Diah Anggraini
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GALERI SENI DAUR ULANG SAMPAH DI JAKARTA Selly lim; Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3993

Abstract

 Jakarta merupakan kota metropolitan yang padat dan mempunyai beraneka macam kegiatan seharusnya memiliki pendaur ulangan sampah yang baik dan kesadaran masyarakat tentang daur ulang sampah. Aspek ini  merupakan salah satu hal yang dianggap penting karena memengaruhi kualitas hidup masyarakat dan lingkungannya. Seharusnya sampah dapat lebih dimanfaatkan kembali atau dijadikan produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Perspektif tentang sampah yang negatif dapat berubah dengan tambahan aspek kreatifitas yang dapat menciptakan berbagai jenis produk dengan nilai jual dan nilai seni. Kawasan Sunda Kelapa sebagai salah satu tempat wisata bahari yang terkenal namun kurang terawat, salah satu penyebabnya adalah sampah yang berserakan menumpuk. Tindakan diwujudkan dengan mengusulkan sebuah wadah pendaur ulangan sampah dalam bentuk galeri untuk pameran benda-benda seni terbuat dari sampah dan bengkel kerja kerajinan tangan dari sampah terutama kertas, plastik, kaca dan metal. Pameran ini sebagai salah satu cara untuk menyentuh masyarakat tentang edukasi persampahan dan menjadi tempat wisata baru yang berhubungan dengan tempat wisata lain disekitarnya sekaligus memecahkan permasalahan sampah di lingkungan dan workshop yang menciptakan barang-barang kreatif dan keunikan yang dapat menarik para pengunjung. Lokasi tapak berada di antara Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa membentuk linkage dengan kawasan Kota Tua yang menjadikan potensi tapak sebagai objek wisata. Dengan adanya linkage dengan bangunan-bangunan kota tua, hal ini dapat dijadikan dasar metode desain yang akan diterapkan dalam pembentukkan massa dan penggunaan material. Dengan memanfaatkan linkage akan menciptakan bangunan yang selaras dengan bangunan sekitar.
GALERI ANGGREK INDONESIA DI JAKARTA Rossa Yolanda; Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3973

Abstract

Jakarta sebagai ibukota negara merupakan pusat aktivitas berbagai aspek kehidupan, di dalamnya termasuk kegiatan pariwisata. Arsitektur berperan tidak hanya sebagai penyedia fasilitas pariwisata, namun menjadi dapat menjadi daya tarik pariwisata itu sendiri terutama melalui pengolahan dan kehadiran wujud fisik arsitektur.  Selain wujud fisik arsitektur yang menarik, program yang diberikan harus mempunyai daya tarik bagi wisatawan. Wisata Anggrek menjadi pilihan karena dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara karena  Jenisnya yang beragam dan cara hidupnya pun unik. Cara hidup anggrek dijadikan ide dalam proyek ini. Anggrek dapat hidup secara epifit dan semi epifit ( menempel pada tumbuhan lain ), terestrial ( tanah ), dan saprofit ( benda mati ). Selain cara hidup, iklim yang sesuai untuk tanaman anggrek juga harus diperhatikan, karena anggrek mampu hidup di berbagai iklim di Indonesia. Sehingga pada proyek ini ruang untuk anggrek dibagi menjadi 4 yaitu, anggrek epifit – semi epifit – saprofit, anggrek   terestrial, anggrek pada iklim dingin, dan herbarium anggrek. Aktivitas utama pada keempat ruang untuk anggrek adalah observasi. Selain aktivitas observasi, terdapat juga aktivitas interaksi, meliputi merangkai bunga dan merawat bunga, sekaligus memiliki aktivitas pendukung yaitu, berbelanja dan kuliner. Proyek ini diharapkan menjadi tujuan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara karena mampu mewadahi beragam koleksi Anggrek Indonesia, menjadi pusat pameran anggrek di Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta terhadap flora dan alam tempat tinggalnya.
VIVARIUM: WISATA EKOSISTEM RAWA BUATAN DI JAKARTA Angeline Tjahjadi; Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3964

