Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI FAKTOR UTAMA RENDAHNYA KONSUMSI TELUR AYAM DALAM PEMENUHAN GIZI KELUARGA (STUDI KASUS DI KOTA MATARAM) Mashur
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya konsumsi telur ayam bagi masyarakat telah dilakukan penelitian studi kasus di Kota Mataram mulai Agustus hingga Desember 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 54 orang responden yang ditetapkan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85 persen responden menyatakan ketakutan mengkonsumsi telur ayam karena dianggap dapat meningkatkan kolesterol darah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rendahnya konsumsi telur ayam bagi masyarakat karena dianggap berbahaya bagi kesehatan. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan kegiatan penyuluhan, kampanye makan telur dan pengenalan manfaat telur bagi kesehatan kepada anak-anak usia dini.
PENGARUH PEMBERIAN AMPAS TAHU PADA MEDIA BUDIDAYA FESES SAPI DAN LIMBAH RUMAH TANGGA FERMENTASI TERHADAP PRODUKTIVITAS CACING TANAH (Lumbricus rubellus) Mustika; Mashur; Kunti Tirtasari; Maratun Janah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tahu merupakan limbah dalam bentuk padatan dari bubur kedelai yang diperas dan tidak berguna lagi dalam pembuatan tahu, tetapi cukup potensial dipakai sebagai bahan pakan cacing tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas tahu pada media campuran feses sapi dan limbah rumah tangga fermentasi terhadap peningkatan produktivitas cacing tanah Lumbricus rubellus.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ampas tahu dan cara fermentasi tidak berpengaruh (P< 0.05) terhadap produksi biomassa dan kokon tetapi berpengaruh nyata terhadap produksi eksmecat pada budidaya cacing tanah Lumbricus rubellus.Simpulnya adalah penggunaan ampas tahu sebagai pakan cacing tanah Lumbricus rubellus dapat meningkatkan produksi eksmecat, tetapi tidak meningkatkan produksi biomassa dan kokon.
PENGARUH FERMENTASI FESES SAPI DAN LIMBAH RUMAH TANGGA DAN TEKNOLOGI RAK BERTINGKAT TERHADAP PRODUKTIVITAS CACING TANAH (Lumbricus rubellus) Novita Sastia Lihin; Mashur; Candra Dwi Atma; Dina Oktaviana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan feses sapi dan limbah rumah tangga fermentasi sebagai media budidaya dan teknologi sistem rak bertingkat terhadap produktivitas (produksi kokon, biomassa dan eksmecat) cacing tanah Lumbricus rubellu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara fermentasi bahan media baik secara aerob maupun anaerob dan tingkat rak pada sistem budidaya rak bertingkat tiga tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah biomassa (ekor), jumlah kokon (butir) dan produksi eksmecat (kg), tetapi fermentasi bahan media berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap bobot biomassa (gram) dan rak bertingkat berpengaruh nyata terhadap bobot kokon (gram) cacing tanah Lumbricus rubellus pada penggunaan media campuran 50% campuran feses sapi dengan 50% limbah rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fermentasi bahan media campuran 50% feses sapi + 50% limbah organik rumah tangga pada budidaya cacing tanah Lumbricus rubellus dengan sistem rak bertingkat berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa,dengan bobot biomassa tertinggi 32,0 gram per kotak sarang dihasilkan pada perlakuan fermentasi secara anaerob.Tingkat rak juga berpengaruh nyata terhadap bobot kokon, dengan bobot kokon tertinggi 0,538 gram per kotak sarang dihasilkan pada rak bertingkat 1.