih tradisional dan rendahnya pengetahuan peternak tentang scabies.
PREVALENSI Toxoplasma gondii PADA INANG DEFINTIF KUCING (Felis domestica) DI KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT Tahalli; Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toxoplasma gondii adalah protozoa parasit yang patogen dari golongan Apicomplexa. Inang definitif agen parasit ini adalah semua bangsa kucing. Toxoplasmosis merupakan penyakit yang memiliki penyebaran yang sangat luas di seluruh belahan dunia dan menyebabkan gangguan kesehatan yang besar pada hewan dan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat prevalensi T.gondii pada inang definitif kucing di Kota Mataram. Lokasi sampling pada penelitian ini adalah 6 Kecamatan yang ada di Kota Mataram. Pada masing-masing kecamatan diwakilkan oleh 2 Kelurahan. Kucing yang ditemukan pada masing-masing kelurahan ditangkap secara acak dengan jumlah sampel kucing pada setiap Kelurahan adalah 5 ekor sehingga total sampel sebanyak 60 sampel. Kucing yang telah ditangkap kemudian di karantina di kandang khusus selama penelitian untuk dikoleksi sampel fesesnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 12 Kelurahan terpilih positif ditemukan oosista T.gondii, sedangkan 5 Kelurahan lainnya negative. Prevalensi tertinggi ditemukan di Kelurahan Pejeruk Kecamatan Ampenan yaitu sebesar 100%. Secara keseluruhan, tingkat prevalensi T.gondii di Kota Mataram sebesar 25% dan tergolong tingkat prevalensi yang rendah.
PENGARUH LAMA PEYIMPANAN TELUR AYAM ARAB(Gallus turcicus) TERHADAP DAYA TETAS Maratun Janah; Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 2 (2016): Juni 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh lama penyimpanana telur ayam arab (Gallus turcicus) terhadapa daya tetas telur. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan juni 2015didaerah Majeluk Kota Mataram. Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi seperangkat mesin tetas, pengukur suhu, box ayam DOC, bak air, bak pembrsih, telur ayam, bola lampu, desinfektan, egg tray, egg candler (lampu teropong), hygrometer(pengukur kelembapan mesin tetas). Metode penelitian meliputi (1) Persiapan MesinTetas, (2) Peletakan telur dalam mesin tetas (3) Penetasan telur. Telur ayam Arab dibersihkan dan diberi tanda sesuai dengan berat telur kemudian disusun kedalam rak telur yang telah diberi sekat pemisah antar setiap perlakuan dimana telur yang ringan berada di sisi kiri mesin tetas, telur sedang berada ditengah dan telur berat berada dibagian sisi kanan mesin tetas dengan posisi bagian ujung yang tumpul berada diatas dengan kemiringan 45 O . Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanantelur, maka semakin rendah daya tetasnya.
PREVALENSI INFEKSI CACINGTHELAZIASP. PADA TERNAK SAPI BALI DI KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA Supriadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat prevalensi infeksi cacing Thelazia sp. pada ternak sapi di desa Batulanteh Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa. Koleksi sampel cacing dilakukan pada 60 ekor ternak sapi yang telah diberikan obat Thelaziasis. Setelah 2-3 menit pemberian obat Thelaziasis, cacing dikoleksi dari selaput mata ternak. Dari 60 sampel yang diperiksa ditemukan 52 sampel positif terinfeksi cacing Thelazia sp dan 8 sampel negatif. Tingkat prevalensi infeksi cacing Thelazia sp di daerah penelitian tergolong tinggi yaitu 83,33%. Hal ini menunjukkan bahwa acncaman cacing Thelazia sp pada usaha peternakan sapi di Sumbawa, khususnya di daerah penelitian sangat tinggi. Hasil pengamatan di lapangan juga menunjukkan bahwa, sebagian besar ternak yang terinfeksi Thelazia sp mengalami keratitis danCornea Ophacitypada organ mata.Mengingat cacing ini sangat mudah menular antar individu ternak. Untuk itu perlu dilakukan manajemen peternakan yang lebih baik (ke arah intensif) dan mengupayakan obat anti-Thelaziasis yang murah dan mudah diaplikasikan oleh peternak.