Budi A Sukada
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PUSAT REKREASI DAN EDUKASI PEMBUDIDAYAAN MANGROVE Tjan Venny Epilia; Budi A Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i2.12376

Abstract

Ecology is formed by the reciprocal relationship between living things and their environment forming an orderly system.Changes in one system will surely affect the others and disturbing the whole systems. Architecture seeks to minimize such a disturbance by building spatial quality with ecology in mind. The case of mangroves existence is taken due to its number of  benefits, especially for coastal communities as well as mangrove forests being a home for all living things that stay and breed there. Sadly, not all mangroves are in good condition. Number of mangroves in Indonesia that are damaged, threatened, and neglected is increasing every year. The main cause of such destruction is conversion of land into settlements, agriculture, and industry.  All of them give an impact on increasing abrasion, hence causing the land to decrease, flooding the residentials, and threating them to drown. There is an urgent need for mangrove restoration and management to prevent reduction of mangrove area. One way to do it is by providing education for the communities in concerned to increase their knowledge on the important role of mangroves so that they can be more care for such a kind of environment, being able to manage, protect and preserve its ecosystem so as to ensure its sustainability while increasing public awareness of the environment. The educational activities, on the other hand, can be collaborated with recreational activities that support nature conservation and maintain existing mangroves.  With such facilities, it is hoped that mangroves can be preserved. Keywords: Education; Mangrove; Recreation AbstrakEkologi terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya membentuk suatu sistem yang teratur. Jika sistem tersebut mengalami perubahan akan mempengaruhi ekosistem lainnya dan membuat ekosistem terganggu. Arsitektur mengupayakan memperkecil gangguan yang terjadi pada ekosistem tersebut dengan membangun kualitas spasial dengan pemikiran ekologis. Keberadaan mangrove memiliki sejumlah manfaat terutama bagi masyarakat pesisir pantai. Tidak hanya masyarakat pesisir saja tetapi hutan mangrove menjadi ‘rumah’ bagi semua makhluk hidup yang hidup dan berkembangbiak disana. Namun tidak semua mangrove dalam kondisi baik, saat ini jumlah mangrove di Indonesia yang dalam kondisi rusak, terancam, dan terabaikan semakin bertambah tiap tahunnya. Penyebab utama terjadinya kerusakan hutan mangrove adalah konversi lahan yang beralihfungsi menjadi pemukiman, pertambakan, dan industri yang berdampak meningkatnya abrasi yang menyebabkan daratan semakin berkurang, rumah penduduk tergenang air, dan terancam tenggelam. Perlunya pemulihan dan pengelolaan mangrove sebagai antisipasi yang dapat dilakukan mencegah berkurangnya luasan mangrove. Salah satu cara melestarikan mangrove dengan memberikan edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya peranan mangrove sehingga masyarakat dapat lebih peka dan peduli lingkungan. Dengan demikian masyarakat dapat mengelola mangrove dengan baik, menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove untuk menjamin keberlanjutannya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Kegiatan edukasi dapat dikolaborasikan dengan kegiatan rekreasi yang mendukung konservasi alam dan mempertahankan mangrove yang ada saat ini. Dengan adanya sarana berupa pusat rekreasi dan edukasi pembudidayaan mangrove diharapkan dapat membantu menyelamatkan kerusakan mangrove sehingga dapat terlestarikan. 
FASILITAS PENYEDIA AQUAPONIK MULTIVARIAN SELAMA PANDEMIK COVID DI JAKARTA TIMUR Aileen Pangestu; Budi A Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10900

Abstract

The need for food is an important issue, each individual needs food or food intake to carry out activities normally and smoothly. But these activities are threatened because of external obstacles, namely in the field of logistics or distribution of foodstuffs from one region to another (between villages to cities or country to country) caused by Covid-19. Logistical delays are one of the efforts of the state to reduce new cases resulting from the covid-19 virus. Because the virus can be transmitted not only from human to human through saliva, or other body fluids, but also this virus has the potential to land on things such as cardboard, plastic and even air. If, these logistical delays continue to cause food shortages in an area, therefore the Multivariate Aquaponics provider facility is the answer to the current problems, Aquaponics not only provides 1 (one) foodstuff but 2 (two) or more because plants can be in the form of vegetables and fruits and other food sources derived from fish. Multivariate aquaponics is a technique of planting aquaponics so that it can produce as many plants as possible with as little land as possible to get the most efficient results possible, in order to meet food needs in an area. In addition, this building also has other supporting facilities such as education, tourism and business. Keywords: Covid-19; Aquaponic; Multivariant AbstrakKebutuhan akan pangan merupakan isu penting, setiap individu memerlukan asupan makanan atau bahan pangan untuk menjalankan aktivitas dengan normal dan lancar. Tetapi aktivitas tersebut terancam karena adanya hambatan eksternal yaitu dalam bidang logistik atau pendistribusian bahan pangan dari satu daerah ke daerah lainnya (antara desa ke kota ataupun negara satu dengan negara lainnya) yang diakibatkan oleh covid-19.  Keterhambatan logistik merupakan salah satu upaya dari negara untuk mengurangi kasus baru yang diakibatkan dari virus covid-19 tersebut. Karena virus dapat ditularkan bukan hanya dari manusia ke manusia yang lainnya melalui air liur, ataupun cairan dalam tubuh lainnya, tetapi juga virus ini berpotensi untuk hinggap dibarang-barang seperti kardus, plastik bahkan udara.  Apabila, keterhambatan logistik tersebut berlanjut akan menyebabkan kekurangan bahan pangan dalam suatu daerah, oleh sebab itu Fasilitas penyedia Aquaponik Multivarian merupakan jawaban dari permasalahan yang terjadi pada saat ini, Aquaponik tidak hanya menyediakan 1 (satu) bahan pangan tetapi 2 (dua) atau lebih karena  tanaman dapat berupa sayur dan buah-buahan dan sumber pangan lainnya berasal dari ikan. Aquaponik Multivarian merupakan teknik penanaman tanaman aquaponik sehingga dapat menghasilkan tanaman sebanyak mungkin dengan lahan yang seminim mungkin untuk mendapatkan hasil yang efisien mungkin, demi memenuhikebutuhan pangan disuatu daerah. Selain itu pada bangunan ini juga terdapat fasilitas lain yang menunjang seperti edukasi, wisata dan usaha.