Moch Taufik Hidayatullah
Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH DIMENSI MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN TENTANG PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS NARMADA LOMBOK BARAT Moch Taufik Hidayatullah; M Karjono
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient's satisfaction as service user is one of the indicators in assessing the quality of pharmaceutical service. Quality of service can be measured using quality dimension that is in terms of Tangibles, Reliability, Assurance, Responsiveness and Empathy. The purpose of this study was to determine the effect of service quality dimension to patient satisfaction about pharmaceutical service. The design of this study used observational observation with cross sectional approach and using Quantitative method. The population in this study were all patients receiving pharmacy service in April 2016 according to monthly report of Puskesmas which amounted to 6,196 visitors and sample of 99 people. The result of research showed that from five dimension of service quality there were two variables that influence to patient satisfaction that is reliability and guarantee. The most dominant dimension affecting patient satisfaction is the assurance dimension with P <0,05 (0,019) with OR equal to 26,619 and R2 value equal to 59,7%. It is recommended to Public Helath Center Narmada management to further improve the service quality from the dimensions of physical evidence, responsiveness and empathy to improve patient satisfaction.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPENAN MATARAM Moch Taufik Hidayatullah; Hafiz Arif Rahman
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan yang menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Berdasarkan laporan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak – Keluarga Berencana yaitu proporsi ibu hamil yang mengalami KEK tahun 2019 sebanyak 12,73%, dan Proporsi berat bayi lahir rendah tahun 2019 sebanyak 5,62%. Berbagai upaya telah dilakukan dalam mencegah kejadian stunting, akan tetapi kasus stunting tetap meningkat dari tahun 2018 yaitu 1,31% dari 2.668 balita, sedangkan pada tahun 2019 mencapai 1,71% dari 2.732 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status KEK ibu hamil dan riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ampenan. Rancang penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatancase-control. Jumlah sampel sebanyak 62 sampel yang terdiri dari 31 sampel kasusdan 31 sampel kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan analaisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis univariat ditemukan hasil bahwa terdapat Ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 40 (64,5%) dan balita yang BBLR sebanyak 34 (54,8%) serta balita yang mengalami stunting sebesar 31 (50%). Analisis Biavariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan status KEK Ibu Hamil (P-Value=0,034 < α=0,05) dan BBLR (P-Value=0,041 < α=0,05) terhadap kejadian Stunting. Hasil Analisis Multivariat menggunakan uji regresi logistik diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh secara bersama-sama antara status KEK ibu hamil (Exp(B) : 3,915) dan riwayat BBLR (Exp(B) : 3,535) terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Ampenan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Ampenan adalah variable KEK pada ibu hamil. Disaranakan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Ampenan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya wanita usia subur, calon pengantin dan ibu hamil secara berkesinambungan tentang pencegahan stunting yang dapat disebabkan oleh KEK pada saat ibu hamil dan BBLR dengan memaksimalkan program yang sudah ada melalui peningkatan program Kelas PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak), Kelas Gizi, dan Program Pemberian Makanan.
HUBUNGAN STATUS KOMORBID DENGAN STATUS AKHIR PASIEN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2021 Edy Sahroji; Moch Taufik Hidayatullah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki angka Case Fatality Rate (CFR) tertinggi keempat setelah Kota Mataram (CFR 6,6%), Kabupaten Lombok Barat (CFR 6,6%), dan Kabupaten Sumbawa (CFR 6,6%). Angka CFR Kabupaten Lombok Tengah sampai sampai tanggal 31 Desember 2020 yaitusebesar (CFR 6,0%), dengan kasus konfirmasi sebanyak 301 kasus dan kasus meninggal sebanyak 18 kasus. Bahkan pada bulan juni sesuai dengan release zonasi dan penanganan Covid-19 Provinsi NTB tanggal 04 Juni 2021, Kabupaten Lombok Tengah menempati posisi tertinggi untuk angka CFR sebesar 7,9%, masih di atas angka CFR NTB sebesar 4,5% dan angka Nasional sebesar 2,7%, bahkan jauh di atas angka CFR WHO yang hanya sebesar 2,1%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status komorbid dengan status akhir pasien COVID-19 di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021. Jenis Penelitian ini penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Observasional yang bersifat Analitik dengan pendekatan kasus kontrol (Case Control). Populasi sebanyak 301 responden dan sempel sebanyak 36 responden. Dimana sampel pada kelompok kasus sebanyak 18 sampel dan sampel pada kelompok kontrol sebanyak 18 sampel. Hasil analisis uji statistik chi square didapatkan p value = 0,026 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status komorbid dengan status akhir pasien covid-19. Odds ratio 6,4 (95% CI: 1,12–36,44) menunjukkan bahwa pasien COVID-19 dengan komorbid memiliki risiko meninggal dunia 6,4 kali dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa komorbid. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara status komorbid dengan status akhir pasien COVID19 di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021. Pasien COVID-19 dengan komorbid memiliki risiko meninggal dunia lebih tinggi dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa komorbid. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah hasil penelitian ini agar dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk lebih menguatkan program-program yang berkaitan dengan status komorbid pasien seperti program PTM dan Lansia.
PERSEPSI IBU BALITA TENTANG PANDEMI COVID-19 BERHUBUNGAN DENGAN JUMLAH KUNJUNGAN BALITA DI POSYANDU DESA MIDANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS SESELA KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2022 Taufiqurrahman; Moch Taufik Hidayatullah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 9 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah Indonesia menetapkan penyakit Covid-19 sebagai Bencana Nasional sejak 14 Maret 2020 diketahui jumlah D/S Posyandu sebanyak 63.1% pada tahun 2020, di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 74.07%, dan Desa Midang wilayah kerja Puskesmas Sesela yaitu 64.10% merupakan D/S terendah dan masih berada dibawah target. Selain itu, berdasarkan survey pendahuluan diketahui ibu balita merasa khawatir untuk membawa balita ke posyandu karena takut tertular covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Persepsi Ibu Balita Tentang Pandemi Covid-19 dengan jumlah kunjungan balita ke posyandu di Desa Midang wilayah kerja Puskesmas Sesela Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi sebanyak 782 responden dengan sampel sebanyak 265. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling yaitu cara pengambilan sampel dari populasi secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Rank Spearman didapatkan hasil yaitu P-Value = 0.003 < α = 0.05 yang artinya adalah terdapat hubungan antara persepsi ibu balita tentang pademi covid-19 dengan jumlah kunjungan balita di Posyandu Desa Midang Wilayah Kerja Puskesmas Sesela Kabupaten Lombok Barat tahun 2021. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu responden yang memiliki persepsi baik tentang pandemi Covid-19 mayoritas mereka selalu hadir ke posyandu setiap bulan. Saran bagi Kepala Puskemas Sesela adalah untuk terus mengintensifkan kegiatan-kegiatan dalam memberikan pemahaman dan memberikan informasi yang benar dan tepat tentang Covid-19 kepada ibu balita agar persepsi ibu balita tentang Covid-19 semakin baik.