Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HARDENES PROCCESCONTROLBAJA TAMBANG DENGANQUENCHING METHOD Ahmad Multazam
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembangnya tehnologi otomotif di kanca internasional tentu berkaitan erat terhadap perusahaan menyediakan yang bahan baku di Indonesia. Peningkatan kualitas material logam menjadi upaya penting dalam meningkatkan persaingan terutama dalam hal peningkatan kekuatan mekanik.Salah satu upaya untuk meningkatkan (kekuatan mekanik) kekerasan, ketahanan aus dan kekuatan baja dapat dilakukan dengan proses pengerasan termal, pada proses ini baja mengalami beberapa tahapproses yaitu: pemanasan awal, pemanasan lanjut,holding timepada suhu stabil, danpendinginan. Kekerasan yang dapat dicapai tergantung pada kadar karbon dalam logam baja dan unsur lainya dalam baja, temperatur pemanasan, holding timedan laju pendinginan yang dilakukan saat proses laku panas. Perlu dipahami pada proses pengerasan baja, bahan yangdiproses rentan akan kejadian yang tidak kita inginkan, seperti distorsi, retak ataupun tidak tercapainya kekerasan yang kita inginkan. Untuk menanggulangi hal ini perlu dilakukanperencanaan dan pengendalian yang benar, melalui penelitian dengan mengaitkan ilmu teoritis maupunpelaksanaan praktekdalam proses pengerasan
PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP BENTUK STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK PADA LOGAM TAMBANG (BAJA ST60) Ahmad Multazam
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 3 (2016): September 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan material yang berkualitas dikalangan industry otomotif mendorong para peneliti untuk lebih berinovatif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dalam hal ini dilakukan penelitian mengenai pengaruh yang terjadi akibat variasi pemanasan (heat treatment) terhadap kekuatan mekanik dan bentuk struktur mikro pada logam tambang. Material yang digunakan dalam penelitian ini baja st 60 yang di bentuk sesuai standar uji impack kemudian dipanaskan dalam ruang pemanasan dengan variasi suhu 40, 60 dan 80°C/specimen dengan holding time 60 menit setelah itu dilakukan pengujian impack dan dilanjutkan dengan pengamatan struktur mikro. Dari hasil pengujian impak didapatkan harga ketangguhan rata-rata tertinggi (paling liat) adalah spesimenHT80 °C sebesar 0,497 J/mm2 dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu HT g60 °C sebesar 0,260 J/mm2, spesimenHT40 °C. Dari hasil pengamatan struktur mikro pada spesimenraw material didapatkan fasa ferit dan perlit kasar, spesimenHT40 °C didapatkan fasa martensit temper dan perlit, spesimen t HT 60 °C didapatkan fasa bainit dan perlit dan pada spesimen HT80 °C didapatkan fasa ferit dan perlit halus. Dengan meningkatnya suhu heat treatment maka kekuatan impek akan semakin meningkat begitupula sebaliknya.