Abstract

DKI Jakarta sebagai ibukota negara terdiri dari 5 wilayah dan 1 kabupaten. Jakarta Utara merupakan salah satu wilayah DKI Jakarta yang terkenal akan rawanya. Ekosistem rawa di Jakarta mengalami banyak sekali perubahan dengan seiring waktu bertumbuhnya kota Jakarta. Sebagian besar area rawa yang merupakan dataran rendah tersebut diubah menjadi kawasan permukiman penduduk sehingga berdampak pada terganggunya keseimbangan ekosistem rawa di Jakarta. Maka untuk menjaga kelestarian ekosistem rawa, masyarakat perlu dikenalkan dan diedukasi mengenai ekosistem rawa serta manfaatnya bagi kehidupan mahluk hidup. Langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan kembali ekosistem rawa dalam bentuk ekosistem buatan (vivarium). Dalam ekosistem buatan ini, masyarakat akan merasakan pengalaman berada dalam ekosistem rawa dan mengenal kehidupan di dalamnya. Dimulai dari flora dan fauna khas rawa hingga kehidupannya. Selain itu, masyarakat dapat mengenal flora dan fauna khas rawa ini dari dekat dan berinteraksi secara langsung. Untuk mewadahi kegiatan-kegiatan tersebut maka dibuatlah proyek Vivarium, wisata ekosistem rawa buatan di Jakarta ini. Dalam proyek ini akan berisi ekosistem rawa buatan serta fasilitas untuk menunjang edukasi masyarakat mengenai ekosistem rawa. Tulisan ini bertujuan menghasilkan suatu konsep dan rancangan proyek vivarium yang dapat mewadahi kegiatan-kegiatan terkait wisata ekosistem rawa buatan di Jakarta, yang  sekaligus dapat menjadi sarana untuk  menunjang edukasi masyarakat agar lebih peduli dan tergerak untuk melestarikan ekosistem rawa. Proyek ini diharapkan dapat menjadi suatu karya architourism yang berdampak positif baik dari sisi pelestarian rawa maupun bagi kesejahteraan masyarakat banyak  terutama di Jakarta Utara.
TAMAN REKREASI DAN PUSAT INFORMASI PARIWISATA DI JAKARTA Henry Suryadi Arthen; Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4019

Abstract

Kota Jakarta memiliki sejarah yang panjang yang membuat Jakarta memiliki banyak objek wisata seperti Monumen Nasional, Gelora Bung Karno, Kota tua. tetapi di antara lokasi wisata itu terdapat banyak objek wisata lainnya yang sudah hilang atau ditinggalkan, salah satunya adalah Taman Ria Senayan. Taman Ria Senayan merupakan salah satu ruang terbuka yang sangat diminati di tahun 70an, tetapi ruang publik ini hanya tersisa di ingatan masyarakat walau pun dia berada di tengah perkotaan yang padat ini. untuk dapat mengembalikan wisata alam yang hilang ini diperlukan sebuah aristektur yang dapat memfasilitasi keinginan dan kebutuhan para wisatawan.Architourism merupakan sebuah istilah baru di dunia arsitektur, dengan menjadikan arsitektur sebagai  wadah bagi objek wisata, dampak yang diberikan dari Architourism ini dapat mempengaruhi tingkat ekonomi sebuah perkotaan. Bentuk pendekatan yang diambil ini dengan membuat program wisata baru yang daapt meningkatkan aktifitas wisatawan di kawasan tersebut. Dengan melakukan analisis dan mempelajari antara arsitektur dan wisata ini makan diusulkan proyek sebuah Taman Rekreasi dan Visitor Center di tapak Taman Ria Senayan ini. Visitor Center ini akan berfungsi sebagai pusat informasi mengenai pariwisata dan menjadi pintu masuk dalam sebuah kawasana wisata. Dengan adanya Visitor Center ini diharapkan agar baik masyarakat dan wistawan dapat mengetahui lebih banyak tentang tujuan wisata yang ada di Jakarta dan membantu dalam upaya konservasinya.