Lina Purnama
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GALERI SENI RUPA KONTEMPORER Brm Suryo Cahyo Sulistyohadi; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3809

Abstract

Peran seni merupakan segala sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan sehingga mampu membangkitkan perasaan orang lain. Namun kurangnya wadah seni yang interaktif berdasarkan teknologi modern, dengan menggunakan konsep edutainment dan yang dapat menampung sebuah pameran seni kontemporer dalam skala besar masih dapat terbilang sedikit banyak ruang serbaguna yang di gunakan sebagai tempat pameran seni. Oleh karena itu penulis melakukan pendekatan Architourism pada isu perancangan dengan menggunakan dasar standar galeri dan mempunyai studio interaktif yang berfungsi sebagai sarana memperkenalkan budaya dan seni kontemporer dengan cara yang lebih modern yang dapat melibatkan pengunjung untuk lebih interaktif dengan media teknologi yang sedang berkembang dan memberikan pengalaman yang berbeda. Perancangan Galeri Seni Rupa Kontemporer di Cikini, Jakarta Pusat ini mempunyai konsep memberikan pengalaman baru untuk menikmati sebuah karya seni dengan media yang berbeda-beda dan memberikan ruang publik yang dapat di pergunakan untuk berinteraksi dan bersantai.
GALERI SENI TIPOGRAFI Tan Hendry Tanamas; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3956

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, seni menjadi sebuah hal yang semakin dibutuhkan kehadirannya dalam kehidupan masyarakat. Di zaman sekarang ini, penggunaan seni dalam kehidupan sehari-hari seperti pada iklan, film, dan lainnya semakin nyata. Salah satu seni yang berkembang dengan pesat di Kota Jakarta dan Indonesia adalah seni typography. Perkembangan komunitas typography yang semakin luas dan tidak adanya wadah beraktivitas bagi komunitas ini menjadi aspek yang harus dipenuhi oleh sebuah kota Jakarta sebagai kota metropolis. Saat ini belum ada bangunan arsitektur yang bertemekan typography  di Jakarta dan bahkan di dunia. Dengan melihat minat typography yang terus berkembang pesat maka ini menjadi kesempatan bagi Jakarta untuk menyediakan sebuah ruang wisata typography bertemakan Architourism yang dapat menjadi pendongkrak kepariwisataan Jakarta dan Indonesia tidak hanya dalam skala dalam negeri tapi juga internasional.
GALERI SENI MUSIK TRADISIONAL TIONGHOA Febrianto Candra; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4009

Abstract

Jakarta merupakan ibukota dan juga salah satu kota metropolis yang ada di Indonesia, yang memiliki berbagai macam budaya seni. Budaya seni di Jakarta seperti budaya seni Betawi terbentuk dikarenakan adanya pengaruh kebudayaan Tionghoa yang masuk ke Indonesia. Salah satu budaya yang memberikan pengaruh pada budaya Betawi adalah seni musik tradisional Tionghoa yang melahirkan seni musik Betawi, Gambang Kromong. Dari sejarah ini dapat dikatakan bahwa keberagaman dan toleransi menjadi salah satu poin penting yang mendukung kekayaan kebudayaan Indonesia. Dengan adanya pengetahuan mengenai sejarah budaya Tionghoa terhadap budaya Betawi di Jakarta bertujuan untuk memberikan sebuah ruang pendekatan masyarakat agar dapat menciptakan toleransi antar masyarakat di Jakarta dan juga memberikan pengetahuan mengenai budaya seni musik tradisional Tionghoa kepada masyarakat lokal hingga mancanegara. Perancangan dari Wisata Galeri Seni Musik Tradisional Tionghoa ini dilakukan dengan melakukan pencarian data dengan melakukan survei di kawasan Pintu Besar Selatan, Kota Tua serta mengkaji literatur. Berdasarkan hasil survei dan wawancara, lokasi pintu besar selatan sering digelar pagelaran seni musik tradisional yang berlokasi di jalan yang mengakibatkan penutupan jalan. Sehingga program wisata yang direncanakan tidak hanya menyajikan wisata galeri seni musik tradisional Tionghoa. Tetapi juga turut ikut serta dalam menyajikan ruang publik yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar dalam melakukan pagelaran seni musik tradisional dengan menggunakan alat musik tradisional baik Tionghoa maupun alat musik lainnya. Dengan adanya bangunan ini, diharapkan tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga dapat menciptakan rasa toleransi antar masyarakat Tionghoa dengan masyarakat lokal.
EKSIBISI DAUR ULANG SAMPAH ANORGANIK Andy Abeng; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3967

Abstract

Metropolis atau di sebut sebagai ibukota yang fungsinya adalah sebagai kota industri dan perdagangan, dengan tingkat kepadatan yang tinggi (satu hingga tiga juta penduduk). Metropolis menjadi suatu tempat yang memiliki peran penting dalam mengatur perekonomian dan politik. Sementara itu untuk menggerakkan roda perekonomian metropolis salah satu caranya yaitu melalui pariwisata (2016 kontribusi total perjalanan dan turisme terhadap PDB dunia sebesar 7.613.3 juta USD dan semakin naik pada tahun 2017 sebesar 3.6% dan diperkirakan akan terus naik) (World Travel & Tourism Council, n.d.). Setelah melakukan pencarian data dengan melakukan survei di beberapa titik dan mengkaji literatur, maka digunakan teori architourism di metropolis untuk membantu mengembangkan perekonomian metropolis. Akan tetapi selain memiliki dampak positif, pariwisata juga memiliki dampak negatif terhadap metropolis yaitu banyaknya sampah yang di hasilkan oleh wisatawan (USA TODAY, 2018). Solusi yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan dibuatnya sebuah ruang untuk mengedukasi masyarakat dan turis mengenai pentingnya menjaga lingkungan dari sampah, menunjukkan nilai guna dari sampah kemudian mengolah sampah-sampah tersebut menjadi sesuatu yang berguna, menjadikan hal tersebut sebagai tontonan maupun alat interaktif bagi turis sehingga mampu menarik perhatian turis tetapi juga dapat meringankan permasalahan sampah yang ada di kota metropolis. Solusi-solusi tersebut di padukan menjadi sebuah ruang ekshibisi daur ulang sampah anorganik yang dapat mengubah pola pikir turis-turis yang datang mengenai keburukan sampah dari suatu benda yang tidak bernilai menjadi memiliki nilai dan guna.