Franky Liauw
Prodi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WISATA INTERAKTIF RAMAH LINGKUNGAN Reza Tanikara; Franky Liauw
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/.v1i1.3987

Abstract

Pertumbuhan jumlah pengguna sosial media dalam waktu singkat telah meningkat sangat pesat terutama di kota urban seperti Jakarta. Kurangnya interaksi masyarakat dengan alam dapat mengancam kestabilan kesehatan mental masyarakat, rendahnya interaksi tersebut antara lain dikarenakan kondisi fasilitas wisata ekologi yang ada masih kurang. Menghadapi permasalahan di atas, penulis mengusulkan pembangunan wisata interaktif ramah lingkungan yang ingin menggabungkan antara manusia dengan alam. Architourisme merupakan topik penting yang diangkat untuk membantu menyelesaikan permasalahan wisata kota. Pendekatan ini diterapkan pada waduk Ria-Rio, yang merupakan salah satu lahan terbuka hijau terbesar di Jakarta Timur yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengimpilemtasikan hiburan yang interaktif dan menyenangkan. Maka penulis menambahkan fungsi wisata dalam bidang edukasi, resort, dan interaksi. Fasilitas akan berisi ruang yang dibutuhkan pengunjung yang ingin berinteraksi langsung dengan alam baik flora maupun fauna. Sehingga penulis menghasilkan ide solusi berupa fasilitas wisata ekologi yang terintegrasi dengan alam. Fasilitas wisata akan menggunakan konsep alami yang bisa dirasakan oleh pengunjung dari segi fungsi dan komposisi massa.
WISATA ALAM LIAR Dhea Bella; Franky Liauw
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3988

Abstract

Jakarta sebagai kota Metropolitan dengan penduduk mencapai 10.37 juta jiwa pada tahun 2017 telah menggusur keberanekaragaman flora dan faunanya. Hal ini terbukti dari hilangnya salah satu Maskot DKI Jakarta yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur No. 1796 Tahun 1989 yaitu Elang Bondol dari langit Jakarta. Hilangnya species ini disebabkan karena penggusuran habitat, terputusnya rantai makanan dan kurangnya pengertian dimana pada dasarnya manusia merupakan bagian dari alam yang harusnya segala kegiatannya berkesinambungan dengan alamnya. Proyek “Urban Wildlife Park (Wisata Alam Liar)” selain bermaksud untuk mengembalikan identitas kota Jakarta, juga membuka kesempatan untuk membuat lingkungan buatan yang tidak hanya digunakan untuk manusia seperti pada umumnya, namun dapat bersinergi dengan spesies lain yang berada didalamnya. Sehingga arsitektur dapat berkonstribusi kepada alam dan berkembang ke arah berkelanjutan, serta dapat menambahkan persentase ruang terbuka hijau seperti yang ditetapkan oleh Pemprov DKI (Luas Ruang Terbuka Hijau Jakarta baru mencapai 9,98% dari target 30% total luas wilayah DKI Jakarta).